Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-36



Nico tampak kebingungan melihat Alexa yang tiba-tiba diam, ia jadi merasa bersalah takut ucapannya tadi menyinggung perasaan kekasihnya itu.


"Sayang, kamu kenapa? Maaf ya kalau ucapan Kakak tadi udah buat kamu ngerasa gak nyaman," ucap Nico.


"Bukan karena itu kok Kak," bantah Alexa.


"Jadi kenapa?" Tanya Nico lagi.


"Kita masuk dulu aja ya Kak, ngobrol di dalam," ajak Alexa.


"Ya udah yuk," jawab Nico menyetujui. Lalu mereka pun masuk ke dalam apartemen Alexa dan duduk di sofa ruang depan.


"Sekarang cerita, kenapa tiba-tiba kamu murung?" Tanya Nico.


"Kak, aku tau saat ini Bunda bisa terima aku. Bahkan aku bisa liat kalau Bunda juga sayang sama aku, tapi gimana Kak kalau Bunda tau tentang kondisi keluarga aku? Aku takut Kak kalau sikap Bunda ke aku bakalan berubah," ucap Alexa.


Nico melihat rasa kekhawatiran yang ada pada diri Alexa, ia pun membelai rambut kekasihnya lalu meraih tubuh Alexa kedalam pelukan hangatnya, berharap agar Alexa bisa merasa tenang dan menghilangkan rasa khawatirnya itu.


"Sayang, kamu gak perlu khawatir ya, Bunda bukan orang yang seperti itu kok, kalau aku bisa menerima kamu apa adanya, Bunda juga pasti bisa kok terima kamu tanpa mempermasalahkan latar belakang keluarga kamu, yang penting kamu baik sama aku, sama keluarga aku dan sama semua orang," kata Nico sambil menepuk pelan pundak Alexa.


Alexa memeluk erat tubuh Nico yang begitu membuatnya nyaman, ia juga menenggelamkan kepalanya pada dada bidang milik Dokter tampan-nya itu.


"Makasih ya Kak selalu buat aku tenang, aku sayang banget sama Kakak," ucap Alexa.


"Sama-sama Sayang, aku juga sayang banget sama kamu," jawab Nico.


"Kak mau nanya deh, emangnya Kakak beneran mau nikah sama aku?" Tanya Alexa seraya melepas pelukannya.


Nico menatap mata Alexa, ia bingung kenapa tiba-tiba Alexa bertanya seperti itu, bukankah tadi dia sendiri yang bilang jika mereka berdua baru saja pacaran dan tidak mau membahas soal nikah.


"Duh ... Alexa, ngapain sih nanya kayak gitu ke Kak Nico, bikin malu aja tau gak, pasti Kak Nico sekarang nganggap kamu plin-plan deh," ucap Alexa yang bermonolog dengan hatinya.


"Kak, lupain ya pertanyaan aku tadi, anggap aja aku gak ada nanya apa-apa," kata Alexa.


"Gak bisa gitu dong, karena kamu udah nanya maka aku akan jawab," kata Nico sembari memegang dagu Alexa sehingga wajahnya yang tadi tertunduk kini menghadap ke Nico.


"Kak, gak usah di jawab, beneran aku tadi cuma asal nanya aja Kak," kata Alexa.


Cup ... tanpa basa-basi Nico langsung saja menempelkan bibirnya di atas bibir Alexa. Awalnya Alexa terkejut dan membelalakkan matanya, tapi lama-lama Alexa mulai memejamkan matanya dan membalas ciuman Nico. Nico yang merasa senang karena mendapat balasan dari Alexa, segera saja menelusuri rongga mulut kekasihnya itu sambil sesekali mereka bertukar saliva.


"Aw," tiba-tiba Alexa melepaskan ciumannya dan berteriak saat Nico menggigit lidahnya.


"Maaf Sayang, aku terlalu kuat ya gigitnya?" ucap Nico.


"Iya Kak, sakit tau, aku juga kaget tadi," jawab Alexa yang mengerucutkan bibirnya itu.


