Forbidden Love Of The Mafia King

Forbidden Love Of The Mafia King
Episode 51 Memilikimu Seutuhnya



WARNING..!!!


Mengandung adegan dewasa, hanya untuk usia 21 tahun keatas dan sudah menikah. Mohon bijak memilih bacaan. Bocil dilarang mengintip ya..


*************************


Hening.. Degup jantung dua insan yang sudah terikat dalam ikatan halal itupun tersamarkan suara gemericik air hujan yang menjadi symphony malam. Sepasang netra berwarna biru dan hazel itu saling memandang dengan sorot mata penuh damba.


Pipi Shanaya semakin  merona karena malu, pasalnya Shawn masih bergeming, padahal Shanaya sudah tidak sabar menunggu reaksi suaminya itu. Shawn jelas tahu kalau Shanaya berusaha mengesampingkan rasa malunya demi mendapat maaf juga meyakinkan Shawn tentang perasaan cintanya. Karena itulah, Shawn merasa sangat bahagia dengan apa yang dilakukan istri tercintanya.


Sesungguhnya hasrat Shawn sudah sampai ke ubun-ubun karena pemandangan indah dihadapannya, namun Shawn sekuat tenaga menahan diri agar tidak langsung menerkam istrinya saat ini juga. Shawn tidak ingin moment malam terpenting itu mereka lewati di ruang santai, meskipun sesungguhnya privacy mereka benar-benar terjaga, karena para pelayan dan para penjaga tidak mungkin masuk kesana. Tapi Shawn ingin melakukan moment pertama itu di kamar pribadi mereka yang pastinya lebih nyaman dan private.


Tanpa mengubah ekspresinya, Shawn tiba-tiba menggendong tubuh Shanaya untuk menaiki tangga menuju lantai 2. Shanaya melingkarkan kedua tangannya di leher Shawn dan tampak penuh tanya memandangi wajah suaminya yang masih tanpa ekspresi.


Sesampainya di kamar, Shawn merebahkan tubuh Shanaya dengan sangat lembut dan hati-hati. Lalu menyusul naik dan mengungkung tubuh indah Shanaya yang berada di bawah tubuhnya. Selama beberapa detik, keduanya hanya saling menatap, saling menyelami perasaan pasangan dihadapannya. Perlahan Shawn melabuhkan sebuah kecupan lembut di kening Shanaya, seiring terucapnya doa di dalam hati yang dipenuhi rasa syukur.


"Sayang.. Apa kamu benar-benar sudah menerimaku sebagai suamimu?" Lirih Shawn seolah sedang memastikan, tidak ingin Shanaya melakukan sesuatu yang akan dia sesali nantinya.


"Iya Sayang.. Kenapa kamu bertanya lagi?" Shanaya mengerucutkan bibirnya, tiba-tiba kesal dengan pertanyaan Shawn yang meragukan perasaannya.


Tapi justru Shawn menaikkan kedua sudut bibirnya, lalu tanpa aba-aba mendaratkan bibirnya di bibir Shanaya dengan tubuhnya yang tidak lagi berjarak dari istrinya. Mendapat serangan mendadak dari Shawn, Shanaya sempat terkejut, namun akhirnya berusaha mengimbangi serangan suaminya.


Shanaya melingkarkan tangannya di leher Shawn, keduanya saling menikmati sensasi indera perasa yang saling berpagutan. Suara manis Shanaya semakin menggoda, tatkala sentuhan memabukkan bergantian menelusuri bagian tubuh Shanaya, hingga tubuh Shanaya menggelinjang hebat.


Keduanya terhanyut dalam kenikmatan, deru nafas keduanya saling memburu, membentuk serangkaian nada indah yang menuntut mereka melayang lebih tinggi lagi. Hingga Shawn kembali melirihkan doa di dalam hati, seraya melepas semua penghalang yang menjadi jeda diantara mereka berdua.


Mata sayu Shanaya dan netra biru Shawn yang semakin berkabut, menandakan raga mereka sudah terlalu haus untuk saling memanjakan. Hingga perlahan namun pasti, Shawn akhirnya melabuhkan segenap raga dan perasaan cintanya.


Air mata haru lolos dari kedua sudut mata Shanaya. Karena apa yang selalu dia jaga, akhirnya diserahkan dengan begitu rela pada sang pemilik hati, satu-satunya orang yang paling berhak mendapatkannya, yaitu suaminya tercinta.


