Forbidden Love Of The Mafia King

Forbidden Love Of The Mafia King
Episode 75 The End



Badai salju yang melanda Inggris dan beberapa negara Eropa, mereda lebih cepat dari yang diperkirakan. Shawn, Drake dan anak buahnya segera bertolak ke London. Setelah menempuh perjalanan lebih dari 17 jam, akhirnya Shawn dan rombongan tiba di mansionnya. Tentu saja, orang yang pertama dicari Shawn adalah Shanaya dan calon bayi dalam kandungan Shanaya.


"Sweeheart.." Teriak Shawn sudah tidak bisa menahan rasa rindunya.


Seorang penjaga yang sebelumnya menyambut di pintu masuk mansion, menghampiri Shawn dan Drake yang berjalan memasuki aula mansion.


"Mr Shawn.. Mrs. Shanaya dibawa ke Rumah Sakit karena akan melahirkan."


"Apaa??" Keterkejutan Shawn diangguki penjaga tersebut.


"Drake ayo kita ke Rumah Sakit sekarang juga."


Drake berlari mendahului langkah Shawn yang tergesa-gesa menuju halaman mansion. Shawn yang tidak dapat menyembunyikan kepanikannya, bergegas masuk ke dalam mobil sport berwarna putih yang dikemudikan Drake. Mobil sport itu meluncur dengan kecepatan tinggi, diikuti beberapa mobil pengawal dari belakang.


Setelah mendapat informasi dari Receptionist, Shawn berlari menuju sebuah ruangan dimana istrinya berada. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Shawn menerobos masuk ke dalam salah satu ruangan VVIP Knight Hospital. Kedatangan Shawn tentu saja mengejutkan Shanaya yang tengah berbaring di atas tempat tidur, dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi. Kebetulan kedua orangtuanya, Sall dan Sanchia baru saja keluar menuju foodcourt Rumah Sakit untuk mengisi perut mereka.


Melihat Shanaya mengenakan selimut sampai sebatas dada dengan wajah yang pucat, Shawn bergegas menghampiri istrinya, lalu memeluk dan melabuhkan ciuman bertubi-tubi di kening, hidung, pipi dan bibir Shanaya. Meskipun masih terlihat lemas, tapi senyuman lembut dan pancaran bahagia selalu terpampang di wajah Shanaya.


"Aku dengar kamu mau melahirkan Sweetheart.." Mendengar perkataan Shawn, Shanaya justru tertawa kecil


"Anak kita sudah lahir Honey.."


Mata biru Shawn seolah hampir keluar dari tempatnya. Dirinya masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shanaya.


"Hah?"


"Lihatlah.."


Shawn mengikuti arah pandang Shanaya pada sebuah box bayi berwarna putih di sebelah tempat tidur Shanaya, kemudian berdiri menghampirinya.


"Apa ini anak kita Sweetheart?" Tanya Shawn dengan tatapan mengarah pada sesosok bayi berwajah rupawan dan berselimut warna putih.


"Tentu saja anak kita.. Putra pertama kita."


Shawn Netra mulai berkaca-kaca, apalagi melihat bayi yang semula tertidur dengan pulas itu mulai membuka matanya, memperlihatkan bola matanya yang berwarna biru seperti miliknya. Digendongnya bayi yang polos dan sangat menggemaskan itu, lalu duduk memangku bayinya di tepian tempat tidur menghadap istrinya. Diciuminya kening, pipi dan hidung bayinya dengan gemas.


"Welcome to the world, Shankara Emery Knight. Daddy mencintaimu Putraku." Seolah mengerti perkataan Shawn, bayi itu menyunggingkan senyum yang teramat manis di bibir merahnya.


"Bagus Honey.. Tapi apa Arti Shankara Emery Knight?" Shanaya terlihat penasaran dengan nama pemberian suaminya.


"Pembawa kebahagiaan dan keberuntungan, juga pemimpin yang baik hati dari keluarga Knight." Mendengar jawaban Shawn, mata Shanaya terlihat berbinar.


"Aamiin.. Semoga putra kita tumbuh sesuai doa terbaik kita ya Honey.." Doa Shanaya.


"Aamiin.." Jawab Shawn. Tatapan Shawn kini beralih pada istrinya yang menatapnya lembut.


"Sweetheart, maafkan aku karena datang terlambat.. Seharusnya aku mendampingimu saat melahirkan. Aku sungguh minta maaf Sweetheart." Tatapan penuh rasa bersalah Shawn, membuat Shanaya begitu terenyuh. Digenggamnya tangan suaminya itu, diikuti elusan lembut yang terasa menenangkan.


