Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-91



Dasar wanita ja**ng, bisa-bisanya sih dia manfaatin Kak Raka di saat lagi ada masalah sama Kak Nico, Kak Raka-nya juga mau aja lagi. Ih … liat aja kamu Alexa, aku bakalan kasih kamu perhitungan," ucap Renata dengan geram.


"Iya, Kakak juga emosi banget deh liatnya. Kok bisa-bisanya sih dia mainin Nico yang udah begitu sayang sama dia, terang-terangan loh diantar sama pria lain di depan Nico. Kakak bisa bayangin gimana sakit hatinya Nico saat itu," kata Vina.


"Iya Kak, ini kayaknya kesempatan kita deh buat menghancurkan Alexa. Kita bikin hubungannya dengan Nico semakin konflik sampai mereka putus. Aku juga bakalan temuin Kak Raka buat panas-panasin dia kalau Alexa itu cuma manfaatin dia doang. Kakak juga harus bisa ketemu sama Kak Nico, ini kesempatan Kakak buat menghibur dia, perhatiin Kak Nico supaya dia simpatik sama Kakak," kata Renata.


"Ide bagus, benar juga apa yang kamu bilang. Tapi gimana caranya biar kita bisa bertemu dengan mereka? Apalagi Nico, dia mana mungkin mau ketemu sama Kakak," kata Vina.


"Itu gampang lah Kak, bisa diatur," kata Renata tersenyum smirk.


*****


Saat ini Anggi sedang berada di ruangannya, ia menangis tersedu-sedu mengingat apa yang terjadi tadi saat ia bertemu dengan Alexa.


"Bunda udah ya Bunda, Nico nggak mau liat Bunda kayak gini terus. Walaupun hubungan Nico dan Alexa harus berakhir, aku nggak masalah kok Bunda, yang penting jangan jatuhkan harga diri Bunda kayak gini lah. Aku nggak mau liat Bunda sedih, hati aku juga ikut sakit Bun," kata Nico sembari memeluk erat sang Ibunda.


"Nggak Nico, ini semua salah Bunda jadi Bunda harus bertanggung jawab untuk memperbaikinya," kata Anggi.


"Terus kita bisa apa Bunda? Kita nggak bisa melakukan apa-apa kan? Biarlah untuk sekarang Alexa tenang dulu," kata Nico.


"Tapi Bunda nggak bisa tenang Nico, Bunda mau hubungan kalian baik-baik aja. Bunda benar-benar menyesali perbuatan Bunda di masa lalu, kasih tau bunda apa yang harus Bunda lakukan sekarang," kata Anggi dengan linangan air matanya yang tiada henti bak air sungai yang mengalir deras.


Nico tak lagi mampu berkata-kata, ia sangat tidak tega melihat ibunya itu terus saja meratapi kesalahannya di masa lalu, untuk saat ini ia hanya dapat memeluknya agar sang ibunda merasa lebih tenang.


"Bunda, udah ya udah. Nico janji akan atasi masalah ini, aku akan temuin Alexa hari ini juga juga dan ngomong baik-baik sama dia. Tapi kalau Alexa nggak bisa memaafkan Bunda, kalau hubungan aku dengan Alexa harus berakhir pun, itu nggak masalah buat Nico. Bunda nggak perlu pikirkan itu," kata Nico dengan yakin.


Meskipun Nico memang sangat mencintai dan menyayangi Alexa, tapi rasanya ia juga tidak bisa lebih memilih Alexa dan mengabaikan orang yang sudah melahirkannya itu, tanpa sadar ia juga ikut meneteskan air matanya.


Ternyata saat itu Arya yang hendak bertemu dengan Nico tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu, Arya yang mengetahui bahwa Nico saat ini sedang ada masalah dengan Alexa dan sedang bersama dengan ibunya di dalam, ia pun mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Nico. Ia lebih memilih pergi dan akan membahas soal pekerjaannya nanti. Lalu Arya pun melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Dokter magang.


"Jadi masalah Alexa dan Dokter Nico berhubungan sama kesalahan orang tua Dokter Nico di masa lalu? Ah aku benar-benar bingung, harusnya tadi aku nggak usah dengar, kalau kayak gini kan aku jadi taunya setengah-setengah," gumam Arya sembari berjalan. Karena tidak melihat-lihat jalan, ia pun tidak sadar jika ada Suster Maya yang mengikutinya.


