Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-53



"Kak, aku laper nih, ke kantin yuk," ajak Alexa.


"Lima menit lagi ya, atau kamu duluan aja bareng Arya," kata Nico.


"Males ah, entar ujung-ujungnya Kak Nico gak nyusul lagi. Lagian pasti Arya udah duluan," kata Alexa.


"Ya udah yuk, kamu sih tadi pagi sarapannya gak diabisin, jadi kelaparan kan sekarang," kata Nico.


"Abisnya tadi pagi perut aku mules Kak, Kakak sih tadi malam masaknya banyak banget, kan aku jadi kekenyangan," jawab Alexa.


"Hm … kamu tuh ya, kalau dibilangin ada aja jawabannya, ya udah yuk ke kantin," ajak Nico.


"Oke Kak," jawab Alexa yang begitu bersemangat. Memang perutnya terasa begitu lapar karena tadi pagi ia sudah membuang semua isi dalam perutnya.


Alexa dan Nico pergi ke kantin secara berdampingan, tidak heran jika ada dari beberapa Dokter dan Suster yang tidak suka dengan hubungan mereka, pasalnya Dokter tampan idola mereka yang terkenal dingin itu, kini sudah melabuhkan hatinya pada sosok wanita yang belum lama dikenalnya itu. Bahkan terkadang Nico juga memamerkan kebucinan dan keromantisannya dengan sang kekasih di depan umum yang membuat wanita lain iri dan cemburu melihatnya.


"Kak, gak usah pegang-pegang," kata Alexa saat Nico hendak menggandeng tangannya.


"Memangnya kenapa? Kan sama pacar sendiri, lagian semua orang di rumah sakit ini juga udah tau kalau kita pacaran," kata Nico.


"Iya Kak, tapi gak perlu dipamerin juga kali Kak. Ini tuh di rumah sakit, paling enggak kita tau tempat lah Kak, harus profesional sebagai Dokter, apalagi Kak Nico itu pemilik rumah sakit ini," kata Alexa.


"Iya Sayang, iya," jawab Nico yang tidak ingin mendengarkan kekasihnya itu terus saja mengomel.


Setibanya di kantin, Nico dan Alexa melihat Arya yang sedang duduk bersama suster Maya, mereka pun langsung saja menghampirinya.


"Ehem, yang lagi berduaan lupa deh mau ngajakin sahabatnya makan bareng," sindir Alexa.


"Alexa, Dokter Nico, sini duduk. Sorry deh aku kirain tadi kamu udah makan bareng Dokter Nico," ucap Arya. Sedangkan Maya hanya senyum saja.


"Enggak deh, kalian duduk aja lanjutin. Aku sama Dokter Nico duduk di sana aja ya," ucap Alexa, lalu ia dan Nico pun pergi mencari meja lain.


*****


Saat ini, Vina sedang berada di apartemennya sendirian, ia merasa bosan karena sejak tadi pagi Bagas belum juga datang atau menghubunginya, ya tadi pagi Bagas bilang kepada Vina Jika ia akan membesuk saudaranya yang ada di sel tahanan tanpa menyebutkan siapa saudaranya tersebut.


"Kira-kira Bagas besuk siapa ya? Kenapa dia nggak ada nyebutin namanya ke aku. Aduh …Vina, ngapain juga sih jadi mikirin Bagas. Itu juga bukan urusan kamu Vina, itu semua terserah Bagas lah. Tapi laper juga ya nih perut, masak mie instan aja deh, kalau nungguin Bagas bisa mati kelaparan aku," gumam Vina.


Beberapa saat kemudian mie instan yang Vina buat telah tersaji di atas meja. Saat sedang asyik melahapnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartemen Vina. Vina pun bergegas membuka pintu apartemen tersebut yang ternyata adalah Bagas yang datang.


"Bagas," ucap Vina.


"Hai Vin, sorry ya aku telat, soalnya tadi aku ada urusan jadi sekalian aku selesaikan dulu deh. Kamu udah makan?" Tanya Bagas.