*************************


Shawn mengecup lembut kelopak mata Shanaya yang tertutup, lalu bergerak ke hidung dan berlabuh di bibir Shanaya. Jemarinya pun mengelus perlahan pelipis Shanaya.


"Terima kasih Sayang, sudah mengizinkanku memilikimu seutuhnya. Aku benar-benar mencintaimu." Ungkapan cinta Shawn bersambut senyum manis di sela rasa lelah Shanaya.


Perjalanan pertama berakhir dengan perasaan luar biasa yang tidak ada bandingannya. Dibawah selimut tebal, Shawn mendekap tubuh lelah Shanaya yang merangsek di dadanya. Membiarkan istrinya beristirahat setelah pertempuran pertama mereka yang pastinya sangat melelahkan. Namun sikap sabar Shawn rupanya tidak bertahan lama, karena ternyata ritual itu sudah menjadi candu untuknya, membuat otak dan tubuhnya menginginkannya lagi.


"Sayang.. Apa aku boleh minta lagi?" Lirih Shawn membuat Shanaya yang sudah memejamkan mata, kembali membuka mata indahnya. Shanaya hanya tersenyum, lalu mengangguk mengiyakan permintaan suaminya. Karena meskipun tubuhnya cukup lelah, tapi Shanaya mengakui kalau dirinya pun menginginkannya lagi, sama seperti suaminya.


Mendapat lampu hijau dari Shanaya, Shawn kembali melancarkan aksinya menggoda tubuh Shanaya dengan sentuhan-sentuhan memabukkannya. Tapi kali ini Shawn berusaha melakukannya selembut mungkin. Malam yang dinginpun kembali memanas dengan adegan demi adegan memburu kenikmatan, bahkan hingga dini hari menjelang.


*************************


"Good morning My Love.." Suara super lembut dan wajah tampan Shawn menjadi pemandangan pertama yang Shanaya temui saat pertama kali membuka mata.


"Good morning My Life.." Jawab Shanaya sambil melengkungkan kedua sudut bibirnya.


Namun bukannya bangun, Shanaya malah menaikkan selimutnya sampai sebatas leher, lalu kembali mencari kehangatan di dada bidang Shawn. Shawn hanya tersenyum dan memeluk erat tubuh Shanaya seraya mengelus lembut punggung Shanaya.


"Kita mandi yuk Sayang.." Ajak Shawn dengan jemari yang mulai menjelajah kesana-kemari. Shanaya paham dengan gelagat Shawn, berpikir kali ini giliran kamar mandi yang akan menjadi saksi pertempuran mereka selanjutnya.


Berniat mengerjai suaminya, Shanaya memilih membalikkan tubuh dan memejamkan mata, membuat Shawn memberengut kecewa.


"Masih lelah ya Sayang? Hmm, baiklah.. Aku sudah meminta pelayan menyiapkan makanan untuk kita. Nanti kamu bisa mandi atau makan dulu." Tidak ada jawaban dari mulut Shanaya, dan entah kenapa hal itu membuat Shawn sedikit frustasi. Karena sejak tadi, dia sudah menunggu Shanaya bangun untuk mengajaknya mandi air hangat bersama. Tapi sekarang Shanaya justru memilih untuk kembali meneruskan tidurnya.


Sekuat tenaga, Shanaya berusaha menahan tawanya yang hampir keluar. Namun ternyata tingkah Shanaya ini disadari oleh Shawn yang sedetik kemudian mengulas senyum jahilnya.


"Aaaaa.." Shanaya refleks berteriak, saat tiba-tiba Shawn menggendong tubuhnya yang berbalut selimut turun dari tempat tidur, hendak menuju kamar mandi.


"Rupanya kamu sudah berani mengerjaiku ya Sayang.. Lihat saja pembalasanku." Mendengar perkataan Shawn, Shanaya bukannya takut. Tapi justru tertawa kecil seraya melingkarkan kedua tangan di leher Shawn dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, hingga mereka sampai di kamar mandi yang terlihat lebih istimewa dari sebelumnya.


*************************


Terima kasih banyak ya atas Like, Rate bintang 5, Favorit dan Comment-nya, selalu menjadi semangat dan motivasi lebih untukku menulis kisah Shawn juga Shanaya.


Semoga selalu sehat, bahagia, banyak rezeki dan sukses selalu ya semuanya. Love u all ❤️❤️❤️❤️❤️