
"Ta, kenapa bengong ...? Atau tadi kamu ke apartemen aku terus ketemu ya sama Kak Nico?" Tanya Alexa.
"I-iya bener Lex, kebetulan pas aku ke sana ketemu sama Dokter Nico yang mau ke rumah sakit ini nemuin kamu, katanya abis dapat telpon dari Arya. Kamu kan udah pernah cerita ya sama aku tentang Dokter Nico, Arya, jadinya otak aku langsung conect gitu aja," jawab Thalita beralasan dan dipercaya gitu aja oleh Alexa tanpa menaruh curiga sedikitpun.
"Oh ... gitu," gumam Alexa.
"Iya Lex, sekarang aku deh yang nanya sama kamu. Kamu sama Nico itu ada hubungan apa? Kenapa aku liat Nico khawatir banget sama kamu sejak di apartemen tadi bahkan saat di rumah sakit, lebih heboh gitu sama kondisi kamu dibandingkan aku sama Arya yang masih bisa untuk bersikap tenang. Terus aku juga dengar jelas Nico panggil kamu sayang tadi. Jelasin dan jujur sama aku Lex, apa jangan-jangan kalian udah jadian ya?" Tanya Thalita dengan mode ingin tahu.
"Aku juga ingin tau Lex, bahkan administrasi kamu udah diurus semuanya sama Dokter Nico," sambung Arya.
"What ...? Kamu serius Ar?" Tanya Alexa.
"Serius lah Lex," jawab Arya.
Kini Arya dan Thalita sama-sama mendesak Alexa meminta untuk memberitahu ada apa sebenarnya antara dirinya dan Nico. Tatapan keduanya membuat Alexa bergidik, ia bingung, tidak tahu harus menjawab apa sekarang.
"Iya, aku jujur deh ini sama kalian. Aku sama Nico udah jadian," ungkap Alexa.
"Hah? Seriusan? Wah ... selamat ya Beb, aku seneng banget deh," ucap Thalita yang merasa sangat bahagia.
Berbeda dengan Arya, ia sedikit syok dan tampak kecewa, akan tetapi ia mencoba untuk tegar dan menyembunyikannya di depan Alexa. Dia terlambat, kini harapannya benar-benar pupus karena Nico telah menjadi kekasih Alexa saat ini.
"Sejak kapan Lex?" Tanya Arya.
"Seminggu yang lalu," jawab Alexa. Maaf ya aku belum kasih tau kalian," ucapnya.
"Oh ... gak papa Lex, itu hak kamu kok mau kasih tau ke aku atau enggak," ujar Arya.
"Nah iya, aku setuju. Kamu pasti punya alasan sendiri kan kenapa gak bilang ke kita? Aku ngerti kok Lex. Tapi kenapa kamu tadi cuekin Kak Nico? Liat, sekarang Kak Nico juga gak ada lagi di sini," tanya Thalita.
"Soal itu, aku belum bisa cerita sekarang sama kalian," jawab Alexa.
"Mendingan sekarang aku anterin kamu pulang aja ya Lex, kamu harus istirahat yang cukup," kata Arya.
"Aku ikut ya, aku mau temenin Alexa malam ini," kata Thalita.
"Ta, gak usah, Aku gak papa kok. Entar kalau Bude kamu cariin gimana?" Tolak Alexa.
"Gak papa Lex, masak kamu gak bolehin aku nginap di apartemen kamu sih. Aku udah datang jauh-jauh cuma buat ketemu sama kamu loh Lex," kata Thalita yang mulai memasang jurus cemberutnya.
"Bukannya gitu Thalita-ku sayang, aku cuma gak mau jadi ngeropotin kamu," ungkap Alexa.
"Ngerepotin apaan sih, kayak sama siapa aja," ucap Thalita.
"Udahlah Lex biarin aja, kali ini aku setuju kok sama dia (menunjuk Thalita).
Alexa tampak berpikir, "Ya udah deh, yuk langsung pulang aja."
"Nah gitu dong," kata Arya yang sama bahagianya dengan Thalita saat ini.
Langsung saja Arya mengantar Alexa dan Thalita pulang ke apartemen Alexa.
