
"mau kemana dia" gumam Ziko dalam hatinya, Ziko melepas tautan tangannya dengan Rena, Ziko terus melihat Cindy, berharap Cindy akan kembali.
"dasar bodoh, seharusnya kamu tidak berbuat seperti itu pada istrimu, pasti dia terluka" omel Rena pada sahabatnya ini.
ya, Rena adalah sahabat Ziko sejak masa sekolah dulu, baru 2hari Rena kembali, tiba-tiba ada pesan dari Ziko untuk minta bertemu.
flasback
"ada apa menyuruhku kesini" tanya Rena pada Ziko, mereka bertemu disebuah Resto bintang lima yang cukup terkenal, Rena tahu, jika Ziko mengajalnya bertemu pasti ada sesuatu yang penting.
"hanya ingin mengobrol saja, tidak ada yang lain," bohong Ziko, padahal Ziko hanya malu saja mau cerita pada Rena.
"pembohong, kamu pikir aku tidak tahu apa masalahmu,"
Ziko tersenyum semik "sudah kuduga, kamu pasti tahu semua tentang aku, dari cecunguk dua itu, iya kan" tebak Ziko, Ziko yakin Devan dan Jaylah orangnya, hanya mereka berdua yang kenal Rena.
"kamu jangan seperti itu, iya kalau foto itu benar, kalau tidak siapa yang akan menyesal, kamu sendiri lho Zik," nasehat Rena.
"Ck,,, bahkan semua detektif mengatakan kalau foto itu asli," Ziko tetap saja tidak ingin mendengarkan nasehat temannya, dia tetap pada pendiriannya.
"aku menyuruhmu kesini hanya butuh bantuanmu," Ziko tetap Ziko yang tidak ingin dibantah.
hufff,, "baiklah, katakan apa yang kamu inginkan," akhirnya Rena mengalah, dia tidak ingin pertemuan pertamanya dengan Ziko mereka malah bertengkar.
Zikopun mendekat dan membisikkan sesuatu ditelingan Rena.
"apa kamu sudah gila! Tidak-tidak, aku tidak mau" tolak Rena tanpa pikir panjang.
"kali ini saja," melas Ziko.
"apa kamu yakin, kamu sungguh tega Zik, dia akan terluka dengan ini, yang benar saja." Rena juga seorang wanita, mana mungkin dia melukai hati wanita juga.
"hanya kali ini saja, dan aku tidak menerima penolakkan, apa kamu lu-"
"ok tidak perlu mengingatkan lagi tentang itu," potong Rena cepat.
"nah, itu baru temanku," ujar Ziko.
Sedangkan Rena hanya mengumpat Ziko dalam hatinya.
Flasback off
"apa kamu tidak ada niatan untuk menyusulnya?" tanya Rena, karena Ziko hanya diam saja melihat istrinya pergi, bahkan terkesan tidak pedulu, yang Rena lihat, Rena tidak tahu saja seperti apa hawatirnya Ziko, apa lagi ini tengah malam.
"biarkan saja, kalau kamu ingin tidur, tidur saja dikamar tamu, nanti akan aku suruh bibik mengantarmu, aku mau kekamarku dulu," Ziko berlalu dari sana tanpa menunggu jawaban Rena, dia terus berfikir, kemana Cindy pergi malam-malam begini, tapi Ziko berusaha tidak mempedulikannya meski Dia tidak tenang.
"hey apa tidak makan malam? Aku sungguh lapar,,,!" teriak Rena, karena ini sudah waktunya makan malam.
"makan malam sudah siap Nona, tadi Nyonya Cindy sudah memasak," jelas ART itu yang sedari tadi melihat Tamunya sedang berbincang dengan tuan rumah.
"ah iya bik, terima kasih," tanpa malu Rena berjalan keruangan makan bersama ART rumah itu.
Rena sedang asik dengan makanannya, tiba-tiba Ziko sudah turun, dan duduk begitu saja didekat Rena.
"apa kamu sudah mandi?" tanya Rena.
"kenapa bertanya?"
"heran saja, kan baru juga kamu kekamarmu, masak sudah mandi, cepet banget."
Sedangkan Ziko sama sekali tidak menanggapi ocehan Rena.
tanpa menjawab Ziko langsung mengambil dan memakannya dengan lahap.
"kenapa dia harus gengsi, dasar keras kepala," batin Rena, Rena merasa kesal dengan Ziko yang mau tapi gengsi.
sedangkan Cindy kini tengah duduk ditaman deket rumah mereka, dia hanya diam sambil menatap jalanan yang masih lumayan ramai, setidaknya dia tidak perlu melihat kemesraan suaminya dengan wanitanya, pikir Cindy.
