Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-26



Nico tampak sangat khawatir, ia sudah tidak sabar lagi ingin menuju ke rumah sakit yang telah di beritahu oleh Arya.


"Dok, saat ini saya lagi ada di rumah sakit sama Alexa. Tadi saya ketemu Alexa di jalan hujan-hujanan terus pingsan Dok. Saya juga basah kuyup. Apa Dokter bisa ke sini bantuin saya?"


Ucapan Arya lewat telpon masih terngiang jelas diingatan Nico. Kenapa Alexa bisa seperti itu?


"Kak, kita mau kemana? Pelan-pelan Kak, ini hujannya deras banget," kata Thalita.


"Kamu tenang aja Ta, kita akan baik-baik aja. yang penting saat ini kita harus cepat ketemu Alexa," kata Nico.


"Ketemu Alexa ...?" Thalita mengulangi perkataan Nico.


"Iya, sekarang kamu diam aja," pinta Nico.


Meskipun banyak sekali pertanyaan yang ingin dilontarkan oleh Thalita. Tapi untuk saat ini ia memilih diam agar Nico fokus menyetir terlebih dahulu.


Setibanya di rumah sakit...


"Kak, Alexa kenapa? Kenapa kita ke rumah sakit Kak ...?" Tanya Alexa.


"Mending kamu ikut aja, karena aku juga gak tau," jawab Nico, wajahnya tampak sangat khawatir.


Nico melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah sakit, ia langsung saja menghampiri Arya yang berada di depan ruang pemeriksaan diikuti oleh Thalita.


"Dokter Nico," ucap Arya.


"Arya, gimana dengan Alexa, apa yang terjadi dengannya?" Tanya Nico, ia mendesak Arya untuk segera memberitahunya.


"Alexa masih di dalam Dok diperiksa," jawab Arya.


"Maaf, Arya kan nama kamu?" Tanya Thalita. Arya menatapnya dengan tatapan bingung.


"Oh iya, aku Thalita sahabatnya Alexa dari Jogja. Bisa tolong ceritakan ini ada apa? Kenapa Alexa bisa ada di rumah sakit?" Tanya Thalita setelah memperkenalkan dirinya.


"Thalita ...? Oh aku ingat, Alexa pernah cerita sama aku soal sahabatnya di Jogja," gumam Arya dalam hati.


Arya menceritakan apa telah terjadi, Nico dan Thalita pun mendengarkan secara seksama.


Krek ... terdengar pintu terbuka dari ruang pemeriksaan, segera saja mereka bertiga menghampiri Dokter yang baru saja keluar dari ruang tersebut.


"Dokter, gimana keadaan Alexa ...?" Tanya Nico yang begitu antusias.


Sedangkan Arya dan Thalita saling berpandangan, mereka sama-sama tidak mengerti kenapa Nico begitu khawatir bahkan melebihi mereka saat ini.


"Alexa baik-baik saja, dia tadi pingsan hanya karena kelelahan dan juga kedinginan, tapi Suster sudah mengganti bajunya yang basah tadi," jelas pak Dokter.


"Syukurlah, terus apa udah sadar? Saya boleh liat kan Dok?" Tanya Nico.


"Sudah, silahkan saja kalian masuk," jawab pak Dokter.


Segera saja Nico berlari menghampiri Alexa lalu diikuti oleh Arya dan Thalita.


"Sayang, kamu gak papa kan? Kenapa bisa kayak gini sih ...?" Tanya Nico yang memeluk Alexa dengan sangat erat.


"Hah?" gumam Thalita.


"Apa? Sayang?" gumam Arya.


Lagi-lagi Arya dan Thalita dibuat bingung dan tercengang akan sikap Nico, ada hubungan apa Nico dan Alexa sebenarnya ...? Itulah yang menjadi pertanyaan mereka saat ini.


Sementara itu Alexa hanya mematung saat Nico memberikan pelukan hangat dan menunjukkan rasa khawatirnya, ia masih mengingat jelas penghianatan yang dilakukan oleh Nico tepat di depan matanya.


"Alexa, kamu gak papa kan?" tanya Arya.


"Alexa, kenapa kamu bisa kayak gini?" Tanya Thalita pula.


