
Shawn sudah kembali sibuk dengan rutinitasnya sebagai CEO Knight Group Company dan juga Ketua Klan Toddestern di London, Inggris. Shanaya sebagai seorang istri, tentu memahami peran suaminya itu. Hingga dirinya selalu berusaha mengerti akan kesibukan Shawn. Meskipun keadaannya yang sedang hamil, seringkali membuatnya manja dan membutuhkan perhatian lebih dari suaminya.
Beruntung, Shawn adalah tipe laki-laki yang sangat peka. Tanpa diminta atau diingatkan pun, Shawn selalu perhatian terhadap istri dan anak dalam kandungan Shanaya. Sehingga membuat Shanaya selalu mengucap syukur, karena dianugerahi suami yang baik dan selalu membuatnya bahagia.
Shawn selalu membawakan makanan kesukaan atau hadiah untuk Shanaya, setiap kali pulang dari markas atau perusahaan. Mata berbinar dan raut wajah sumringah yang ditunjukkan Shanaya, selalu menjadi sumber kebahagiaan bagi Shawn. Tidak selalu barang mahal dan mewah, seringkali hal-hal sederhana saja bisa membuat Shanaya tertawa bahagia. Shawn juga selalu berusaha untuk pulang tidak terlalu larut. Kalaupun ada urusan mendesak, Shawn pasti mengabari Shanaya, agar istrinya itu tidak khawatir.
Namun hari ini tidak biasanya, sudah menjelang tengah malam, Shawn belum juga pulang ke mansion Knight. Nomornya pun tidak bisa dihubungi sejak tadi sore. Hal ini membuat Shanaya khawatir sekaligus kesal, dirinya terus saja mondar-mandir di kamarnya, sudah sangat tidak sabar menunggu kedatangan suaminya.
"Honey, kamu kemana sih? Tidak biasanya kamu seperti ini. Awas saja kalau nanti kamu pulang, jangan harap kamu bisa selamat ya." Namun baru saja Shanaya menyelesaikan kalimatnya, pintu kamar terbuka, menampakkan wajah Shawn yang tersenyum tanpa dosa.
"Hai Sweetheart.. Maaf ya, aku pulang terlambat."
"Menyebalkan.. Kenapa ponselmu tidak aktif, kamu bahkan tidak mengabariku akan pulang terlambat Honey.." Raut wajah masam Shanaya jelas membuat Shawn waspada. Dirinya tahu kalau sang istri akan menumpahkan kekesalannya, jika dirinya tidak segera menjelaskan alasan keterlambatannya.,
"Sini Sweetheart, ada yang ingin aku tunjukkan padamu." Ajak Shawn seraya menarik pelan tangan Shanaya. Sementara Shanaya memilih menurut, meskipun dengan wajah masih tertekuk karena kesal.
Sepasang mata Shanaya mendadak berbinar, begitu memasuki kamar yang diperuntukkan bagi bayinya nanti. Kamar itu sudah dipenuhi berbagai perlengkapan bayi, lengkap dengan berbagai hiasan khas bayi yang begitu lucu dan menggemaskan.
"Wow, keren sekali Honey.. Hmm, tapi kenapa warna kamarnya didominasi warna biru? Mainan dan hiasannya juga kebanyakan untuk laki-laki. Padahal berdasarkan hasil USG terakhir kali, kita belum bisa memastikan jenis kelamin anak kita Honey.." Shanaya memandangi berbagai mainan dan hiasan berbentuk mobil, pesawat, pistol, superhero dan mainan anak laki-laki lainnya.
"Tidak apa-apa Sweetheart, aku yakin kalau anak kita berjenis kelamin laki-laki. Kalaupun tebakanku salah, tentu tidak masalah kan kalau anak perempuan kita menyukai semua itu."
"Iya sih, tidak masalah Honey." Jawab Shanaya tersenyum.