"It's okay Honey.. Yang terpenting aku sudah melahirkan anak kita dengan selamat." Ucap Shanaya, yang dibalas  lagi ciuman Shawn di kening Shanaya.


"Aku sungguh bersyukur, istriku dan anakku sehat dan selamat.. Terima kasih Sweetheart, sudah memberikan Putra yang begitu tampan untukku. Aku sungguh mencintaimu, Sweetheart."


"Aku juga sangat mencintaimu, Honey.."


Shawn melabuhkan bibirnya di bibir Shanaya, menyesapnya lembut, meluapkan segala rasa bahagia di dalam hatinya.


*************************


Lebih dari sebulan sudah, Shawn dan Shanaya resmi menjadi orangtua, mereka sangat menikmati peran barunya. Shawn bahkan semakin perhatian terhadap istri dan putranya yang tumbuh begitu sehat.


Shawn yang duduk di tepi tempat tidur, selalu kesulitan menelan saliva, saat melihat aset berharga istrinya kini dikuasai putranya. Shawn sungguh harus banyak bersabar, apalagi cukup lama dirinya harus berpuasa menyentuh istrinya.


"Honey, nanti malam kamu mau makan apa?" Tanya Shanaya.


"Biar Chef yang mengatur, kamu tidak usah turun langsung. Kamu sudah terlalu lelah merawat Shankara.." Shawn merangkul bahu Shanaya lalu mencium lembut pelipis Shanaya.


"Yakin kamu tidak mau apa-apa?" Shanaya bertanya untuk memastikan.


"Iya Sweetheart, aku tidak mau apa-apa." Yakin Shawn seraya mencubit hidung Shanaya, memancing senyum manis Shanaya.


Setelah putranya kenyang dan tertidur pulas, Shanaya memasukan putranya itu ke dalam box bayi di sebelah tempat tidur.


"Honey.. Yakin tidak ada makanan khusus yang mau kamu makan?" Lagi Shanaya bertanya seraya mendudukkan dirinya di atas pangkuan Shawn. Sikap manja dan agresif istrinya ini tentu membuat Shawn senang.


"Iya Sweetheart, aku tidak mau membuat kamu lelah."


"Yakin kamu tidak mau memakan apapun dan membuat aku lelah?" Pertanyaan Shanaya yang diulang-ulang malah membuat Shawn bingung.


"Kenapa Sweetheart, sepertinya ada yang aneh dengan pertanyaanmu ini?" Shawn tampak sangat penasaran.


Shanaya mendekatkan bibirnya di telinga Shawn, lalu membisikkan sesuatu yang sukses membuat mata Shawn membulat sempurna.


"Apa kamu tidak mau memakanku Honey? Padahal aku sudah siap kamu buat lelah.. Tapi sepertinya kamu tidak tertarik."


Shanaya lalu berdiri dari pangkuan Shawn dan hendak berjalan keluar kamar. Namun Shawn yang sudah tersadar dari keterkejutannya, segera menahan tangan Shanaya, dan membalikkan badan istrinya itu.


"Aku tidak mau malam ini Sweetheart. Aku mau pagi ini saja." Ucap Shawn, memeluk tubuh Shanaya erat lalu melabuhkan bibirnya di bibir Shanaya yang segera menyambutnya dengan sesapan lembut.


Tidak ingin kegiatan favorit mereka dilakukan di kamar Shankara, Shawn segera menggendong Shanaya menuju kamar pribadi mereka.


"I love you Sweetheart.." Shawn mengungkapkan perasaannya, seraya merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur.


"I love you too, Honey.." Balas Shanaya menatap netra Shawn yang mulai berkabut.


'Akhirnya buka puasa juga..' Batin Shawn, sebelum kembali menyesap bibir Shanaya.


THE END


************************


Alhamdulillah akhirnya Novel ini TAMAT juga..


Terima kasih banyak buat yang mengikuti kisah Shawn & Shanaya ini sampai akhir.


Maaf ya, aku baru bisa update, karena beberapa hari yang lalu Ayah meninggal dunia, dan masih dalam suasana duka.


Buat Kakak2 Author yang selalu dukung, terima kasih banyak.


Maaf ya kalau belum sempat mampir, aku pasti nyicil baca. Comment-nya juga nanti aku balas pelan-pelan ya..


Terima kasih banyak ya semuanya..🙏


Semoga semuanya selalu sehat, banyak rezeki, bahagia & semakin sukses ya.. Love you all.. ❤️❤️❤️


IG : zasnovia