
"Kak, ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiran Kakak ya?" Tanya Alexa.
"Enggak ada apa-apa, ya udah kamu makan aja. Aku capek banget pengen istirahat," Kata Nico.
"Kakak nggak makan?" Tanya Alexa.
"Aku masih kenyang, tadi sore udah makan kok. Yang penting aku udah cicipin masakan kamu kan," lalu Nico beranjak dari tempat duduknya.
"Kakak mau kemana?" Tanya Alexa.
"Kan tadi aku udah bilang, aku capek pengen istirahat," jawab Nico.
"Bahkan buat nemenin aku makan aja Kakak gak mau?" Tanya Alexa yang tampak kecewa. Matanya juga mulai berkaca-kaca karena mendapat perlakuan yang tak biasa dari Nico. Biasanya secapek-capeknya Nico, ia tidak mungkin mengabaikan Alexa apalagi hanya untuk sekedar menemaninya makan.
Nico mengembalikan badannya, ia tidak sanggup untuk melihat wajah kekasihnya itu, lalu ia pun segera melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Alexa. Akan tetapi, dengan cepat Alexa memeluk Nico dari belakang agar kekasihnya itu tidak pergi.
"Kak Nico, kasih tau aku kalau aku ada salah. Aku nggak suka kalau Kakak cuekin aku kayak gini, kalau ada apa-apa Kakak kasih tau dong sama aku. Bukannya kita udah janji ya untuk saling terbuka," kata Alexa. Dia juga menyandarkan kepalanya di punggung Nico yang kekar.
Nico menghela nafas panjang dan membuang nafasnya itu lagi dengan kasar, benar kata Alexa saat ini memang sedang ada yang mengganggu pikirannya.
Ia pun membalikan tubuhnya kembali dan kini menghadap ke Alexa, Alexa dan Nico pun kini saling bertatapan. Nico menatap mata Alexa yang sendu, terlihat jelas bahwa Alexa sangat sedih dan kecewa atas perlakuannya yang baru saja dilakukannya.
"Sayang, maafin aku ya. Aku nggak bermaksud buat nyakitin kamu," ucap Nico sembari menatap lekat wajah sang kekasih.
"Aku nggak apa-apa Kak, aku cuma nggak bisa aja ngeliat Kakak cuekin aku kayak tadi. Kalau memang ada masalah, Kaka cerita dong sama aku, aku nggak bisa kayak gini Kak," kata Alexa, lalu buliran bening dari sudut matanya pun menetes tak terbendung lagi.
"Maafin aku ya Sayang," ucap Nico lagi sembari mengusap air mata yang membasahi pipi wanita yang dicintainya itu dan menarik tubuhnya kedalam pelukan hangatnya.
"Apa yang baru aja aku lakukan? Aku udah buat Alexa menangis, padahal aku janji akan selalu buat Alexa tersenyum, tapi yang barusan tadi apa?" ucap Nico yang bermonolog dengan hatinya.
"Iya Kak nggak papa. Jadi sebenarnya ada apa? Kasih tau dong ke aku," pinta Alexa sembari melepaskan pelukan mereka.
Nico mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, lalu ia menunjukkan sebuah foto kepada Alexa.
"Ini," kata Nico.
Alexa pun melihat seksama foto yang ditunjukkan oleh Nico, dimana saat itu ia sedang bersama dengan Nathan saat di cafe Tadi. Mereka berdua tampak sedang tertawa bahagia bersama.
"Jadi ini yang udah mengganggu pikiran Kakak? Kenapa Kakak nggak tanya langsung sih sama aku, aku bisa jelasin Kak kalau ini itu nggak ada apa-apa," kata Alexa.
"Ya jelas aja lah ini mengganggu pikiran aku, aku ngeliat kamu tertawa bahagia, tertawa lepas sama laki-laki lain selain aku. Udah cukup aku liat kamu dekat sama Arya yang katanya sahabat kamu, cowok ini siapa lagi coba," kata Nico.
"Kak, ini nggak seperti yang Kakak pikirin kok. Biar aku jelasin ya," kata Alexa. "Sini kita duduk dulu."
Alexa mengajak Nico duduk di sofa ruang depan, lalu Alexa pun menceritakan kepada Nico soal pertemuannya tadi dengan Nathan.