*****
"Lex, kamu belum tidur ...?" Tanya Thalita. Ia yang tadinya sudah tidur karena kelelahan, kini terbangun karena kegelisahan yang dialami oleh sahabatnya itu.
"Gak bisa tidur," jawab Alexa dengan suara serak.
Thalita langsung duduk dan menyalakan lampu tidur agar bisa melihat wajah Alexa.
"Lex, kamu nangis?" Tanya Thalita.
"Hu ... hu ... hu ...," tangisan yang dari tadi ia tahan kini pecah begitu saja, Thalita memeluknya mencoba untuk memberi ketenangan.
"Ngomong apaan sih, justru itulah gunanya aku di sini sekarang, mungkin kedatangan aku memang sangat tepat. Ada apa? Cerita ke aku Lex," pinta Thalita.
"Kenapa hubungan percintaan aku harus berakhir seperti ini Ta?" Tanya Alexa yang terus menangis.
"Hah berakhir? Putus maksudnya? Kenapa Lex, bukannya kalian baru jadian?" Tanya Thalita penasaran, ia merasa sangat kasihan terhadap sahabatnya itu.
"Aku liat Kak Nico berpelukan dan cipika-cipiki sama cewek lain tepat di depan mata aku," jawab Alexa.
Thalita mengerutkan keningnya, ia tidak percaya jika Kakak sepupunya seperti itu, bahkan saat Nico berpacaran dulu, dia lah yang ditinggal oleh kekasihnya.
"Ya udah Lex, kamu yang sabar ya. Tapi kemungkinan kamu salah paham, karena yang aku liat Kak Nico itu khawatir banget sama kamu Lex, aku yakin dia sayang banget sama kamu, gak mungkin banget kalau dia berkhianat," kata Thalita.
"Kenapa kamu yakin banget? Kayak kamu udah kenal lama aja sama dia," kata Alexa.
"Ehm kan aku udah bilang tadi, aku liat dari kekhawatirannya sama kamu," jawab Thalita gugup.
"Tapi jelas-jelas aku liat dengan mata kepala aku sendiri Ta, apalagi yang gak mungkin," kata Alexa.
"Lex, kadang apa yang kita liat itu belum tentu sama dengan yang kita bayangin. Kamu udah tanya langsung sama orangnya ...?" Tanya Thalita.
"Belum," jawab Alexa tertunduk, tatapannya sendu membuat Thalita merasa sangat iba pada Alexa. Padahal untuk pertama kalinya sahabatnya itu berpacaran, tapi kenapa harus mengalami kesedihan yang mendalam seperti ini?
"Apa benar Kak Nico berbuat hal semacam itu? aku sama sekali gak percaya," batin Thalita.
"Lex, sekarang kamu tidur aja ya dulu, besok lebih baik kamu tanya langsung sama Nico supaya lebih jelas. Biar aku yang temenin," kata Thalita.
Akhirnya Alexa dan Thalita pun terlelap hingga pagi.
*****
Keesokan harinya, Alexa izin tidak bekerja karena kondisinya masih belum stabil, ia masih perlu istirahat untuk memulihkan keadaannya.
Sedangkan Thalita masih berada di apartemen Alexa untuk merawat dan menjaganya, selain karena ini adalah keinginan Nico, ini juga kemauan Thalita sendiri karena Alexa adalah sahabatnya.
Saat tiba di apartemen, Nico langsung menuju ke apartemen Alexa, ia sudah mendengar semuanya yang telah terjadi dari Thalita, Nico ingin meluruskan kesalahpahaman ini segera, karena dari tadi malam perasaannya sangat tidak tenang memikirkan Alexa.
"Mau ngapain kamu ke sini ...?" Tanya Alexa dengan ketus saat Nico berada di dalam kamarnya, tentu Thalita lah yang membawanya masuk.
"Sayang, Thalita udah cerita sama aku. Aku gak mungkin mesra-mesraan sama cewek lain," kata Nico.
"Tapi aku liat sendiri," ungkap Alexa.
"Memang kamu liat dimana? Kapan?" Tanya Nico.
"Semalam sore, di depan apartemen kamu," jawab Alexa.
Nico dan Thalita saling berpandangan karena teringat sesuatu.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Hai guys jangan lupa tinggalin jejak ya. Makasih pembaca Setia. 🥰😙