"Hmm, bagaimana kalau kita tidak usah mengetahui jenis kelamin bayi kita. Biarlah itu menjadi kejutan saat kelahiran bayi kita nanti? Kita minta dokter untuk tidak memberitahu jenis kelamin anak kita setiap kali USG." Usulan Shawn tidak langsung diiyakan Shanaya. Istrinya itu justru terlihat ragu, sedikit tidak setuju dengan ide Shawn.
"Tapi kan aku penasaran Honey.." Tolak Shanaya secara tidak langsung.
"Aku juga penasaran. Tapi aku yakin moment-nya akan lebih berkesan, kalau kita baru mengetahuinya saat kamu melahirkan nanti Sweetheart."
Selama beberapa detik, Shanaya terlihat berpikir keras. Sejujurnya dirinya merasa keberatan dengan ide Shawn, karena dirinya begitu penasaran dengan jenis kelamin bayi yang dikandungnya. Harus menahan rasa penasarannya selama beberapa bulan sampai waktunya melahirkan, tentu memerlukan kesabaran yang sangat banyak. Tapi Shanaya juga mengakui kalau apa yang dikatakan Shawn juga ada benarnya.
"Hmm, aku setuju Honey. Sepertinya apa yang kamu katakan benar, moment kelahiran anak kita akan lebih berkesan. " Akhirnya Shanaya setuju dengan permintaan suaminya. Shawn pun menghadiahi Shanaya dengan sebuah ciuman lembut di kening dan bibir istrinya.
*************************
Gadis yang membuat Drake merasa berharga, disaat Drake sedang patah hati karena Keiva. Apalagi moment pertemuan singkat mereka itu ditutup dengan moment ciuman yang tidak ada dalam rencana mereka tentunya.
FLASHBACK ON
Selepas ciuman yang berlangsung cukup lama, Letta merasa sangat malu dan canggung berhadapan dengan Drake. Berbeda dengan Drake yang justru tampak berbinar dengan senyum sumringah di wajahnya.
"Letta.. Aku.." Ucapan Drake langsung dipotong oleh Letta yang terlihat masih salah tingkah.
"Kak Drake, tolong jangan salah paham. Aku tidak berniat menggodamu, apalagi memanfaatkan kesempatan karena Kakak sedang patah hati. Aku hanya ingin kamu tahu, kalau kamu berharga." Ujar Letta, dibalas senyuman tampan dan genggaman tangan Drake.
"Aku tahu.. Meskipun baru bertemu denganmu, aku tahu kalau kamu adalah gadis yang baik. Aku justru sangat bahagia, dan sepertinya, aku mulai menyukaimu Letta.." Mendengar perkataan Drake, Letta seketika membulatkan matanya.
"Kak Drake, kita hanya terbawa suasana, aku tidak ingin kita salah menafsirkan perasaan kita saat ini."
"Aku yang merasakannya Letta, aku tahu kalau aku menyukaimu."
Letta menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan menatap dalam netra Drake yang memandangnya sendu.
"Kak Drake akan kembali ke London besok. Ayo kita lihat, apa perasaanmu yang kamu anggap perasaan suka terhadapku, akan berubah karena jarak atau tidak."
FLASHBACK OFF
Saat itu Drake tidak bisa menanggapi perkataan Letta. Dirinya pun ragu, apakah setelah kembali ke London, perasaan yang dianggapnya perasaan suka terhadap Letta itu akan memudar atau tidak. Tapi kini, seiring berjalannya waktu dengan jarak terbentang diantara dirinya dan Letta, Drake justru semakin rindu dan ingin kembali bertemu dengan Letta.
"Walaupun kita jauh, tapi aku bisa tahu semua tentangmu dan apa yang kamu lakukan setiap harinya. Dan semakin aku tahu tentang kamu, semakin aku menyadari, kalau aku sudah jatuh cinta padamu Letta."
*************************
Terima kasih banyak ya atas Like, Rate bintang 5, Favorit dan Comment-nya, selalu menjadi semangat dan motivasi lebih untukku menulis kisah Shawn juga Shanaya.
Semoga selalu sehat, bahagia, banyak rezeki dan sukses selalu ya semuanya. Love u all ❤️❤️❤️❤️❤️