Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-9



"Arya, saya minta tolong hari ini bisa kan kamu lembur buat gantiin saya...?" Tanya Nico saat mereka selesai memeriksa pasien.


"Hari ini Dok?" Tanya Arya balik.


"Iya, karena mendadak saya ada keperluan. Kamu gak keberatan kan...?" Jawab Nico dan bertanya lagi.


Arya tampak berpikir, bagaimana dengan janjinya yang akan menjemput Alexa, tapi ia juga tidak mungkin menolak perintah dari Seniornya.


"Iya Dok, saya bisa," jawab Arya.


"Terima kasih ya Arya, kalau gitu kamu istirahat aja, masih ada waktu dua jam lagi menunggu jam saya pulang," kata Nico.


"Baik Dok, saya permisi," ucap Arya.


Arya melangkahkan kaki menuju ke ruangannya untuk beristirahat. Ia segera merogoh ponsel dari dalam kantong bajunya lalu menghubungi Alexa.


"Halo Ar," ucap Alexa dari sebrang telepon.


"Halo Lex, kamu udah di dalam bus...?" Tanya Arya.


"Baru aja mau jalan dari penginapan, kenapa Ar?" Jawab Alexa dan bertanya balik.


"Aku minta maaf karena gak bisa jemput kamu sore ini, aku harus lembur Lex. Maafin aku ya, padahal aku yang mau jemput, tapi sekarang aku juga yang batalin," ucap Arya.


"Gak papa Ar santai aja," jawab Alexa.


"Beneran gak papa Lex....?" Tanya Arya yang merasa tidak enak.


"Iya, santai aja lah Ar, aku jalan dulu ya, Udah di jemput," kata Alexa.


"Iya Lex, hati-hati ya," kata Arya.


"Iya Ar, bye......" Ucap Alexa.


"Bye...." Balas Arya.


Lalu panggilan telepon terputus.


"Siang Lex," ucap Bagas saat melihat Alexa yang keluar dari tempat penginapan.


"Siang juga Mas Bagas," balas Alexa.


"Udah siap pulang ke Jakarta?" Tanya Bagas.


"Sebenarnya gak Mas, aku lebih baik di sini biar dekat sama papa. Tapi aku juga harus kerja, kalau gak kerja gimana biaya hidup aku nanti Mas," jawab Alexa.


"Lex, Mas ngerti kok sama situasi kamu. Oh ya, kamu beneran gak mau Mas Antar ke Jakarta langsung?" Tanya Bagas.


"Gak usah Mas, lebih baik setelah antar aku ke bandara, kamu langsung ke kapolsek aja kabarin ke papa kalau aku udah balik lagi ke Jakarta," jawab Alexa dan meminta.


"Iya Lex, ya udah yuk jalan," ajak Bagas.


Tidak berapa lama kemudian, Alexa dan Bagas telah tiba di terminal bus.


"Mas, makasih banyak ya. Sampaikan salam aku buat papa," ucap Alexa.


"Iya Lex, nanti aku sampein. Oh ya Lex, ini buat kamu. Jumlahnya gak banyak, tapi mudah-mudahan akan ngebantu, aku harap kamu mau terima ya," kata Bagas sembari memberikan sebuah amplop coklat berisi uang kepada Alexa.


"Mas ini uang...? Gak usah Mas, aku masih ada kok pegangan sampai aku gajian nanti," tolak Alexa.


"Please Lex, cuma ini yang bisa aku lakukan buat kamu," kata Bagas. "Gini deh, anggap aja kamu pinjam untuk pegangan kamu, kalau udah ada uang lebih kamu boleh ganti," kata Bagas lagi.


Akhirnya Alexa pun menerimanya, ia tidak enak jika menolak Bagas yang sangat ingin menolongnya.


"Ya udah, makasih ya Mas," ucap Alexa tersenyum lalu menerima uang tersebut. Bagas juga sangat senang karena Alexa mau menerima pertolongan darinya.


