
Suasana senyap begitu terasa di penthouse keluarga Knight, apalagi saat ini sudah lewat tengah malam. Namun Shawn dan Drake masih berkutat dengan pencariannya untuk menemukan Shanaya di ruang kerja. Shawn seolah tidak merasa lelah memantau semua kota di Denmark dan juga berkoordinasi dengan semua anak buahnya yang melakukan pencarian secara langsung di beberapa daerah atas instruksinya.
'Ya Tuhan, tolong berikan aku petunjuk. Aku sudah hampir putus asa karena terlalu merindukannya. Tolong jaga dia, dimanapun dia berada.' Doa Shawn dalam hati.
Sesungguhnya hati Shawn merasa sangat tidak tenang, selain karena takut nyawa Shanaya terancam, Shawn juga takut Sheran melakukan hal buruk pada Shanaya. Tidak dapat dipungkiri, kalau Shanaya adalah gadis yang sangat cantik dan menarik. Shawn sangat khawatir, kalau Sheran bisa saja melecehkan Shanaya. Hal itu benar-benar sangat mengganggu hati dan pikiran Shawn saat ini.
Berbeda dengan Shawn, Sall dan Sanchia terlihat berdebat di dalam kamar. Pertama kalinya di sepanjang sejarah perjalanan pernikahan, mereka bertengkar hebat seperti itu. Bahkan Sall terlihat sangat emosi pada istrinya, Sanchia.
"Sweetheart, jadi kamu bersikeras menggunakan cara lunak seperti ini? Kita tidak mungkin hanya menunggu Seira bicara, kita harus menggunakan cara yang lebih keras untuk menekannya. Kita tidak tahu nasib Shanaya sekarang, bagaimana kalau laki-laki yang bernama Sheran itu menyakiti anak kita? Tolong jangan bersikap bodoh seperti ini, Seira hanya mengulur waktu sambil menunggu Sheran menyelamatkannya. Apa karena mereka anak Alrico, hingga kamu bersikap seperti ini? Anak kita dalam bahaya Sanchia.."
Sall meluapkan kekesalannya atas sikap Sanchia yang terlalu lunak pada Seira. Sanchia pun paham, saat ini Sall sudah begitu marah karena sikapnya yang memilih menunggu Seira untuk bicara. Sall yang memanggil Sanchia dengan nama dan bukan panggilan "Sweetheart", adalah indikasi kalau kemarahan Sall sudah mencapai puncaknya.
Sanchia pun sebenarnya merasa sangat khawatir pada anak perempuannya yang ada dalam sekapan Sheran. Sanchia takut kalau Sheran akan melakukan hal yang buruk pada Shanaya. Sanchia teringat pada kisahnya saat diculik oleh Sall dulu di awal pertemuan mereka, Sall sempat memperlakukannya dengan buruk. Dimana Sanchia merasa dilecehkan, karena Sall pernah beberapa kali menciumnya secara paksa, sebelum akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta. Sanchia benar-benar khawatir hal itu akan terjadi juga pada anaknya, Shanaya.
Hingga setelah lama berpikir, Sanchia memutuskan akan bersikap tegas terhadap Seira, agar mau membuka mulutnya dan mengatakan dimana Shanaya berada. Hal ini cukup membuat Sall lega, meskipun dirinya harus menunggu pagi hari agar Sanchia bisa bicara serius dengan Seira.
"Terima kasih Sweetheart, semoga Seira segera mengatakan keberadaan Sheran. Karena aku sudah begitu khawatir dengan keadaan putri kita." Ucap Sall seraya memeluk erat tubuh Sanchia. Sementara Sanchia hanya diam, pikirannya masih saja menerawang pada kekhawatirannya yang tidak dia tunjukkan di depan suaminya, Sall.