Alexa tertegun mendengar suara yang dikenalnya, segera saja ia menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya ada Arya dan seorang wanita yang membuatnya terharu bahagia.


"Thalita, ini beneran kamu ...?" Tanya Alexa, ia langsung mendorong tubuh Nico dan meminta Thalita untuk mendekatinya. Pada saat Thalita telah mendekat, segera saja mereka langsung berpelukan dengan erat.


Nico mengerutkan keningnya, ia bingung kenapa Alexa sama sekali tidak merespon saat ia memeluk dan mengkhawatirkannya, apa mungkin Alexa canggung karena ada Arya dan Thalita? Karena sebelumnya mereka sudah sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka dulu dari orang lain. Tapi Nico rasanya sudah tidak tahan lagi untuk menyembunyikan semua ini, ia ingin seluruh dunia tahu bahwa Alexa adalah kekasihnya.


"Lex, kamu kenapa bisa kayak gini sih ...? kurang kerjaan banget ya main hujan, kayak anak kecil aja," kata Thalita.


Alexa tersenyum, "Yang penting aku gak papa kan …? Sekarang kasih tau aku, kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Alexa.


"Lex, aku di kacangin nih mentang-mentang sahabat dari Jogja datang, padahal aku juga khawatir banget sama kamu," gerutu Arya.


"Oh iya, maaf ya Ar. Makasih ya kamu udah nolongin aku dan juga khawatir sama aku. Aku baik-baik aja kok Ar sekarang," ucap Alexa.


"Iya Lex sama-sama, syukurlah kamu gak apa-apa," ucap Arya.


"Cih, apa-apaan ini. Arya dilayan, giliran aku dicuekin gitu aja, gak ada sepatah katapun yang diucapkan buat aku," gumam Nico dalam hati, ia tampak kecewa lalu pergi dari ruangan tersebut.


Alexa yang melihat Nico pergi hanya terdiam, rasanya ia masih enggan untuk berbicara dengan Nico untuk saat ini.


"Mbak Alexa, setelah menyelesaikan administrasi kamu boleh pulang ya," kata Suster yang menghampiri mereka.


"Terimakasih banyak ya Sus," ucap Alexa.


"Iya sama-sama Mbak, saya permisi dulu ya," ucap Suster.


"Ya udah yuk kita keluar aja sekalian," ajak Thalita.


Lalu Arya dan Thalita pun memapah Alexa berjalan keluar menuju ruang tunggu.


"Lex, kamu sama Thalita tunggu di sini dulu ya. Biar aku aja yang urus administrasinya," kata Arya.


"Ar, gak usah. Biar aku aja yang bayar sendiri," tolak Alexa.


"Udahlah Lex, santai aja. Katanya kita sahabat," kata Arya.


"Memang iya Ra? Tega banget ya selingkuhin aku di sini," kata Thalita mengerucutkan bibirnya.


"Memangnya kenapa? Apa salahnya coba Alexa punya sahabat yang lain selain kamu?" Tanya Arya.


"Gak boleh," jawab Thalita.


"Duh ... udah dong malah ribut, katanya kamu mau urus administrasi aku tadi Ar," kata Alexa.


"Tau tuh, sana pergi!" usir Thalita.


"Apaan sih kamu," hardik Arya. "Lex, sebentar ya," ucapnya.


"Iya Ar," jawab Alexa.


"Hu ... nyebelin," gerutu Alexa.


"Awas!" kata Alexa.


"Ada apa Lex?" Tanya Thalita yang reflek berdiri.


"Nanti jatuh cinta," jawab Alexa.


"Ih ... Alexa," gerutu Thalita.


"Ha ... ha ... ha ... aku bercanda aja Ta," ucap Alexa tertawa.


"Lagi sakit bisa aja bercanda," gerutu Thalita lagi.


"Bisa dong. Oh ya, kok kamu bisa barengan sama Arya sama Kak Nico?" Tanya Alexa.


Thalita terdiam, ia bingung harus menjawab apa, tiba-tiba ia teringat akan Kakak sepupunya yang tidak ada di rumah sakit.


"Kak Nico mana ya? Kenapa tiba-tiba dia menghilang?" Tanya Thalita dalam hatinya.


.


.


.


.


.


Bersambung.....