Lalu Ara pun masuk ke dalam bus yang akan segara berangkat ke Jakarta.


*****


Saat itu bus dari Jogja telah tiba. Perasaannya sangat senang karena sosok yang sedang ia tunggu keluar dari dalam bus. Akan tetapi, Nico berpura-pura tidak melihat saat Alexa akan lewat di depan dirinya, tujuannya apa lagi kalau bukan ingin Alexa yang menegurnya duluan.


Langkah kaki Alexa mulai mendekat dengan keberadaan Dokter Nico, Nico pun segera merogoh ponsel di kantong celananya dan berpura-pura sedang menelpon seseorang.


"Apa, batal berangkat? Nyusahin aja sih kamu, padahal saya udah di terminal," kata Nico.


"Loh, ini kan Dokter Nico. Jadi dia ke sini mau jemput seseorang yang gak jadi berangkat dari jogja, kasian banget, hihihi," gumam Alexa terkekeh. Karena Alexa tadi memang mendengar saat Nico berpura-pura menelpon.


"Hai Dokter Nico," sapa Alexa.


"Hai Alexa, kamu baru sampai...? Kok naik bus?" Balas Nico dan bertanya.


"Iya Dok, mobilnya aku tinggal di Jogja. Dokter ngapain di sini...?" Tanya Alexa yang berpura-pura belum tahu.


"Saya nunggu teman dari Jogja, tapi batal berangkat katanya, jadi saya mau pulang," jawab Nico.


"Oh gitu, ya udah hati-hati ya Dok, saya juga mau pulang, permisi," kata Alexa.


"Lex kamu ada yang jemput?" Tanya Nico dan di jawab gelengan kepala oleh Alexa.


"Jadi mau pulang naik apa?" Tanya Nico lagi.


"Ini mau pesan taksi online dulu Dok sambil nunggu di depan," jawab Alexa.


"Ehm Lex, pulang bareng saya aja," ajak Nico.


Alexa tertegun, selama enam bulan kenal Nico, baru kali ini Nico mengajaknya satu mobil meskipun mereka tinggal bersebelahan. Pernah sekali Alexa berada di dalam mobil Nico, tapi dalam keadaan tidak sadarkan diri sewaktu ia sakit.


"Ya maksudnya dari pada saya sia-sia kan ke sini, lagian kita juga tetangga. Itupun kalau kamu mau Lex," kata Nico.


"Mau Dok," jawab Alexa. Apapun alasan Nico, entah kenapa Alexa merasa sangat senang dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berdua dengan Nico.


Suasana terasa canggung saat mereka berdua ada di dalam mobil yang sama dalam perjalanan pulang ke apartemen.


Kruk.. Kruk.. Suara lapar perut Alexa memecah keheningan di dalam mobil. Nico pun tersenyum mendengar suara itu.


"Dok, maaf ya," ucap Alexa karena takut suara perutnya mengganggu ketenangan Nico.


"Kenapa harus minta maaf Lex, gak ada yang salah kok. Kita makan dulu ya, kebetulan saya juga belum makan. Apa lagi ini juga kan udah mau malam," kata Nico.


"Emangnya gak nyusahin Dokter ya..?" Tanya Alexa.


"Lebih nyusahin lagi kalau kamu gak makan, terus asam lambung kamu kumat dan kamu pingsan kayak kemaren," jawab Nico.


"Cih.... Takut banget aku ngerepotin, aku juga gak mau kali," gumam Alexa dalam hati.


"Ya Dok maaf ya," ucap Alexa.


"Minta maaf terus kamu udah kayak lebaran aja," kata Nico, sedangkan Alexa hanya tersenyum manis mendengar perkataan Nico.


Kini mereka telah tiba sebuah restauran, Nico langsung saja turun tanpa menunggu Alexa yang turun terlebih dahulu.


"Duh... kenapa Dokter Nico bawa aku ke restauran mahal gini sih, gak tau apa kalau sekarang ini aku harus hidup hemat," gumam Alexa.


.


.


.


.


.


Bersambung.....