Forbidden Love Of The Mafia King

Forbidden Love Of The Mafia King
Episode 36 Diantara 2 Pria



Shanaya masih bergeming, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Baginya pernyataan Shawn sangat diluar dugaannya, tidak menyangka Shawn akan jujur dan mengatakan sebuah rahasia penting tentang dirinya.


"Kenapa kamu mengatakan rahasia tentang dirimu padaku? Terlebih apa yang kamu katakan itu adalah sesuatu yang sangat sensitif." Shanaya masih tidak percaya, kenapa Shawn membocorkan rahasianya yang bukan anak kandung dari Sall dan Sanchia. Tentunya hal itu akan sangat berbahaya, jika diketahui pihak musuh yang berniat menjatuhkan Shawn.


"Aku mengatakannya, karena aku begitu percaya padamu. Kamu adalah satu-satunya perempuan yang aku cintai, tempat dimana aku membagi cerita bahkan rahasia terbesarku sekalipun." Perkataan serius Shawn, justru membuat Shanaya tidak nyaman. Bagaimanapun Shanaya merasa dia bukanlah orang yang layak dipercaya, karena dirinya berniat menghancurkan Shawn suatu saat nanti.


Berusaha mengalihkan pembicaraan dan menutupi kecanggungan, Shanaya memilih mendudukkan dirinya di atas sofa. Terlebih dia merasa tidak nyaman karena Shawn terus saja memangkas jarak darinya.


"Sayang.. Aku benar-benar serius dengan perasaanku terhadapmu. Aku ingin menikahimu dan hidup bersamamu sampai akhir hayat." Ucap Shawn setelah mendudukkan dirinya tepat di sebelah Shanaya.


"Aku akan membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Papa." Shawn menghela nafas panjang mendengar perkataan Shanaya. Dia tahu pasti, kalau Alrico begitu menentang ide Shanaya untuk menikah dengannya. Tapi Shawn yakin Shanaya mau menikah dengannya, meskipun bukan karena cinta, melainkan untuk menghancurkan keluarga Knight.


Tok.. Tok.. Tok..


Sebuah ketukan mengejutkan Shanaya juga Shawn, hingga mereka kompak menutup mulut takut obrolan mereka didengar orang dari luar. Karena Alrico memang sengaja tidak melengkapi kamar Shanaya dengan peredam suara seperti kamarnya.


"Siapa?" Shanaya sedikit berteriak.


"Saya Estella, Nona.. Boleh saya masuk?" Tanya Estella membuat Shanaya gelagapan. Shanaya segera mendorong tubuh Shawn ke dalam ruang walk in closet di sebelah ruang tidurnya. Lalu meminta Shawn untuk diam dan bersembunyi disana. Shanaya takut sekali kalau keberadaan Shawn akan ditemukan dan menimbulkan kegaduhan, yang akan membuat Papanya murka.


Segera dibukanya pintu kamar yang menampakan wajah Estella yang mendorong rak baju yang menggantung beberapa gaun malam yang sangat indah.


"Apa ini Estella?" Shanaya bertanya dengan mata menatap heran pada deretan gaun malam didepannya.


"Gaun-gaun ini baru datang dari butik Nona. Tuan Ali meminta Nona untuk mencoba dan memilih gaun yang Nona suka." Jawaban Estella masih belum memuaskan rasa penasaran Shanaya.


"Tapi untuk apa aku memakai gaun ini? Sepertinya tidak ada acara khusus yang harus aku hadiri." Shanaya masih menatap penuh tanya pada Estella.


"Tuan Ali bilang, besok tunangan anda akan datang dari luar negeri. Dan malamnya Tuan Ali mengundangnya untuk makan malam disini Nona." Jawaban Estella bukan hanya berhasil mengejutkan Shanaya, tapi juga Shawn yang menguping di balik dinding ruang walk in closet.


Setelah Estella keluar dari kamar Shanaya, Shawn segera keluar dari persembunyiannya. Dengan gerakan tidak sabar, Shawn langsung menggenggam kedua tangan Shanaya.


"Tolong tanyakan pada hati kecilmu tentang perasaanmu yang sesungguhnya.. Tolong kenali hatiku yang begitu tulus mencintaimu.. Dan tolong katakan, kalau kamu mau menikah denganku." Mohon Shawn tulus dengan sorot mata penuh harap.


Perlahan Shanaya melepas genggaman tangan Shawn, lalu sedikit memalingkan wajahnya ke arah lain, merasa tidak tahan dengan tatapan netra biru Shawn yang selalu berhasil meluluhkan hatinya.


"Kamu dengar sendiri kan, kalau aku sudah mempunyai tunangan. Sepertinya aku tidak mungkin menikah denganmu.." Seketika Shawn menangkup wajah Shanaya dengan kedua tangannya, lalu menatap dalam netra Shanaya yang selalu berusaha menghindari tatapannya.


"Lihat mataku Sayang.. Tolong jangan bohongi perasaanmu, kalau kamu pun sebenarnya memiliki perasaan yang sama sepertiku. Aku mencintaimu Sayang.. Sangat-sangat mencintaimu." Ucap Shawn lirih.