"Oh … jadi dia teman SMA kamu?" Tanya Nico memastikan lagi.
"Iya Kak, kebetulan tadi nggak sengaja aku ketemu sama dia di supermarket. Makanya kita berdua langsung ke cafe, aku nggak enak kak mau nolak karena dia kan temen lama aku, kebetulan kita ketemu masa iya dia cuma mau ngajak ngobrol doang aku nggak mau," kata Alexa.
"Gak ada salahnya kamu nolak, aku juga nggak mau kalau kamu sering-sering ketemu sama dia kayak tadi," kata Nico yang menunjukkan kecemburuannya.
"Enggak Kak, aku aja nggak tau bakalan ketemu dengan dia lagi atau nggak," kata Alexa. "Tapi kok Kakak bisa dapat foto ini? Dari siapa …?" Tanyanya.
"Aku juga nggak tau sih ini siapa yang kirim, nomornya juga nggak dikenal. Tapi yang jelas ini orang pasti sengaja deh mau bikin kita berdua berantem," Kata Nico.
"Iya deh aku minta maaf," ucap Nico.
Lalu tiba-tiba Alexa dan Nico sama-sama mendengar suara bergemuruh dari dalam perut Nico yang menandakan cacing di dalam perutnya itu minta dikasih makan.
Alexa pun tersenyum. Sedangan Nico nyengir seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia menjadi salah tingkah sendiri karena ketahuan berbohong.
"Tuh kan Kakak laper, tadi bilangnya udah kenyang nggak mau makan," sindir Alexa.
"Ya abisnya tadi kan aku lagi kesal, jadinya aku males lah mau makan, "kata Nico.
"Kirain gara-gara masakan aku nggak enak Kakak jadi nggak mau makan," kata Alexa.
"Enak, siapa bilang nggak enak. kamu udah pintar masak ya sekarang," puji Nico.
"Masa sih Kak, ya udah kalau gitu kita makan lagi yuk," ajak Alexa.
"Ayo, lagian sayang lah kamu udah masak banyak-banyak kayak gitu, masa nggak kita makan sih," kata Nico.
"Iya lah, aku udah bela-belain capek-capek masakin buat Kakak, ini pertama kalinya loh aku masak masakan ribet kayak gini. Masa nggak dimakan," kata Alexa.
Lalu Alexa dan Nico pun kembali menikmati hidangan yang telah dimasak oleh Alexa itu.
*****
Sejak pertemuannya dengan Alexa dua hari yang lalu membuat Nathan terus memikirkan Alexa, ia merasa bahwa pertemuannya dengan Alexa kembali merupakan jodoh yang telah diatur oleh Tuhan untuknya.
"Gimana ya caranya biar aku ketemu sama Alexa lagi? Kenapa juga aku nggak minta nomor HP-nya Alexa waktu itu. Nathan … Nathan, bego banget sih kamu," ucap Nathan yang berbicara sendiri. "Oh iya aku ingat, waktu itu Alexa bilang kalau dia bekerja di Rumah Sakit Hospital Hutama. Apa Mendingan aku samperin aja ya Alexa ke sana? Ya benar itu ide bagus, mendingan aku ke sana aja temuin Alexa. Nggak papa kan, anggap aja kalau aku ini pasien yang mau berobat dengan Dokter Alexa," ucap Nathan lagi.
Saat itu juga, ia langsung saja bergegas keluar dati perusahaan dan menuju ke Rumah Sakit Hospital Hutama untuk menemui Alexa, untungnya hari ini ia sedang tidak banyak pekerjaan.
Setibanya di rumah sakit tersebut, Nathan pun segera menuju ke resepsionis untuk mencari keberadaan Alexa.
"Selamat siang Sus," ucap Nathan.
"Iya, selamat siang Mas, ada yang bisa saya bantu?" Tanya suster.
"Sus, Saya mau ketemu sama Dokter Alexa-nya ada?" Tanya Nathan.
Nico yang saat itu kebetulan lewat mendengar bahwa kekasihnya sedang dicari oleh seseorang, ia langsung saja menatap siapa pria tersebut.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Makasih pembaca setia. Jangan lupa like, momen, vote, hadiah dan tekan love-nya ya. Dukungan kalian sangat berarti. 🥰