
Nico meraih tubuh Alexa ke dalam dekapannya. Dengan senang hati Alexa menerimanya, menghirup harum khas tubuh Nico yang selalu membuatnya merasa nyaman dan tidak ingin melepasnya.
"Maafin aku ya udah buat kamu sedih," ucap Nico.
"Gak usah minta maaf Kak, Kakak gak salah apa-apa kok. Justru aku merasa lega karena bisa cerita ini semua ke Kakak dibandingkan aku harus memendamnya sendiri, di sini aku gak punya siapa-siapa Kak, papa aku sekarang di penjara, Mas Bagas dan Thalita ada di Jogja," ucap Alexa.
"Kamu jangan pernah merasa sendiri lagi ya, ada aku yang selalu temenin dan jaga kamu," kata Nico.
"Kak, boleh gak peluk aku lebih erat lagi, aku ngerasa nyaman banget ada dipelukan Kak Nico, hati aku lebih tenang Kak," pinta Alexa tanpa rasa malu.
Tanpa menjawab, Nico langsung memeluk erat tubuh Alexa. Bukan hanya Alexa, tetapi Nico juga merasa sangat bahagia karena Alexa berada di sisinya saat ini.
"Kak, boleh aku tanya sesuatu sama Kakak?" Tanya Alexa sembari melepaskan pelukannya.
"Boleh," jawab Nico sembari menatap Alexa.
"Apa maksud dari ciuman semalam Kak?" Tanya Alexa.
Nico menelan salivanya, matanya yang tadi menatap Alexa, kini ia alihkan ke arah lain dan menjadi salah tingkah karena mendengar pertanyaan dari Alexa.
"Kak Nico, tatap mata aku lagi Kak terus jawab pertanyaan aku," pinta Alexa.
Perlahan Nico mencoba menatap wanita yang ada di sampingnya itu, "Mungkin sekarang waktunya," gumamnya.
"Waktunya apa Kak?" Tanya Alexa yang mendengar gumaman Nico.
Nico menghembuskan nafas panjang secara perlahan, ia memegang kedua pundak Alexa lalu menatap lekat mata indah Alexa yang begitu jernih seperti air yang di ambil langsung dari sumber mata air.
"Lex, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu Lex. Tadinya aku ingin menyerah karena mengira Bagas adalah pacar kamu. Tapi tetap aja aku gak bisa menahan gejolak hasrat ingin memiliki kamu, makanya semalam itu aku lancang mencium kamu," ungkap Nico, lalu menundukkan kepalanya karena merasa malu terhadap Alexa.
Meskipun terkejut, tapi Alexa merasa sangat senang dan tersenyum karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Kak," panggil Alexa sembari memegang kepala Nico dengan kedua tangannya lalu mengarahkan untuk menatapnya lagi.
Setelah wajah mereka kembali bertatapan, Alexa mendekatkan wajahnya dengan wajah Nico, Sontak Nico merasa terkejut, jantungnya berdetak kencang karena begitu dekat dengan wanita yang dicintainya.
"Aku juga sayang dan cinta sama kamu Kak," ungkap Alexa.
Cup... dengan berani Alexa mengecup bibir Nico, mendapat perlakuan manis itu dari Alexa, Nico segera saja ******* bibir manis Alexa yang selalu membuatnya candu lalu menarik tengkuk Alexa agar ciuman itu semakin dalam. Keduanya saling beradu lidah dan bertukar saliva hingga nafas memburu terdengar dari mulut mereka masing-masing.
*****
"Pagi Dokter Thalita," sapa Dion saat bertemu dengan kekasihnya di parkiran.
Akan tetapi bukan membalas sapaan itu, Thalita justru meninggalkan Dion dengan wajah juteknya. Memang saat ini Thalita sedang marah karena lagi-lagi Dion melupakan janjinya.
"Sayang, maafin aku," panggil Dion sembari mengejar Thalita yang menjauhinya.
"Pagi Ta," sapa Raka yang bertemu dengannya di loby.
"Pagi Dok, Oh ya Dokter Raka, aku mau ngomong sama Dokter," kata Thalita.