"Gimana sih Bagas, jelas-jelas tadi dia yang janji mau makan siang bareng aku, sekarang pakai nanya lagi udah makan atau belum. Untung aja aku udah makan mie instan, gak tahu apa kalau aku udah laper," gumam Vina dalam hati.


Bagas yang melihat Vina termenung pun langsung menegurnya, "Vin kok bengong? Udah makan atau belum? Tanya Bagas sekali lagi, karena tadi belum mendapat jawaban dari Vina.


"Eh Bagas Sorry, aku udah makan mie instan sih, soalnya tadi aku udah laper banget," jawab Vina.


"Oh gitu, maaf ya kamu jadi kelaparan gara-gara aku telat. Gimana kalau sekarang kita makan aja di luar mau nggak?" Tanya Bagas.


"oke," ucap Bagas lalu ia pun ikut masuk ke dalam apartemen Vina.


Vina dan Bagas menuju ke sebuah restauran terdekat untuk makan siang bersama.


"Bagas Aku boleh nanya sesuatu nggak?" Tanya Vina saat mereka dalam perjalanan.


"Mau nanya apa Vin? Tanya aja, pasti boleh kok," jawab Bagas.


"Tapi ini agak pribadi sih, aku mau nanya kamu tadi jenguk siapa di sel tahanan?" tanya Vina sembari menatap Bagas, seolah ia sangat berharap Bagas akan memberitahunya.


Bukan langsung menjawab pertanyaan Vina, Bagas tampak terdiam memikirkan sesuatu. Dalam hatinya ia ingin sekali memberitahu Vina, namun perkenalannya dengan Vina belum begitu lama, sehingga rasanya belum terlalu pantas untuk bagus menceritakan semuanya kepada Vina.


"Bagas, kalau kamu nggak mau cerita sama aku sekarang juga enggak apa-apa kok, aku ngerti sama kondisinya," kata Vina yang seolah mengerti akan pemikiran Bagas itu.


"Maaf ya Vin, sebenarnya aku juga pengen banget cerita sama kamu, tapi aku belum siap. Cuma aku janji deh, suatu saat nanti aku pasti akan ceritain semuanya sama kamu tanpa rahasia sedikitpun," ucap Bagas.


"Iya, nggak papa kok, aku juga nggak maksa. Maaf ya aku terlalu kepo ingin tahu urusan kamu," kata Vina.


"Nggak papa, aku juga minta maaf ya belum bisa kasih tahu kamu sekarang," ucap Bagas.


"Iya gas," jawab Vina.


"Bagas … Bagas, kalau kamu main rahasiaan kayak gini sama aku, malah bikin aku jadi penasaran tau nggak? Kamu lihat aja, tanpa kamu yang kasih tahu ke aku pun, aku pasti bakalan cari tahu sendiri," gumam Vina dalam hatinya.


Kini Vina dan Bagas sudah sampai di restauran tujuan mereka. Langsung saja mereka pesan makanan dan melahapnya. Setelah makan, mereka berdua pun pergi berjalan-jalan untuk menikmati keindahan kota Jogja.


*****


Alexa tampak berdiam diri di ruangan Dokter magang. Arya yang saat itu melihat Alexa sedang termenung, segera saja ia menghampirinya.


"Lex, bengong aja, mikirin apa sih? Udah enak juga punya pacar di rumah sakit, bisa bareng terus, masih aja melamun," sindir Arya.


"apaan sih, kalau nggak tau tuh diam aja deh, memang masalah itu hanya urusan percintaan doang apa? Kan ada masalah lain juga kali dalam hidup ini," protes Alexa.


"Idih sewot, maaf deh. Ya udah cerita ada apaan sih Alexa, cerita dong sama aku. kalau kamu nggak cerita ya Aku nggak tahu lah makanya aku sok tahu, he … he … he …" kata Arya nyengir.


.


.


.


.


.


Bersambung....