Forbidden Love Of The Mafia King

Forbidden Love Of The Mafia King
Episode 30 Aku Minta Maaf



Di salah satu kamar Hotel BAA, yang terletak di lantai 50, seorang gadis tampak menangis kesal dengan posisi menelungkup di atas tempat tidur. Sesekali kakinya menghentak kasar, membuat sprei tempat tidurnya semakin berantakan.


"Brengs*k.. Beraninya laki-laki itu memeluk dan menciumku. Tapi kenapa aku bisa begitu bodoh saat berhadapan dengannya? Mungkin saja dia sering melakukannya pada banyak perempuan, pasti dia menganggapku perempuan murahan." Sehrish menenggelamkan kepalanya di bawah bantal untuk menahan teriakan kesalnya pada sosok Shawn.


"Seharusnya tadi aku bukan hanya menamparnya, tapi juga memukul dan menendangnya sampai tenggelam. Aku benar-benar membenci laki-laki kurang ajar itu." Lagi-lagi Sehrish menghentakan kedua kakinya dengan sangat kencang.


Ting-tong..


Bel pintu kamar hotel yang berbunyi, mengalihkan atensi Sehrish seketika. Sehrish segera bangkit dari tempat tidur dan membenahi penampilannya yang berantakan, sebelum melihat siapa yang datang.


Sehrish mengintip melalui lubang pintu kamar untuk mencari tahu siapa yang datang. Dahinya berkerut saat melihat seorang laki-laki berseragam hotel, memakai topi dan masker, tampak berdiri di depan pintu. Di sebelahnya terdapat meja troli berisi beberapa hidangan yang ditutup tudung saji berbahan stainless steel.


"Hmm, Room service.. Aku tidak memesan apapun." Meskipun merasa heran, Sehrish tetap membuka pintu kamarnya.


"Sorry.. I didn't order anything. (Maaf.. Saya tidak memesan apapun)." Ujar Sehrish begitu membuka pintu kamarnya.


"All these dishes are specially ordered by someone who thinks you are very special in his life. (Semua hidangan ini dipesan khusus oleh seseorang yang menganggap anda istimewa di hidupnya)." Sehrish masih mencerna apa yang didengarnya, saat Room boy itu menerobos masuk sambil mendorong meja troli didepannya ke dalam kamar. Bahkan Room boy itu langsung menutup pintu kamar tanpa izin Sehrish.


Sehrish hampir meluapkan protesnya pada Room boy yang dianggapnya kurang ajar itu, namun lidahnya mendadak kelu, begitu melihat laki-laki itu membuka topi dan juga maskernya.


"Maafkan aku.. Karena tidak tahu bagaimana cara meminta maaf yang benar atas perbuatanku pagi tadi. Aku mohon maafkan kesalahanku, aku sungguh tidak bermaksud untuk bertindak kurang ajar padamu. Aku sungguh meminta maaf, jika kamu marah." Ucap Shawn penuh penyesalan.


Sehrish bersiap meluapkan makian yang sudah memenuhi otaknya, namun apa yang dilakukan Shawn mengurungkan niatnya. Shawn tiba-tiba berlutut seraya menundukkan kepalanya, Sehrish pun refleks memundurkan dirinya, tidak menyangka kalau Shawn yang dikenalnya bernama Steve itu akan berlutut memohon maafnya.


"Aku tidak akan memaafkanmu.." Perkataan Sehrish menohok hati Shawn. Dia mendongak menatap dalam netra Sehrish yang terlihat penuh amarah.


"Kamu sudah bertindak kurang ajar padaku. Penyesalanmu sungguh tidak berguna, kamu pasti seringkali melakukannya pada banyak perempuan di luar sana. Aku bukan perempuan murahan, yang bisa kamu peluk dan cium seenaknya. Aku sungguh membencimu." Mendengar suara Sehrish yang bergetar karena hampir menangis, Shawn langsung berdiri. Tangannya sedikit terentang hendak memeluk Sehrish, tapi urung karena takut Sehrish semakin menganggapnya laki-laki brengs*k.


"Maafkan aku.. Tapi aku tidak pernah menganggapmu seperti itu. Mungkin kamu menganggapku seorang pria mesum yang kurang ajar. Tapi aku melakukannya karena dorongan perasaan yang tidak bisa aku kendalikan. Ciuman tadi adalah ciuman pertamaku.. Kamulah perempuan pertama yang berhasil membuat hatiku luluh. Kamu mungkin tidak percaya, tapi aku benar-benar jatuh cinta padamu." Penjelasan Shawn yang tidak terduga, berhasil membuat Sehrish membeku tidak tahu harus berkata apa.


Belum habis rasa terkejut yang dirasakan Sehrish, Shawn tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak perhiasan berukuran mungil, yang kemudian dibuka oleh Shawn, membuat mata Sehrish membulat sempurna. Sebuah cincin berlian berwarna biru, memukau netra Sehrish yang jernih.


"Aku akan melamarmu dihadapan Papamu." Ucap Shawn tegas.


