Forbidden Love Of The Mafia King

Forbidden Love Of The Mafia King
Episode 42 Aku Mau Menikah Denganmu



Hari-hari yang indah sudah kembali menyapa keluarga Knight, dimana senyum bahagia mulai kembali menghiasi wajah-wajah anggota keluarganya setelah Sanchia sadar dari tidur panjangnya. Sall sudah mulai menyerahkan kembali urusan pekerjaan dan klan kepada Shawn, karena dirinya semakin tidak rela kehilangan moment kebersamaannya bersama sang istri. Meskipun Shawn pun lebih banyak melakukan pekerjaan dan memantau perusahaan juga klannya dari mansion, karena masih ingin lebih banyak waktu bersama keluarganya.


Namun bukan hanya Sall dan Shawn yang mencurahkan perhatian dan waktunya untuk Sanchia yang sedang dalam tahap pemulihan, melainkan juga Shanaya yang begitu terbuka menunjukkan kasih sayangnya pada sang Mommy, yang dianggap baru ditemuinya saat dia sudah dewasa.


Seperti pagi ini, Shanaya begitu bersemangat menyuapi Sanchia. Keduanya tidak berhenti mengulas senyuman seraya mengobrol ringan. Interaksi hangat diantara keduanya, memantik kebahagiaan di hati Sall dan Shawn yang memandangi mereka sambil menyesap secangkir jasmine tea tidak jauh dari sana.


Meskipun semua tampak baik-baik saja, rupanya Sanchia menyadari ada yang tidak beres dari keluarganya selama beberapa hari ini. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya saat melihat interaksi Shanaya dengan Shawn, terutama dengan Daddy-nya yang terasa sangat jauh.


"Shanaya Sayang.. Apa ada sesuatu yang terjadi antara kamu dengan Kakakmu juga Daddy-mu? Mommy perhatikan, kamu seolah menjaga jarak dengan mereka. Ada apa Sayang?"


Shanaya merasa tersentak mendengar pertanyaan Sanchia, begitupun Sall dan Shawn yang juga cukup bisa mendengar perkataan Sanchia itu. Memang selama hampir lima hari ini, Sanchia masih belum mengetahui kalau Shanaya kehilangan ingatannya.


Sall dan Shawn pun belum menceritakan tentang Shanaya yang sudah dipengaruhi cerita bohong oleh Alrico, karena Dokter sudah mewanti-wanti agar Sanchia tidak dibebani banyak pikiran saat ini. Sehingga akhirnya Sall, Shawn dan Shanaya sepakat untuk merahasiakan hal ini terlebih dahulu dari Sanchia, hingga nanti Sanchia cukup sehat untuk bisa menerima berbagai kejutan yang pastinya akan sangat mengguncang hati dan pikirannya itu.


'Apa yang harus aku katakan pada Mommy? Aku masih belum sepenuhnya percaya pada Daddy dan Shawn. Banyak bukti menunjukkan kalau aku memang Shanaya Zarine Knight, tapi perkataan Papa Ali pun tidak bisa aku abaikan. Dialah Papaku yang penuh kasih sayang, meskipun Shawn bilang kalau Papa adalah orang jahat.' Ucap Shanaya dalam hati.


"Tidak ada apa-apa Mom.. Aku hanya sedang malas saja dengan Daddy dan juga Shawn. Terkadang mereka membuatku kesal." Sanchia tersenyum mendengar putrinya yang sedang merajuk dengan raut gemasnya.


"Kakak dan Daddy-mu memang kekanak-kanakan. Kalau mereka membuatmu kesal lagi, bilang langsung sama Mommy ya, nanti Mommy beri mereka pelajaran." Ujar Sanchia dengan mata melirik suami dan putranya yang menanggapinya dengan tawa kecil.


Sall dan Shawn pun menghela nafas lega, karena Shanaya ternyata bisa diajak bekerjasama untuk tidak semakin membuat Mommy-nya curiga. Sebenarnya Sall dan Shawn sudah tidak sabar untuk menceritakan semuanya pada Sanchia, tapi resiko cedera otak dan guncangan psikis yang berbahaya, membuat Sall dan Shawn tidak mau mengambil resiko yang akan mengancam keselamatan Sanchia.


"Oiya Sayang, sejak kapan kamu memanggil Kakakmu hanya dengan nama? Apa setelah kalian mengetahui kalau kalian bukanlah saudara kandung? Tapi Mommy menyukainya, apalagi sekarang Shawn seringkali memanggilmu dengan panggilan Sayang." Mendengar perkataan Sanchia, Shawn segera menghampiri Sanchia dan menggenggam erat tangan Mommy-nya itu.


"Kenapa Shawn? Mommy masih mengingat apa yang kamu katakan saat Mommy tertidur lama Shawn. Tadinya Mommy pikir itu hanya mimpi, tapi itulah isi hati yang kamu ceritakan ke Mommy kan?" Ucap Sanchia seraya mengelus puncak kepala Shawn penuh kasih sayang.


"Benarkah Mommy mendengar semua ungkapan perasaanku? Apa Mommy mengizinkan Shawn mencintai Shanaya?" Shawn semakin erat menggenggam tangan Sanchia dengan raut harap-harap cemas.


