Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-69



Bagas saat ini sedang berada di dalam perjalanan. Akhir-akhir ini dia memang sangat sibuk, selain mengurusi kasus Andreas, ia juga mengurusi perusahaan Andreas yang sebentar lagi akan kembali kepada Andreas dan akan dikelola oleh Bagas.


"Terserah kamu aja lah Vin mau apa sekarang, aku sama sekali nggak ngerti sama kamu. Untungnya kisah kita belum dimulai, jadi walaupun kandas yah nggak kecewa kecewa amat lah," gumam Bagas sembari menyetir mobilnya.


Dia sama sekali tidak memikirkan soal percintaannya, yang saat ini sangat penting bagi dirinya hanyalah Andreas dan Alexa. Karena Andreas lah yang selama ini sudah membantunya, ia tidak akan pernah melupakan jasa Andreas terlebih lagi saat ini ia sudah menganggap Andreas itu sebagai ayahnya sendiri, begitu juga dengan Alexa yang sudah dianggap sebagai adik kandung olehnya. Memang diakui jika Bagas sudah menyukai Vina bahkan dibilang sudah menyayanginya, akan tetapi ia ikhlas dan rela jika Vina tidak akan menjadi miliknya, yang penting baginya ia tidak akan kehilangan Andreas dan juga Alexa. Walaupun saat ini Bagas berhasil menyukai orang lain dan berhasil move on dari Alexa meskipun belum sepenuhnya, akan tetapi baginya biarlah saat ini dia tidak bisa bersama dengan Vina, ia yakin nantinya pasti akan bisa mendapatkan wanita lain. Yang terpenting dia tidak kehilangan Alexa dan juga Andreas yang sudah lama hidup bersamanya.


"Maafin aku ya Vina, untuk saat ini aku tidak bisa memihak kepadamu, aku benar-benar lagi sibuk. Kalau kamu benar-benar sudah mulai menyukai aku, aku yakin kamu pasti akan mengerti. Sabar ya, setelah ini semua selesai aku pasti akan menghubungimu," gumam Bagas.


*****


Sejak kepulangan Alexa kemarin, Anggi terus memikirkan perkataan Alexa tentang siapa nama ibu yang disebut oleh Alexa.


"Delisa? Apa mungkin itu Delisa sahabatku waktu sekolah dulu? Kalau memang dia, itu artinya sekarang Delisa sudah meninggal, sementara aku belum sempat minta maaf sama Delisa. Seandainya memang Delisa yang dimaksud Alexa adalah sahabatku dulu, aku pasti akan menebus semua kesalahanku lewat Alexa. Tapi ini nggak mungkin ini pasti hanya kebetulan, bukannya Delisa waktu itu sudah pindah ke luar Negeri? nggak mungkin kan tiba-tiba Delisa kembali lagi ke Jogja dan menetap di Jogja," gumam Anggi yang terus saja berbicara dengan dirinya sendiri. Ada rasa bimbang, gundah dan gulana di dalam hatinya Anggi takut jika memang ternyata benar Delisa adalah wanita yang dulu pernah disakitinya, pastinya Alexa akan benci terhadap dirinya dan akan mengakhiri hubungannya dengan Nico. Anggi tidak mau jika hal itu sampai terjadi, Dia tahu betul bagaimana putranya itu sangat mencintai Alexa. Tapi bukankah Delisa juga sudah bahagia? Buktinya dia sudah menikah dengan orang lain dan sudah mempunyai anak yaitu Alexa.


"Aku nggak bisa diam aja kayak gini, aku harus cari tahu tentang ini semua," gumam Anggi lagi.


"Bu … Bu … Ibu," panggil Rika. Karena tidak ada jawaban dari majikannya itu, akhirnya Rika pun memberanikan diri untuk menyentuh lengan Anggi.


"Bu … Bu Anggi," Panggil Rika sekali lagi hingga Anggi pun tersadar dari lamunannya.


"Iya Alexa," jawab jawab Anggi dan menata Rika.


"Alexa? Kenapa jadi Alexa sih? Ini Rika Bu," batin Rika.


