
Semakin lama pelukan itu semakin terasa nyaman dan enggan di lepas oleh Alexa, terlebih lagi Nico juga tidak keberatan malah semakin memeluk Alexa dengan sangat erat.
"Arya, kamu mau kemana? Kamu liat Dokter Nico gak?" Tanya Vina yang melihat Arya sedang kebingungan seperti sedang mencari seseorang.
"Ini saya lagi cari mereka Dok," jawab Arya.
"Mereka?" Tanya Vina kebingungan.
"Iya Dok, Dokter Nico dan Alexa," jawab Arya.
"Alexa juga gak ada di ruangannya?" Tanya Vina lagi.
"Iya Dok benar, saya duluan ya Dok," jawab Arya dan berlalu dari hadapan Vina.
Setelah mencari kemana-mana, bahkan sampai ke toilet, akhirnya Arya memutuskan untuk mencari mereka ke atas balkon, bisa saja saat ini Alexa dan Nico sedang berada di sana, pikirnya.
"Kak, maaf ya baju Kakak jadi basah gara-gara aku," ucap Alexa saat mereka sudah melepaskan pelukan.
"Gak papa kok Lex, yang penting sekarang perasaan kamu udah sedikit tenang kan?" Tanya Nico.
"Udah Kak, makasih banyak ya," ucap Alexa.
"Iya sama-sama, ya udah yuk kita ke kantin makan siang," ajak Nico.
"Iya Kak," jawab Alexa.
Saat mereka berdua akan menuruni tangga, tiba-tiba saja kaki Alexa tergelincir dan hendak jatuh, dengan cepat Nico menarik tubuh mungil Alexa hingga dia terjatuh di dalam pelukan Nico yang juga terjatuh dengan posisi saling berhadapan dan bibir keduanya saling menempel. Mata keduanya bertemu dan terbuka lebar karena terkejut dengan apa yang sedang terjadi. Deg, bahkan juga bisa dirasakan kini jantung mereka berdetak tidak normal dari biasanya.
"Alexa, Dokter Nico," ucap Arya yang melihat kejadian itu.
Alexa yang mendengar suara Arya itu segera beranjak dari posisinya yang berada di atas Nico.
"Akh," rintih Nico, tubuhnya terasa sakit karena terjatuh dan menahan beratnya tubuh Alexa.
"Eh Dok, maaf. Sini saya bantu," kata Alexa sembari membantu Nico untuk duduk.
"Dokter Nico, Alexa, kalian kenapa?" Tanya Arya lalu menaiki tangga dan menghampiri mereka.
"Arya, ini gak seperti yang kamu bayangin kok, tadi itu aku mau jatuh, terus Dokter Nico nolongin aku sampai jatuh kayak tadi," jelas Alexa.
"Tapi kamu gak papa kan Lex...?" Tanya Arya yang tampak khawatir.
"Alexa gak kenapa-napa, saya yang sakit karena ditimpa badannya Alexa, lagian badan kamu berat banget Lex," ketus Nico.
"Maaf Dok, makasih ya sekali lagi. Kalau gak ada Dokter Nico pasti aku udah jatuh ke bawah," ucap Alexa yang tertunduk dan ngerasa bersalah.
"Ya udah gak usah di bahas, kalian bantuin saya aja, papah saya ke ruangan saya," kata Nico.
"Baik Dok, sini saya bantu berdiri," kata Arya.
"Iya Dok," jawab Alexa, lalu ia dan Arya segera memapah Nico menuju ke ruangannya.
"Kalian boleh pergi, saya mau istirahat," kata Nico setelah tiba di ruangannya. Memang tidak ada luka, tetapi pinggang dan tubuhnya terasa sedikit sakit karena terhentak di lantai saat terjatuh tadi di tambah lagi menahan tubuh Alexa.
"Dokter gak mau makan?" Tanya Alexa.
"Nanti aja, kalian makan dulu dan istirahat. Pasti kalian juga lelah sehabis operasi tadi," kata Nico.
"iya Dok, kita pergi dulu ya," pamit Arya.