"Tentu saja Sayang, Mommy selalu yakin kalau kamu adalah pria terbaik bagi Shanaya. Pria yang bisa menjaga, melindungi dan mencintainya sepenuh hatimu." Ucap Sanchia tulus, yang langsung dibalas pelukan dari Shawn.


"Terima kasih banyak Mom.. Sudah mengizinkanku untuk bersama Shanaya. Aku mencintaimu Mom." Ungkap Shawn lalu mendaratkan kecupan di pipi Sanchia, yang langsung menuai protes Sall.


"Hai Son, ciumlah wanitamu sendiri, jangan cium wanitaku." Shawn dan Sanchia tertawa melihat Sall yang melangkah lebar mendekati mereka. Berbeda dengan Shanaya yang justru diam, merasa dirinyalah yang dimaksud Sall pada Shawn.


Cup..


Tiba-tiba Shawn mencium pipi Shanaya hingga membuat pipi Shanaya merona karena malu. Sall merangkul Sanchia dan sama-sama mengulas senyum bahagianya.


"Me..ni..kah?" Shanaya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mendengar pertanyaan Sanchia, berbeda dengan Shawn yang justru terlihat berbinar bahagia.


"Mommy merestui kami menikah secepatnya?" Tanya Shawn memastikan.


"Tentu saja, lebih cepat lebih baik. Apa lagi yang kalian tunggu." Ucap Sanchia tanpa ragu.


Karena terlalu bahagia, Shawn meluapkan perasaannya dengan memeluk erat Shanaya tanpa malu di depan orangtuanya. Namun ekspresi wajah Shanaya yang tampak tidak bahagia, rupanya tidak luput dari perhatian Sanchia, yang kemudian menatap Shanaya sendu.


"Ada apa Sayang? Apa kamu belum siap untuk menikah? Atau sebenarnya.. kamu tidak mencintai Shawn?" Tanya Sanchia sedikit ragu.


Shawn pun langsung merasa lemas dengan pertanyaan Sanchia pada Shanaya. Sesungguhnya Shawn begitu takut Shanaya akan menolak permintaan Sanchia, apalagi jika kemudian Shanaya mengatakan kalau dia tidak mencintai dirinya. Sungguh Shawn sangat takut akan hal itu.


"Bukan seperti itu maksudku Mom, aku hanya terlalu terkejut tadi." Elak Shanaya.


'Mommy tampak sedih sekali sekarang. Apa aku akan membuat Mommy semakin sedih jika menolak menikah dengan Shawn? Aku merasa semuanya terlalu cepat, aku pun masih ragu dengan identitasku. Aku pun sedang menjaga hatiku agar tidak jatuh terlalu dalam pada pesona Shawn, tapi kenapa sekarang aku malah harus menikah dengannya?' Batin Shanaya.


"Shanaya Sayang, maafkan Mommy kalau apa yang Mommy katakan membuatmu tertekan. Mommy tidak akan memaksamu untuk menikah dalam waktu dekat. Mommy hanya terlalu bahagia melihat kebersamaanmu dengan Shawn. Sejujurnya Mommy memang berharap kamu berjodoh dengannya. Karena menurut Mommy Shawn-lah pria terbaik yang paling pantas menjadi pendampingmu." Ucap Sanchia begitu lirih, membuat Shanaya merasa sangat bersalah. Pikirannya berkecamuk, bingung menentukan sikap dan keputusan apa yang harus dia ambil.


"Mommy.. Shanaya.. mau menikah dengan Shawn." Ucapan Shanaya menarik lengkungan indah di kedua sudut bibir Sanchia dan Sall, namun berbeda dengan Shawn yang justru membulatkan matanya karena tidak menyangka kalimat istimewa itu akan keluar dari mulut Shanaya.


Netra biru Shawn menatap dalam mutiara hazel milik Shanaya, kedua tangannya menggenggam erat kedua tangan Shanaya yang dingin. Helaan nafas panjang keluar dari mulut Shawn, sebelum akhirnya Shawn bertanya dengan begitu lembut.


"Shanaya Sayang.. Aku benar-benar sangat mencintaimu dan bahagia mendengar kalimat yang kamu ucapkan sebelumnya. Izinkan aku memastikan sekali lagi, apa benar kamu mau menikah denganku?" Mendapat pertanyaan langsung dari Shawn, Shanaya merasa jantungnya berdetak semakin cepat.


"I..Iya.. Aku mau menikah denganmu.." Ucap Shanaya pelan, namun masih bisa terdengar jelas oleh Shawn, Sanchia dan juga Sall.


"Terima kasih Sayang.. Aku sangat mencintaimu. Aku janji akan menjadi suami yang baik untukmu." Jujur Shawn lalu mencium lembut kedua punggung tangan Shanaya.


'Aku melakukannya demi Mommy..' Lirih Shanaya dalam hati.


*************************


Terima kasih banyak ya atas Like, Rate bintang 5, Favorit dan Comment-nya, selalu menjadi semangat dan motivasi lebih untukku menulis kisah Shawn juga Shanaya.


Semoga selalu sehat, bahagia, banyak rezeki dan sukses selalu ya semuanya. Love u all ❤️❤️❤️❤️❤️