
"Kak, Kakak gak lagi bercanda kan ...?" Tanya Renata yang masih tidak percaya.
"Untuk apa Kakak bercanda soal ini Re, Kakak serius," jawab Vina.
"Kenapa Kakak yakin banget kalau mereka pacaran Kak?" Tanya Renata.
"Kakak liat mereka akhir-akhir ini sering berdua, bahkan Kakak juga mergokin mereka berdua keluar dari gudang labor waktu itu. Katanya sih cara barang, tapi entah kenapa Kakak ngerasa mereka ada hubungan Re," jawab Vina.
"Kurang ajar banget sih tuh cewek. Kakak gak boleh tinggal diam gitu aja Kak," kata Renata.
"Jadi Kakak harus gimana Dek ...?" Tanya Vina.
"Lawan Kak, tunjukkan kalau Kakak bisa mendapatkan hati Nico lagi," jawab Renata.
"Lawan gimana maksudnya?" Tanya Vina yang semakin tidak mengerti.
Selama ini Vina memang tidak pernah berbuat hal aneh-aneh, berbeda dengan Renata yang kerap kali bertindak konyol dan merugikan orang lain, ia sama sekali tidak perduli jika perbuatannya salah asalkan apa yang diinginkannya tercapai.
Renata membisikkan sesuatu di telinga Kakaknya itu, Vina hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya.
*****
Tok ... tok ... tok ... suara ketukan pintu apartemen Alexa. Alexa yang sedang asyik menonton televisi itu langsung saja membuka pintu.
Akan tetapi saat pintu terbuka, ia sama sekali tidak melihat ada siapapun di luar.
"Aneh, iseng banget sih," gerutu Alexa dan hendak menutup pintu. Saat Alexa melihat ke bawah, ia melihat ada amplop coklat di bawah pintu, lalu ia pun mengambilnya.
"Ini apa ya ...?" Tanya Alexa lalu membawa amplop tersebut masuk ke dalam.
Alexa membuka amplop tersebut yang ternyata isinya adalah sebuah surat langsung saja Alexa membacanya.
"JAUHI NICO, ATAU KAMU AKAN TAU AKIBATNYA."
Alexa bergidik setelah membaca surat ancaman tersebut, akan tetapi ia tetap berusaha untuk tetap tenang, anggap saja itu hanyalah orang iseng yang gak ada kerjaan, pikirnya.
Ting ... tung ...
Kini Alexa ragu untuk membuka pintu saat bel apartemennya itu terdengar, ia takut jika kali ini bukan surat ancaman yang datang melainkan orang jahat yang akan langsung menyakitinya.
"Sayang ... kamu ada di dalam atau gak?" Tanya Nico sambil terus mengetuk pintu.
"Huft ... ternyata Kak Nico," ucap Alexa dan bernafas lega lalu membuka pintu.
"Sayang, kenapa lama banget buka pintunya? Aku kira kamu gak ada di rumah," tanya Nico yang tampak khawatir dan langsung memeluk kekasihnya itu.
"Kak aku gak papa kok. Maaf aku tadi di toilet jadi gak dengar Kak," ucap Alexa.
Nico melepaskan pelukannya lalu masuk ke dalam apartemen Alexa dan duduk di sofa.
"Sayang, kamu lagi nonton TV ...? Bukannya kamu bilang tadi dari toilet ya?" Tanya Nico karena melihat televisi menyala.
"Iya, aku memang lagi nonton. Tapi pas kamu datang aku lagi di toilet," jawab Ara gugup.
"Oh ... gitu," gumam Nico.
Srr ... darah Alexa mengalir begitu derasnya, jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat surat teror berisi ancaman yang ia sembunyikan di bawah bantal tadi, kini sedikit terlihat karena Nico mengambil bantal sofa yang ada di sampingnya itu.
"Duh ... gawat, apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Alexa dalam hati sambil memutar otaknya.
Lalu dengan segera Alexa duduk di samping Nico untuk menutupi surat tersebut dan merangkul manja lengan Nico yang membuat Nico terkejut dengan sikap Alexa yang tidak biasa.