"apa ini kak" gumam Cindy, sungguh jika dia tidak tahu tentang foto itu, lain hal dengan Ziko, yang dengan sengaja membawa wanita lain keruamahnya.
Waktu bergulir begitu cepat, hingga waktu menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya Cindypun memutuskan untuk pulang, ketika sampai rumahnya dia melihat suasana yang begitu sunyi, Cindypun masuk kedalam kamarnya tanpa makan terlebih dahulu.
Dari balik pintu ada sepasang mata yang sedang melihat gerak gerik Cindy, orang itu tidak lain Ziko, setelah melihat Cindy masuk kedalam kamarnya Zikopun memutuskan untuk tidur juga, tapi dia susah sekali untuk memejamkan matanya, entah apa yang iya pikirkan.
Pagipun tiba, Cindy bersiap untuk pergi kekantor untuk bekerja, agar fikirannya bisa teralihkan, dia kini sedang duduk didalam taksi dan sedang melihat jalanan kota dari balik kaca mobil itu, Cindy sengaja pergi pagi-pagi supaya tidak melihat Ziko dan kekasihnya itu.
"Non sudah sampai," ujar supir taksi itu.
Cindypun tersadar dan segera memberikan ongkos, setelahnya dia berlalu masuk, "hey kalian disini?" Tanya Cindy pada Elvin dan Dila, "Dimana Tesha kenapa tidak pernah terlihat?" Tanya Cindy lagi, sudah 1minggu Cindy tidak jadi tidak pernah bertemy temannya, kemaren bertemu tapi hanya sebentar dan tidak sempat bertanya tentang Tesha.
"Dia sudah lama mengundurkan diri Cin, katanya mau menetap dikampung halamannya, dan merawat kedua orang tuanya," terang Dila.
"Lho kok aku tidak tahu ya, kenapa tidak berpamitan padaku," tanya Cindy, biasanya Tesha kalau ada apa-apa cerita sama dirinya.
"Waktu itu Tesha sempat keruanganmu, hanya saja kamu tidak ada, jadi dia tidak bertemu denganmu." Terang Elvin.
"La kamu sendiri kemana tidak pernah masuk," tanya balik Dila, kemaren waktu ketemu ingin bertanya tapi tidak jadi, karena melihat Cindy yang sedih.
"Sini saya bisikin" Cindy mengajak Elvin sama Dila masuk, dan Cindy membisikkan kalau dirinya tengah hamil.
"What,,,! Aku akan menjadi tante?" Teriak Elvin dan langsung dibekap mulutnya sama Cindy.
"Jangan teriak-teriak, nanti ada yang dengar,"
"Tapi ke-"
"Sudah diam," potong Cindy cepat, "biarkan kita dulu saja yang tahu" terang Cindy.
"Ok, sekarang kita bahas hal lainnya saja, apa kamu sudah dapat undangan 3hari lagi prusahaan akan mengadakan pesta?" Tanya Dila.
"Pesta apa?" Tanya Cindy bingung, karena Ziko tidak memberi tahu apapun padanya.
"Wah dasar kamu itu, prusahaan akan mengadakan pesta kamu tidak tahu, sekertaris macam apa kamu itu." Sungut Elvin.
Cindy hanya diam saja, pikirannya berkelana, dia bahkan tidak tahu apa-apa.
"Aku harus keruangan kak Ziko, aku harus tanyakan kebenarannya, tapi kan dia masih dirumah" batin Cindy.
"Aku keruanganku dulu ya," pamit Cindy pada teman-temannya, dia akan menunggu Ziko sambil bekerja.
Sedangkan dirumah Ziko, Ziko terus mencuri pandang pada pintu kamar Cindy, dia menunggu Cindy keluar, namun tidak keluar-keluar sejak tadi.
"Nyonya sudah berangkat kerja tuan" lapor ART itu yang mengerti arah pandang tuannya.
"Saya tidak bertanya tentangnya," kilah Ziko, meski tidak secara nyata bertanya, tapi semua orang bisa lihat jika Ziko mengharapkan Cindy.
"Makanya simpan tuh gengsi, ngomong baik-baik apa susahnya," sindir Rena yang duduk dihadapan Ziko sambil menyantap sarapannya.
"Tutup mulutmu itu!" Bentak Ziko dengan mendelik menatap Rena, sedangkan Rena mengangkat bahunya acuh.