Shanaya merasakan ketulusan dan kejujuran dalam setiap untaikan kata yang diucapkan Shawn, meskipun hatinya terus berusaha menolak.


'Aku akui, sebenarnya aku pun mencintaimu.. Tapi aku tidak ingin jatuh ke dalam pelukanmu, karena suatu saat aku harus menghancurkan kamu dan keluargamu.' Ujar Shanaya dalam hati.


"Pergilah.. Aku tidak ingin Papa mengetahui keberadaanmu disini." Shanaya melepas perlahan tangan Shawn yang masih menangkup lembut wajah cantiknya. Lalu berjalan beberapa langkah membelakangi Shawn yang masih berdiri di tempatnya.


"Aku yang khawatir padamu." Ungkap Shanaya yang seketika menyesali kejujurannya.


Shawn tersenyum lembut, perlahan dirinya mengikis jarak dengan Shanaya. Memeluk tubuh indah Shanaya dan menatap lembut wajah seseorang yang begitu dicintai juga digilainya.


"Aku tahu kamu pun mencintaiku.. Jujurlah pada hatimu, dan genggamlah tanganku." Lirih Shawn yang justru dibalas Shanaya dengan mendorong pelan tubuh Shawn.


"Pergilah.." Perkataan Shanaya lagi-lagi mengecewakan Shawn, tapi Shawn tidak ingin menyerah begitu saja.


Cup..


Tiba-tiba Shawn mengecup lembut bibir indah Shanaya disertai pelukan erat seolah enggan melepas perempuan terkasihnya. Shanaya membeku, tidak menyangka kalau Shawn akan memeluk dan mencium bibirnya.


"Aku akan pergi, tapi aku akan menjemputmu besok. Jadi bersiaplah.." Shawn segera melepas pelukannya dari tubuh Shanaya, lalu melihat ponsel yang diambilnya dari saku celana. Sedangkan Shanaya diam-diam memandang wajah Shawn yang terlihat serius.


Selama beberapa saat, Shawn memandang tampilan rekaman CCTV di beberapa sudut mansion itu, lalu mengikuti instruksi Drake yang menginfokan posisi para pengawal Alrico yang menjaga mansion itu.


"Jaga dirimu Sayang.. Tunggu aku kembali." Ujar Shawn seraya mengelus lembut pipi Shanaya, sebelum akhirnya keluar dari kamar Shanaya.


Sementara Shanaya sedang mati-matian menenangkan jantungnya yang berdegup kencang karena semua perlakuan manis Shawn padanya.


'Dia selalu membuat jantungku tidak sehat. Andai saja dia bukan berasal dari keluarga Knight, mungkin aku akan bahagia menyerahkan hatiku padanya.' Sesal Shanaya.


*************************


Suasana mansion terutama ruang makan mansion Alrico sudah disulap sedemikian rupa untuk menyambut Sheran M. Laurent yang menurut Alrico adalah tunangan Shanaya. Di kamarnya, Shanaya terlihat begitu tidak bersemangat, meskipun dirinya sudah terlihat sangat cantik dengan gaun malam berdesign simple elegant dan juga riasan minimalisnya.


Selang beberapa belas menit kemudian, dua orang pelayan tampak memanggilnya karena sang tamu kehormatan sudah tiba dan sedang menunggu di ruang tamu mansion bersama sang Papa.


Dengan menunduk disertai langkah malas Shanaya akhirnya menuruni satu persatu anak tangga menuju ruang tamu. Tanpa menyadari ada sepasang mata penuh kerinduan mengiringi langkahnya saat ini. Senyum tampannya bahkan tidak berniat dia sembunyikan, karena rasa bahagia yang memenuhi hatinya. Hingga akhirnya Shanaya sampai di lantai ruang tamu dan memandangnya dengan ekspresi tidak terbaca.


'Pasti dialah yang bernama Sheran.. Aku sepertinya benar-benar mengenalnya, wajahnya tampak tak asing.. Apa yang harus aku lakukan sekarang?'' Ucap Shanaya dalam hati.


Melihat Shanaya hanya bergeming di tempatnya, Sheran gegas mendekat, merasa tidak sabar menyapa perempuan yang begitu dia rindukan. Namun ternyata bukan hanya sapaan yang kini terlontar dari mulutnya, melainkan juga ungkapan perasaannya.


"Apa kabarmu Princess? Aku bersyukur kamu baik-baik saja, aku sangat merindukanmu." Lirih Sheran seraya mendekap erat tubuh Shanaya yang membeku karena rasa terkejutnya.


*************************


Terima kasih banyak ya atas Like, Rate bintang 5, Favorit dan Comment-nya, selalu menjadi semangat dan motivasi lebih untukku menulis kisah Shawn juga Shanaya.


Semoga selalu sehat, bahagia, banyak rezeki dan sukses selalu ya semuanya. Love u all ❤️❤️❤️❤️❤️