Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-48



"Oh ya, tapi sayangnya aku udah tau meskipun terlambat," kata Alexa.


"Belum terlambat Sayang, kalau soal Arya beneran itu karena dia gak sengaja dengar aku lagi VC sama Bunda. Bukan karena sengaja aku yang kasih tau ke dia," jelas Nico.


"Terus Kakak minta Arya buat rahasiain dari aku gitu," hardik Alexa.


"Iya, karena aku gak mau kamu dengar dari mulut orang lain. Aku mau, kamu tau langsung dari aku," ucap Nico.


"Oh …," gumam Alexa singkat dengan mode jutek.


"Maafin aku yang Sayang. Ada satu hal lagi yang mau aku kasih tau ke kamu. Aku takut ini nantinya kamu juga dengar dari orang lain. Bisa aja nanti kamu dengarnya dari Thalita," ucap Nico.


"Ada apa?" Kenapa jadi bawa-bawa sahabat aku," Tanya Alexa.


"Karena Thalita sepupu aku, kamu ingat siapa yang udah merekomendasikan apartemen tempat kamu tinggal sekarang? Thalita kan?" Tanya Nico.


"Iya memang Thalita, terus?" Tanya Alexa yang penasaran.


"Itu penyebab yang pertama adalah supaya kita bersebelahan dan aku bisa jaga kamu," jawab Nico.


"Ya kalau itu aku udah tebak setelah tau kalau kalian sepupuan," kata Alexa.


"Terus apartemen itu juga punya aku Lex," kata Nico.


"Hah? kamu serius Kak?" Tanya Alexa yang membelalakkan matanya.


"Iya, aku serius Lex. Program penggratisan buat penghuni apartemen itu sebenarnya gak ada Lex. Aku yang udah rencanain itu semua, semata-mata karena aku gak mau jauh dari kamu, aku gak mau kamu pindah Lex, aku memang tinggal gratis ya karena memang itu apartemen aku," jawab Nico.


"Pantes aku ngerasa ada yang ganjal, jadi ini penyebabnya," kata Alexa.


"Aku gak mau kamu jauh dari aku Sayang, aku mau kamu selalu ada didekat aku. Maafin aku ya, ini adalah yang terakhir. Gak ada lagi yang aku sembunyiin dari kamu," ucap Nico.


Alexa terdiam, dia tidak menyangka jika kekasihnya itu adalah seorang konglomerat, pantas saja rumahnya megah bak Villa, pikirnya.


"Sayang, jangan diam gitu aja dong, maafin aku ya," ucap Nico.


"Aku jadi merasa minder sama kamu Kak, selain Dokter hebat, kakak itu pemilik rumah sakit tempat aku bekerja, terus kamu juga pemilik apartemen tempat aku tinggal. Sedangkan aku apa Kak? Aku cuma Dokter magang yang keluarganya bangkrut dan orang tuanya masuk penjara. Aku jadi ngerasa gak pantas Kak buat kamu," ucap Alexa.


"Ngomong apa sih kamu, ini lah yang buat aku gak mau kasih tau ke kamu. Kamu dengar ya, aku gak peduli dengan itu semua. Kamu itu spesial di hati aku dan aku sangat mencintai kamu," ucap Nico lalu meraih tubuh mungil Alexa kedalam pelukan hangatnya.


Dengan senang hati Alexa menerimanya, ia juga membalas pelukan tersebut lalu menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik Nico, yang menurutnya begitu nyaman.


"Sayang, kamu mau maafin aku kan?" Tanya Nico.


"Aku udah maafin kamu Kak, tapi janji ya gak ada yang kamu rahasiakan lagi dari aku," jawab Alexa.


"Iya Sayang, aku janji. Kamu boleh pegang janji aku, kalau ketauan aku main rahasiaan lagi sama kamu atau bohong sama kamu, terserah aja apa yang mau kamu lakuin ke aku," cap Nico.


"Iya Kak," jawab Alexa.


Nico melepaskan pelukannya dan beralih mencium bibir Alexa sehingga terjadilah ciuman panas di antara kedua Dokter itu.


*****


Thalita menghampiri Dion dan Raka yang sedang berada di ruang laboratorium.