Terlihat jelas bahwa Rika semakin tidak menyukai Alexa, karena menurutnya Alexa benar-benar sudah menggeser posisinya, bukan hanya menggeser posisinya untuk mendapatkan Nico, tetapi juga sebagai orang terdekat Anggi. Ya tentu saja lah karena Alexa itu adalah calon menantu Anggi, mana mungkin kalau Anggi lebih dekat dengan Rika ketimbang Alexa kekasih dari anaknya.


"Saya Rika Bu," ucap Rika.


"Iya Rika, maaf ya," ucap Anggi. "Kamu ada apa panggil saya?" tanyanya.


"Ibu kenapa? Saya perhatiin dari tadi ibu melamun, maaf Bu bukan saya mau ikut campur, tapi saya melihat Ibu seperti sedang ada masalah," kata Rika.


"Iya kamu bener Rika, saya memang sedang memikirkan sesuatu yang saya belum tau tentang kebenarannya," kata Anggi.


"Oh ya? Memang ada apa Bu kalau Rika boleh tau?" Tanya Rika yang begitu ingin tahu urusan orang lain.


Anggi pun menceritakan tentang kegundahan hatinya itu kepada Rika. Karena sebagai orang terdekat Anggi, Anggi juga sudah menganggap Rika sebagai keluarganya sendiri , sehingga tidak masalah jika Anggi menceritakannya kepada Rika.


Rika mendengarkan dengan seksama, ia mengerti akan kegelisahan yang dirasakan oleh Anggi, akan tetapi entah kenapa di dalam hatinya juga merasakan kesenangan tersendiri, ia merasa sangat bersyukur jika nantinya Alexa benar-benar tahu dan membenci Anggi. Itu artinya Alexa pasti akan memutuskan hubungannya dengan Nico dan saat itulah Rika akan beraksi untuk mengambil hati Nico yang memang belum pernah didapatkannya.


*****


Vina baru saja selesai memeriksa pasiennya, saat baru keluar dari ruangan pasien, ia melihat Alexa yang saat itu sedang berjalan bersama Arya. Langsung saja Vina menghampiri Alexa dengan wajah dinginnya.


Alexa menaikkan alis matanya dan menatap Vina dengan penuh tanda tanya, "Mau cari masalah apalagi sih ini orang," batin Alexa.


Akan tetapi Alexa tetap bersikap tenang untuk menghadapinya.


"Lex kita pergi aja yuk, kalau nggak ada urusan penting ngapain juga sih kamu ngomong sama Dokter ini," bisik Arya. Tetapi bisikannya itu terdengar oleh Vina.


"Kamu bisa diam nggak? Saya mau bicara sama Alexa, bukan sama kamu," bentak Vina.


"Iya-iya, jutek banget sih Dok," kata Arya.


"Ar tinggalin aku buat bicara dengan Dokter Vina dulu ya. Kamu lanjut aja deh ke sana dulu, bentar lagi aku bakal nyusul," pinta Alexa.


"Ya udah deh Lex, kalau ada apa-apa langsung kaduin aja tuh ke Dokter Nico," Sindir Arya dan berlalu pergi


"Ada apa Dok?" Tanya Alexa yang tak ingin berlama-lama dengan Vina.


"Kamu ngomong apa sama Bagas tentang saya?" tanya Vina.


"Ngomong? Gak ada ngomong apa-apa tuh, emang ada masalah apa lagi?" Jawab Alexa dan bertanya balik.


"Saya itu tanya sama kamu, lenapa kamu jadi tanya balik sama saya," kata Vina.


"Ya jelaslah saya tanya, karena saya nggak tau apa-apa, saya nggak ngerti apa yang dimaksud sama Dokter Vina," kata Alexa.


"Kamu yakin nggak tau? Tapi menurut saya, memang kamu kan yang udah ngomong sesuatu sama Bagas? Jadi sekarang Bagas cuek sama saya," kata Vina.


"Oh gara-gara itu, maaf ya Dokter Vina. Kalau masalah itu saya sama sekali tidak tau. Saya tidak pernah ngomong apapun dengan Mas Bagas mengenai Dokter Vina. Kalau Dokter Vina nggak percaya, silahkan tanyakan langsung aja sama Mas Bagas-nya," kata Alexa dengan tatapan yang tak kalah dinginnya dengan Vina saat ini. Mereka pun saling bertatapan tajam seperti sama-sama ingin menerkam.


.


.


.


.


.


Bersambung.....