Forgive Me I Give Up

Forgive Me I Give Up
EPS-48



"Cin," Cindy menoleh mendengar namanya ada yang memanggil, ternyata Devan yang memanggil Cindy.


"Kamu bisa kembali El, aku tidak masalah, ada pak Devan disini," Cindy tidak ingin Elvin mendengar pembicaraanya bersama Devan, itu sebabnya Cindy meminta Elvin untuk kembali, karena mereka semua belum tahu siapa Cindy sebenarnya.


"Elvin melihat pada Cindy dan Devan bergantian, dia seperti bertanya-tanya, ada apa diantara keduanya ini, pikir Elvin, "baiklah, aku masuk dulu ya, kamu baik-baik ya," Cindypun mengangguk, Elvinpun berlalu dari sana, dengan pikiran yang berkelana.


Devan kini tengah duduk bersama Cindy di belakang gedung Anderson itu, setelah Cindy meminta Devan untuk tidak membahas ditempat umum.


"Cin maafkan aku sebelumnya, ini agak pribadi sih sebenarnya, tapi disini aku harus mencari tahu dulu." Devan merasa tidak enak mau melanjutkan perkataannya.


"Aku mengerti kak, kak Devan pasti ingin bertanya masalah foto itu kan?" Tebak Cindy, karena memang itu masalahnya saat ini, meskipun Cindy tidak ingin membahasnya, tapi Devan punya hak menyelesaikan tugasnya.


Devan mengangguk, meskipun dia sendiri merasa tidak nyaman, lebih tepatnya sungkan karena ini menyangkut kehormatan, tapi apa daya, dia harus mencari tahu masalah ini, atas perintah bosnya, yang tidak lain Ziko.


"Maafkan aku, a-"


"Tidak masalah kak, aku mengerti, aku akan cerita."


Cindy menarik nafasnya panjang, dia diam untuk beberapa saat,,,


"aku tidak tahu kak kenapa foto itu ada, aku juga tidak mengerti kenapa pria itu ada bersama ku, selama aku menikah denganĀ  kak Ziko, aku tidak pernah dekat dengan siapapun," Cindy tertunduk, dia sedih kenapa harus terjadi pada dirinya.


"Pasti ini ulah bajingan itu Cin, tapi maaf, aku belum bisa mencari buktinya untuk saat ini, tapi akan aku pastikan dia akan membayar semua berbuatannya," batin Devan, sambil melihat wajah Cindy yang terlihat pucat.


"Waktu itu aku pergi dengan Clara temanku, kami pergi makan malam di resto bintang lima, setelah kami sampai sana ternyata Clara mengajak teman kita waktu SMA, dia Dika, setelah kami selesai makan aku pamit duluan kak, namun aku pergi ke toilet dulu sebelum pulang, saat aku keluar dari toilet tiba-tiba ada yang memukulku dari belakang, setelahnya aku tidak tahu apa yang terjadi kak," Cindy pun menjeda ceritanya beberapa saat.


"Ketika aku terbangun, aku sudah berada disebuah kamar, tapi aku masih memakai baju kak, tidak ada yang terjadi padaku, katika aku melihat jam, ternyata sudah malam, akhirnya aku memutuskan pulang, aku tidak cerita semua kejadian ini sama kak Ziko, karena aku mengira tidak ada yang terjadi padaku kak,,," lirik Cindy, Cindy mengusap air matanya setelah menyelesaikan ceritanya sama Devan.


Mereka berdua cukup lama terdiam disana.


"Kak maaf aku harus segera pulang, titip kak Ziko ya kak, temani dia, dia pasti sangat hancur saat ini," Ujar Cindy, Cindypun berdiri dan berlalu dari sana, Cindy harus bisa mencari bukti itu, agar Dia bisa kembali baikan dengan sang suami.


Cindy menelfon Clara, dia menceritakan semuanya pada Clara dan meminta bantuan pada Clara, Clara yang mendengar semua itu pun marah, kenapa Cindy tidak cerita dari awal pikir Clara.


"Aku tidak menyangka kamu akan merahasiakan semua ini padaku Cin, seandainya kamu dari awal cerita, semua tidak akan seperti ini." kesal Clara.


"Maafkan aku Cla, ini semua salahku." Cindy kembali berkaca-kaca, dan itu sukses membuat Clara semakin tidak enak sama sahabatnya ini.


"Sudah lupakan, sekarang kita hanya perlu mencari buktinya, karena dengan begitu semuanya akan kembali membaik."


"Iya Cla, terima kasih ya Cla."


"Ok ok, kamu belum pulang sedari tadi, lihatlah kamu sangat pucat," Clara memberikan jus pada Cindy, kini keduanya tengah berada ditaman kota, setelah Cindy memberi tahu, Clarapun mengajak Cindy bertemu.


"Iya, ayo kita pulang, ini sudah sore, besok kita mulai mencari buktinya," timpal Cindy, mereka berdua pun pulang bersama, karena keduanya tetangga.