"Kak Dion, Dokter Raka," ucap Thalita.


"Ada apa Ta ...?" Tanya Raka.


"Kamu ngapain ke sini Sayang?" Tanya Dion.


"Aku cuma nyamperin kalian karena sekalian ada yang mau aku kasih tau ke kalian," jawab Thalita.


"Apa?" Tanya Dion dan Raka kompak.


"Cieh … kompak banget," ledek Thalita


"Sayang kamu nih ya. Jadi kamu mau kasih tau apa?" Tanya Dion.


"sebenarnya bukan kasih tau sih, lebih tepatnya mau ngomong," ucap Thalita.


"Ya udah langsung ngomong aja," kata Dion.


"Jadi gini, Minggu depan kan Alexa ultah, rencananya aku mau buat kejutan gitu untuk Alexa, kalian bisa bantu gak?" Tanya Thalita.


"Oh ya, Minggu depan ya?" Tanya Raka.


"Tapi memangnya kamu mau ngapain, mau buat kejutan apa? Kita aja jauh dari Alexa," Tanya Dion pula.


"Itu dia masalahnya Kak, bisa gak sih kalau kita izin satu hari aja pas di hari ultah Alexa," kata Thalita.


"Kayaknya itu bakalan susah, tiga Dokter izin mau libur dalam waktu yang bersamaan," kata Dion.


"Hm ... benar yang bilang sama Dion Ta, tapi apa salahnya kan kalau kita coba dulu," kata Raka.


"Nah benar tuh. Dokter Raka memang is the best," ucap Thalita.


"Iya deh, yang muji Dokter Raka mulu. Lupa deh sama pacar sendiri," gerutu Dion.


"Kakak apa-apaan sih, kamu tetap yang terbaik kok di hati aku," ucap Thalita.


"Tau nih Dion, tuh denger kan Lita ngomong apaan. kamu kebiasaan banget sih, sama aku aja cemburu," kata Raka.


"Itu karena aku sayang banget sama Thalita, aku gak terima kalau Lita muji kamu," kata Dion.


"Tapi-" ucapan Raka terpotong oleh ucapan Thalita.


"Stop! Udah-udah, berisik tau gak. Ngapain sih kalian ribut hanya gara-gara masalah gak penting kayak gini," kata Thalita.


"Tau nih Dion," gerutu Raka.


"Apaan sih kamu," ucap Dion.


"Ya udah lah, dua Dokter tampan kalian lanjutin aja ya aktivitasnya. Aku balik duluan ya," ucap Thalita.


"Hati-hati ya Sayang, maaf ya Kakak gak bisa anterin kamu pulang," ucap Dion.


"Gak papa Kak, kan tadi pagi Kakak udah bilang. Aku juga bawa mobil sendiri," jawab Thalita.


"Iya Sayang, sampai rumah kabarin Kakak ya," kata Dion.


"Iya Kak," jawab Thalita.


"Hati-hati Ta," ucap Raka.


"Iya Dok, bye ...," ucap Thalita dan melambaikan tangan tanda perpisahan. Dion dan Raka pun membalasnya.


Lalu Thalita segera pergi meninggalkan ruang laboratorium dan keluar dari rumah sakit, lalu pulang ke rumahnya.


*****


Tok ... tok ... tok … Vina mengetuk ruangan Dokter kepala. Nico dan Vina memang belum pulang karena masih ada kerjaan, sedangkan Alexa dan Arya sudah pulang sedari tadi.


"Masuk!" ucap Nico.


Vina pun membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan Nico.


"Maaf mengganggu Dokter Nico," ucap Vina.


"Ada apa Dokter Vina?" Tanya Nico.


"Boleh saya duduk dan ngomong sebentar?" Tanya Vina.


"Iya silahkan!" ucap Nico ketus. Dalam hatinya ia sudah sangat malas untuk berurusan dengan Vina, akan tetapi Nico hanya berusaha untuk tetap profesional sebagai Dokter.


"Saya mau minta maaf masalah bu Tuti," ucap Vina.


"Kenapa kamu yang minta maaf? Atau memang benar kamu yang memprovokasi bu Tuti agar menyerang Alexa?" kata Nico.


.


.


.


.


.


Bersambung.....