"Sayang, kamu gak papa?" Tanya Nico.
"Gak papa gimana maksudnya?" Tanya Alexa balik.
"Hm ... emangnya gak boleh ya manja sama pacar sendiri? Yang gak boleh itu manja-manja sama pacar orang," ujar Alexa.
"Boleh dong, awas aja kalau kamu berani manja sama cowok lain, bakalan aku abisin tuh cowok," kata Nico.
"Ha ... ha ... ha ... tenang aja Kak, gak bakalan kok," ucap Alexa dan tertawa.
"Maaf ya Kak aku gak bisa cerita masalah ini ke kamu sekarang, aku gak mau kamu khawatir sama aku," gumam Alexa dalam hati.
*****
Sore hari, Anggi disibukkan dangan aktivitasnya di dapur. Malam ini Nico berjanji akan pulang ke rumah dan membawa tamu spesial untuknya. Tentu saja Anggi merasa sangat senang sehingga ia masak makanan yang lezat untuk menyambut anaknya dan juga tamu spesial yang disebut oleh Nico tadi.
"Wah ... banyak banget masaknya Bu, mau ada tamu spesial ya Bu?" Tanya Rika.
Rika adalah asisten rumah tangga termuda di sana, ia baru berusia 23 tahun, ia sudah tiga tahun bekerja di rumah Anggi yang tugasnya hanya mencuci dan menyetrika pakaian Anggi. Akan tetapi dia juga diminta oleh Nico tinggal di rumah Anggi untuk menemani ibunya itu. Selain itu juga ada asisten lain yaitu Ina yang bertugas membersihkan rumah dan Sari yang tugasnya memasak. Akan tetapi hari ini spesial Anggi yang masak dan Sari hanya membantunya saja.
"Iya kamu benar, malam ini saya mau makan malam sama Nico, dan kamu tau apa, Nico bilang dia akan bawa tamu spesial. Saya yakin yang dibawa Nico pasti pacarnya," kata Anggi yang begitu antusias.
Rika yang tadinya begitu senang mendengar Nico akan pulang, berubah menjadi tampak murung karena mendengar Nico akan membawa tamu spesial.
"Apa Iya Bu yang dimaksud Mas Nico tamu spesial itu udah pasti pacarnya? Bisa aja cuma temennya Bu," kata Rika.
"Saya yakin sekali, kamu tau sendiri kan gimana tertutupnya Nico, gak mungkin banget kalau dia pulang cuma bawa teman terus dianggap spesial lagi, udah jelas banget itu pasti pacarnya. Saya lega akhirnya Nico bisa punya pacar lagi setelah bertahun-tahun menutup hatinya," ucap Anggi.
*****
Alexa sedang bersiap-siap karena Nico mengajaknya dinner di luar malam ini. Alexa berdandan secantik mungkin walau dasarnya juga dia sudah sangat cantik.
"Wah ... cantik banget pacar aku," puji Nico yang telah berada di pintu kamar Alexa dan melihatnya sedang berkaca.
"Kak Nico, main masuk aja deh. Gimana coba kalau aku lagi gak pakai baju abis mandi gitu," gerutu Alexa.
"Rezeki aku dong," celetuk Nico.
"Kak Nico," ucap Alexa.
"Ya deh maaf, udah ya jangan marah-marah, entar cantiknya ilang loh," ucap Nico.
"Ya udah aku maafin," ucap Alexa. "Kak sebenarnya kita mau dinner dimana?" Tanya Alexa.
"Ikut aja yuk, entar juga tau," jawab Nico. Lalu Nico dan Alexa segera pergi ke lokasi makan malam mereka.
Setibanya di lokasi, Alexa dibuat sedikit bingung karena ternyata Nico bukan mengajaknya makan malam di restauran melainkan di rumah yang tidak diketahuinya itu rumah siapa.
"Kak ini rumah siapa?" Tanya Alexa.
Belum sempat menjawab, tiba-tiba Anggi keluar menyambut kedatangan mereka.
"Malam Bunda," sapa Nico.
"Hah? Bunda?" Gumam Alexa.
.
.
.
.
.
Bersambung.....