"Maaf ya Sayang, abisnya aku gemes banget, rasanya pengen aku makan," ucap Nico.


"Kak Nico ada-ada aja sih, kalau lidah aku Kakak makan, terus aku pakai lidah apa dong," gerutu Alexa.


Nico tersenyum gemas melihat tingkah sang pujaan hatinya itu yang dari tadi hanya menggerutu.


"Kamu dengar ya, aku akan tanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan sama kamu, aku akan inikahin kamu di saat nanti kamu udah siap," ucap Nico dengan sangat serius.


"Beneran Kak? Tapi bahas nikahnya nanti aja ya, aku juga belum mau nikah sekarang Kak, tunggu aku udah jadi Dokter dulu ya Kak," kata Alexa.


"Sekarang ini kamu juga udah jadi Dokter Sayang," kata Nico.


"Belum Kak, aku masih jadi Dokter Magang. Tunggu aku udah jadi Dokter sungguhan kayak Kakak baru deh kita nikah," kata Alexa.


"Kok jadi bolak balikin pertanyaan gini sih Kak, gak ada abis-abisnya lah. Gak kerasa udah jam 2 malam aja nih Kak, mending Kakak pulang deh sekarang," kata Alexa.


"Gak mau," jawab Nico.


"Tapi Kak, aku udah ngantuk. Kalau besok aku telat Kakak pasti omelin aku," kata Alexa.


"Aku mau tidur di sini temenin kamu boleh gak," pinta Nico.


"Maksud Kakak ...?" Tanya Alexa sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Maksudnya aku mau tidur sama kamu, janji gak bakalan macam-macam kok, cuma mau peluk kamu aja," kata Nico.


Alexa berpikir sejenak, "Apa aku harus izinin Kak Nico tidur di sini, tapi gimana kalau Kak Nico bakalan macam-macam? Ya ampun Lex masak iya kamu gak percaya sama Kak Nico," batinnya.


"Lex, kalau gak boleh gak papa kok, maaf kalau aku mintanya yang aneh-aneh," ucap Nico. Akan tetapi terlihat di wajahnya bahwa Nico sedikit kecewa.


"Boleh kok Kak, tapi gak mungkin pakai baju ini kan tidurnya, Kakak pulang dulu ganti baju, aku juga mau ganti," jawab Alexa.


"Beneran Sayang? Ya udah kalau gitu aku ganti baju dulu ya," ucap Nico yang begitu antusias.


Lalu Nico pun segera pulang ke apartemennya, setelah mengganti piyama, Nico kembali ke apartemen Alexa dan langsung saja menghampiri Alexa yang sedang berbaring di atas kasurnya.


Nico duduk di ujung tempat tidur seraya menatap lekat wajah Alexa yang kini juga sedang menatapnya. Sayup mata Alexa terlihat menandakan bahwa ia sangat mengantuk.


"Sayang, beneran gak papa kan aku tidur di sini?" Tanya Nico.


"Gak papa Kak, sini tidur," jawab Alexa sembari menepuk kasur agar Nico segera tidur di sampingnya.


Dengan perlahan dan sedikit canggung, Nico pun segera merebahkan tubuhnya di samping Alexa. Kini posisi mereka sangat dekat, saling berhadapan dan bertatapan dengan senyum yang mengambang di antara keduanya.


"Kak, i love you," ucap Alexa.


"I love you too Sayang," balas Nico.


"Kak, aku udah ngantuk banget," ucap Alexa lirih lalu matanya terpejam begitu saja.


"Selamat tidur sayang," bisik Nico lalu mencium kening Alexa.


"Selamat tidur juga Sayang," ucap Alexa antara sadar dan tidak sadar.


Nico tersenyum lalu memeluk kekasihnya itu. Alexa menenggelamkan wajahnya kedalam dekapan Nico, mencium harumnya tubuh Nico yang membuat Alexa begitu nyaman. Begitupun Nico, ia mencium harumnya rambut Alexa hingga ia pun terlelap hingga pagi hari.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Jangan lupa dukungannya buat para pembaca tersayang, terimakasih 🥰