"Hah, melamar? Jangan gila, aku bahkan tidak mengenalmu. Aku tidak akan menerima lamaranmu. Apa mungkin kamu mempunyai misi mengembangkan daerah kekuasaan klanmu, sehingga kamu memanfaatkanku dengan cara menikahiku?" Tuduh Sehrish dengan mata memicing karena curiga.


Shawn menggelengkan kepalanya, lalu dipegangnya lengan Sehrish dengan lembut, disertai tatapan dalam juga tulus tepat di netra Sehrish.


"Pandang aku, lihat ke dalam mataku.. Apa kamu menemukan kebohongan disana? Apa kamu melihat keraguan di wajah dan mataku saat aku mengatakan kalau aku benar-benar jatuh cinta padamu? Aku bukanlah orang yang bisa berpura-pura." Sesaat Sehrish begitu larut oleh lembutnya suara dan perkataan pria tampan dihadapannya. Apalagi netra birunya selalu berhasil menghipnotis Sehrish hingga lupa akan keraguannya. Namun setelah kesadarannya kembali, Sehrish segera melepas kedua tangan Shawn dari lengannya dengan sedikit canggung.


"Hanya kamu perempuan satu-satunya yang aku sentuh. Aku pun tidak tahu, kenapa aku sulit menahan diriku untuk tidak menyentuhmu. Karena itulah, tolong terima lamaranku untuk menikahimu.." Sorot mata penuh harap terlihat jelas di netra Shawn, namun Sehrish tentu masih belum percaya begitu saja. Hingga tiba-tiba perut Sehrish berbunyi cukup keras, menandakan cacing-cacing di perutnya sudah protes minta diberi makan.


Kruyuuuuk..


Raut sendu di wajah Shawn sekejap berubah senyuman manis yang justru membuat Sehrish malu. Sehrish mengalihkan pandangannya dari Shawn, yang kini mendekat ke arah meja troli berisi hidangan-hidangan yang dibawanya tadi.


"Ayo kita makan bersama." Ajak Shawn hendak membuka penutup dari hidangan-hidangan didepannya.


"Aku tidak mau.." Tolak Sehrish keras, mengurungkan niat Shawn untuk membuka penutup hidangan yang sudah dipegangnya.


"Baiklah, aku akan keluar.. Tapi kamu tetap harus makan ya." Bujuk Shawn yang justru dibalas dengusan kesal dari Sehrish.


Shawn melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, namun sebelum tangannya menyentuh handle pintu, Shawn memutar kembali tubuhnya dan menatap Sehrish penuh harap.


"Aku harap malam ini kamu datang dan menerima lamaranku.. Jangan ragukan perasaan cintaku padamu, karena aku benar-benar mencintaimu." Lirih Shawn lalu membuka handle pintu dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sehrish.


Sementara Sehrish menghela nafas dalam, berusaha meredakan degup jantungnya yang tidak beraturan sejak tadi.


"Kenapa laki-laki itu selalu membuat hatiku berdegup tidak karuan seperti ini. Apa sebenarnya aku pun sudah jatuh cinta padanya?" Tanya Sehrish ragu.


Perlahan Sehrish melangkahkan kakinya menuju meja troli yang sesungguhnya cukup menggodanya sejak tadi. Dibukanya satu persatu penutup hidangan dihadapannya, dan raut wajahnya begitu terkejut mendapati beberapa makanan khas Indonesia favoritnya tampak menggoda lidahnya saat ini.


"Apa-apaan ini? Kenapa laki-laki itu bisa tahu semua makanan favoritku?" Sehrish menatap takjub nasi liwet, ikan bakar saus kecap, sate maranggi, batagor, es goyobod, puding bajigur dan beberapa makanan sunda lainnya.


"Dari mana dia mendapatkan semua makanan ini? Tidak mungkin Hotel ini menyediakan makanan Indonesia selengkap ini." Meskipun Sehrish masih diliputi perasaan heran dan terkejut, dia memutuskan untuk mencicipi semua makanan favoritnya itu.


"Semuanya enak, sepertinya aku bisa menghabiskan semuanya sendirian." Ujar Sehrish bersemangat.


Tanpa Sehrish sadari, tingkahnya itu menarik lengkungan di kedua sudut bibir Shawn yang berada di kamar sebelah. Rupanya Shawn sudah memasang camera micro pada meja troli makanan sesaat sebelum dia meninggalkan kamar Sehrish. Shawn hanya ingin tahu, apakah Sehrish memakan semua makanan itu atau tidak. Semua makanan yang Shawn tahu pasti adalah makanan favorit Shanaya.


************************


Terima kasih banyak ya atas Like, Rate bintang 5, Favorit dan Comment-nya, selalu menjadi semangat dan motivasi lebih untukku menulis kisah Shawn juga Shanaya.


Semoga selalu sehat, bahagia, banyak rezeki dan sukses selalu ya semuanya. Love u all ❤️❤️❤️❤️❤️