*************************
Sheran sedang melakukan meeting darurat dengan Matthew, Lupin dan 3 orang anak buahnya yang lain. Laporan lanjutan dari mereka, cukup membuat Sheran sakit kepala. Dimana puluhan anggota klannya yang baru datang 2 hari lalu ke Copenhagen dari Perancis, melaporkan kalau Seira dibawa ke penthouse keluarga Knight yang dilengkapi penjagaan yang super ketat.
Mereka bisa saja menerobos masuk dan menyelamatkan Seira dengan kekuatan dan jumlah yang lebih besar dari anggota klan yang berjaga di penthouse itu, tapi Sheran sangat khawatir kalau keselamatan Seira akan terancam, jika keluarga Knight dan anggota klannya merasa sangat terdesak dan terintimidasi.
*************************
Shanaya memejamkan matanya selama berjam-jam, namun sebenarnya dirinya tidak benar-benar tertidur. Shanaya hanya ingin agar Sheran tidak masuk ke dalam kamarnya dan mengganggunya. Shanaya merasa kesal karena kamarnya itu, tidak dapat dikunci dari dalam, sehingga Sheran bebas masuk ke dalam kamar, meskipun tanpa izinnya. Apalagi beberapa camera CCTV sengaja ditempatkan Sheran untuk mengawasi Shanaya. Hal itu membuat Shanaya semakin tidak nyaman.
'Rasanya aku kesal sekali pada laki-laki brengs.k itu. Dia selalu memanfaatkan kesempatan untuk menyentuhku. Seumur hidupku aku tidak pernah dipeluk atau digendong oleh laki-laki asing. Rasanya aku ingin memukul kepalanya sekeras mungkin.' Kesal Shanaya dalam hati. Namun tiba-tiba Shanaya tersentak oleh pikirannya sendiri.
'Tunggu.. Tapi jika benar Kak Shawn bukanlah kakak kandungku, berarti selama ini aku dekat dengan laki-laki yang tidak ada hubungan darah denganku. Aku seringkali memeluknya, meminta dia menggendongku, berpelukan saat tertidur di tempat tidur yang sama dengannya, bahkan aku seringkali menciumnya, meskipun hanya di pipinya. Oh My God.. Tapi sejujurnya aku selalu nyaman saat bersamanya, saat ini aku benar-benar sangat merindukannya. Ya Tuhan, tolong pertemukan aku dengan Kak Shawn, Mommy dan Daddy..' Doa Shanaya dalam hati, hingga perlahan Shanaya benar-benar terlelap dalam tidurnya.
*************************
Sebuah guncangan di tubuh Shawn, berhasil membangunkan Shawn yang tidak sengaja tertidur di kursinya. Drake yang tertidur di atas sofa pun ikut terusik dan membuka matanya. Terlihat Dawson, ketua cabang Toddestern di Denmark sekaligus orang kepercayaan Shawn, berdiri tepat di hadapan Shawn.
"Maaf Boss, kami melihat ada pergerakan dalam jumlah besar di dekat Pelabuhan Nyhavn. Sesuai perkiraan anda sebelumnya, akan ada bantuan besar-besaran dari Perancis. Dan setelah kami selidiki, mereka memang datang dari Perancis beberapa hari yang lalu." Shawn menyimak penjelasan Dawson dengan serius.
"Segera bersiap, kita sambut kedatangan mereka.. Aku yakin Sheran akan datang langsung untuk menyerang penthouse ini dan menyelamatkan Seira. Oleh karena itu, pantau terus dari daerah mana dia datang. Kita akan menyelamatkan Shanaya ke tempat dimana Shanaya disekap dalam waktu yang sama." Tegas Shawn yang langsung diangguki Dawson juga Drake.
*************************
Terima kasih banyak ya atas Like, Rate bintang 5, Favorit dan Comment-nya, selalu menjadi semangat dan motivasi lebih untukku menulis kisah Shawn juga Shanaya.
Semoga selalu sehat, bahagia, banyak rezeki dan sukses selalu ya semuanya. Love u all ❤️❤️❤️❤️❤️