"Dor …," ucap Maya sembari memegang bahu Arya.


"Suster Maya, bikin kaget aja," kata Arya dan langkahnya pun terhenti.


"Dokter Arya sih jalan sambil ngelamun kayak gitu, ada apa Dok?" Tanya Maya.


"Oh nggak ada apa-apa kok, cuma lagi fokus jalan aja," kata Arya.


"Fokus jalan? Kalau fokus jalan harusnya Dokter nggak ngelamun kayak tadi dong," kata Maya.


"Gitu ya? Ah udahlah Sus nggak penting juga kan. Suster ada menghampiri saya?" Tanya Arya pula.


"Nggak ada apa-apa kok Dok, cuma mau negur Dokter aja," jawab Maya. "Dokter belum pulang?" Tanyanya.


"Belum, kebetulan hari ini saya lembur sama Dokter Nico," jawab Arya.


"Oh gitu, ya udah kalau gitu semangat ya Dok lemburnya," ucap Maya.


"Ini saya mau ke loker Dok, mau ambil tas terus pulang," jawab Maya.


"Ya udah hati-hati ya Sus, saya mau ke ruangan dulu," kata Arya.


"Iya Dok, bye …," ucap Maya tersenyum.


Arya pun membalas senyuman dari Maya, lalu mereka berpisah.


*****


"Bagas, apa kamu tau bagaimana kabar Alexa sekarang ini?" Tanya Andreas saat Bagas mengunjunginya ke sel tahanan.


"Setahu saya Alexa semalam sudah pulang bersama Dokter Raka dan dia sudah bekerja seperti biasanya hari ini," jawab Bagas.


"Apa? Alexa pulang sama Dokter Raka?" Tanya Andreas untuk memastikan ia tidak salah mendengar.


"Iya Pak, katanya kebetulan Dokter Raka itu ada urusan ke Jakarta, makanya Alexa diajak sekalian. Tadinya saya yang akan mengantarkan Alexa ke terminal dan Alexa mau naik bus," jawab Bagas.


"Oh ternyata begitu, tapi ya bagus juga kalau ada yang mengantar Alexa langsung ke Jakarta, saya jadi lebih tenang," kata Andreas.


"Iya Pak, saya juga rasa seperti itu. Karena saya juga sedang sibuk mengurus perusahaan Bapak jadi tidak bisa mengantar Alexa," kata bagas.


"Ya saya mengerti, makasih ya Bagas karena kamu sangat berusaha keras untuk mengambil alih perusahaan saya lagi," ucap Andreas.


"Sama-sama Pak, ini memang sudah menjadi kewajiban saya," kata Bagas.


"Terus bagaimana hubungan Alexa dan Nico?" Tanya Andreas lagi.


"Kalau untuk soal itu saya belum tau, saya juga sudah menanyakannya kepada Thalita sahabat Alexa, apalagi Dokter Nico itu kan sepupunya, tapi Thalita sendiri belum tau bagaimana hubungan mereka saat ini," jawab Bagas.


"Saya merasa khawatir dengan Alexa, saya takut pengalaman cinta yang pertama kali ini akan menjadi pengalaman yang buruk bagi Alexa. Sebenarnya kalau untuk diri saya sendiri, saya sudah ikhlas menerima semuanya, istri saya juga sudah tidak ada. Harusnya Alexa juga bisa menerimanya, ibunya di sana juga pasti sudah memaafkan sahabatnya itu. Terlebih lagi saya juga bisa melihat bagaimana tulusnya Ibu dari Dokter Nico itu meminta maaf kepada saya, dia benar-benar menyesalinya, dia juga berjanji akan menjaga Alexa seperti anak sendiri. Setidaknya saya tenang kalau Alexa benar-benar bisa bersama Nico dan berada di sisi Anggi," kata Andreas.


"Mungkin saat ini Alexa hanya butuh waktu untuk memikirkan semuanya, tapi saya yakin kok jika nantinya banyak orang yang berbicara kepada Alexa dan mencoba memberikan pengertian untuk Alexa, saya yakin Alexa akan mengerti dan menerima semuanya," kata Bagas, Andreas pun mengangguk menyetujui perkataannya itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.....