Dengan perasaan khawatir, Alexa terpaksa meninggalkan Nico dan pergi ke kantin bersama Arya.
*****
"Lex, udah selesai kan makannya? Yuk balik ke ruangan," ajak Arya.
"Beneran gak papa nih kalau aku duluan? Atau mau aku tungguin," kata Arya.
"Gak usah Ar, beneran gak papa kok," jawab Alexa.
"Ya udah kalau gitu, aku duluan ya Lex," pamit Arya tanpa menanyakan apa urusan Alexa, ia tidak mau di bilang terlalu ikut campur dan mau tahu.
"Iya," jawab Alexa mengangguk.
Setelah Arya pergi, Alexa segera mengambil satu porsi makanan lagi yang akan ia hantarkan ke ruangan Nico,ia yakin pasti Nico lapar setelah melakukan operasi. Tadinya juga ia dan Nico hendak ke kantin bersama untuk makan, tetapi karena menolong Alexa, Nico jadi tidak enak badan dan ingin beristirahat.
Vina yang saat itu juga sedang berada di kantin, telah memperhatikan Alexa dan merasa sangat curiga memutuskan untuk mengikuti kemana Alexa pergi.
Tok ... tok ... tok ... Alexa mengetuk pintu berapa kali tetapi tidak ada sahutan dari Nico.
"Kak Nico kemana ya?" Gumam Alexa.
Alexa mencoba masuk ke dalam ruangan tersebut yang ternyata tidak dikunci.
"Kak Nico, Kak!" Teriak Alexa yang tidak menemukan Nico.
Alexa mencari Nico ke seluruh ruangan itu yang ukurannya lumayan besar, hingga ia menemukan sebuah ruang yang diyakini adalah kamar khusus untuk Nico beristirahat.
"Apa mungkin Kak Nico ada di dalam sini?" Gumam Alexa.
Alexa mencoba membuka pintu tersebut yang ternyata juga tidak dikunci, ternyata benar dugaan Alexa bahwa ruang tersebut adalah kamar khusus untuk Nico sebagai Dokter kepala di rumah sakit itu beristirahat. Desain kamar tersebut di rancang khusus seperti kamar pribadi, di lihatnya juga ada lemari berisi pakaian dan sepatu yang pastinya milik Nico.
Saat sedang asyik melihat di sekitar, tiba-tiba saja Alexa di kejutkan dengan pemandangan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Nico baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Akh...!" Teriak Alexa sembari menutup matanya.
"Kamu ngapain ada di sini?" Tanya Nico yang juga terkejut melihat Alexa ada di ruang pribadinya.
"Maaf Kak, aku keluar dulu ya," kata Alexa dan bergegas keluar dari ruangan Nico.
Nico keluar dari kamar, ia tidak melihat Alexa di ruangannya, tetapi ia melihat ada makanan dan sebuah memo yang di tulis oleh Alexa.
"Kak Nico, maafin aku ya udah lancang masuk ke kamar Kakak. Ini aku bawain makanan, dimakan ya Kak, Dokter juga harus menjaga kesehatan,"
Nico tersenyum melihat memo tersebut, ada rasa bahagia tersendiri yang menyelimuti hatinya.
Sedangkan Alexa saat ini sangat merasa malu dan canggung, apa yang baru saja dilakukannya itu sangatlah tidak sopan. Jika bertemu dengan Nico nanti, pasti ia akan di marahi habis-habisan oleh Dokter seniornya itu karena telah membuat kesalahan yang fatal, pikirnya.
"Duh ... Alexa, bego banget sih, ngapain juga tadi masuk ke kamar itu, cari gara-gara aja sama Nico," gumam Alexa, wajahnya kelihatan sangat panik.
"Alexa, ini buat kamu," suara Arya mengejutkan Alexa, ia memberikan satu cup cappucino panas yang baru dibelinya tadi, Arya tahu jika Alexa sangat menyukai minuman tersebut.
"Makasih ya Ar," ucap Alexa setelah menerimanya.
"Iya sama-sama Lex, di minum gih! Mumpung masih panas," kata Arya.
.
.
.
.
.
Bersambung.....