"Raka jangan!" larang Dion.
"Dok, ini soal Alexa," kata Thalita lalu menarik tangan Raka menjauh dari Dion.
Raka mengerutkan keningnya, tapi ia juga pasrah saat Thalita membawanya pergi karena ingin mendapatkan kabar soal Alexa.
"Sorry Sob," Teriak Raka. Dion hanya menatap Raka dengan perasaan kesal lalu membiarkan saja kekasih dan sahabatnya itu menjauh dari pandangan matanya.
"Dok, maaf ya jadi tarik-tarik tangan Dokter," ucap Thalita saat mereka tiba di suatu ruang yang biasa digunakan oleh Dokter dan Suster sebagai tempat istirahat selain kantin.
"Hm... bukan masalah apa-apa sih Dok, aku lagi kesal aja sama Kak Dion, tapi bukan masalah yang serius juga kok," jawab Thalita.
"Tapi jangan lama-lama ngambeknya ya, kasian Dion," kata Raka.
"Gak janji Dok. Udah ya Dok, kok jadi bahas masalah aku sama Kak Dion sih. Tapi makasih ya, Dokter Raka udah bantuin aku menjauh dari Kak Dion tadi," ucap Thalita.
"Gak usah makasih segala lah Ta, justru kamu tuh yang udah bawa saya menjauh dari Dion, kamu gak liat kan tadi muka Dion udah merah banget kayak kepiting rebus nahan amarahnya," kata Raka.
"Masak sih Dok, hm... biarin aja deh, biar tau rasa. Enak aja lupain janji terus," gerutu Thalita.
Raka tersenyum menatap Thalita, kini ia tahu bahwa masalah mereka lagi-lagi soal Dion yang suka lupa akan janjinya karena sibuk dengan pekerjaan.
"Terus ada info apa Ta soal Alexa...?" Tanya Raka.
"Oh iya, aku udah kasih tau kebenarannya sama Alexa Kak, katanya gak ada masalah kok. Dia juga udah gak mikirin lagi soal itu," kata Thalita.
"Terus soal nomor...?" Tanya Raka lagi.
"Katanya kasih aja," jawab Thalita tersenyum.
"Seriusan Ta, kalau gitu sekarang kirimin nomornya Alexa ke WA saya ya," pinta Raka.
"Iya Dok, bisa di atur itu," jawab Thalita.
"Thalita, kamu memang sahabat terbaik, makasih ya," ucap Raka, ia memang menganggap Thalita sebagai sahabatnya karena Thalita adalah kekasih dari sahabat baiknya, Dion.
*****
Di ruangan yang tampak sepi, Alexa masuk dan mencari keberadaan Dokter Nico. Memang Dokter Nico lah yang menyuruh Alexa datang ke ruangannya untuk mengantarkan berkas laporan pasien.
"Kemana ya Kak Nico...? Apa jangan-jangan ada di kamarnya lagi?" Tanyanya dalam hati.
Alexa melangkahkan kakinya menuju kamar Nico yang ada di ruangan tersebut. Tapi setelah tiba ia ragu, takut jika kejadian waktu itu akan terjadi lagi.
Tok.. tok.. tok.. "Kak Nico..." panggil Alexa sambil mengetuk pintu kamar, akan tetapi tidak ada jawabannya apa lagi membuka pintu.
"Mungkin Kak Nico lagi keluar tapi buru-buru, makanya ruang kerjanya lupa di kunci. Ya udahlah kalau gitu aku tinggalin di meja aja berkasnya," gumam Alexa.
Saat Alexa membalikkan tubuhnya hendak pergi, tiba-tiba saja Nico keluar dari kamar dan memeluknya dari belakang, sontak Alexa terkejut dibuatnya, terlebih lagi saat ini mereka sedang berada di rumah sakit.
"Kak Nico jangan gitu, entar ada yang liat gimana coba," kata Alexa tapi tetap membiarkan Nico memeluknya.
"Biarin aja, abisnya aku kangen sama kamu," kata Nico.
"Kak Nico, ingat sama janji kita kan...?" Tanya Alexa.
.
.
.
.
.
Bersambung.....