Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-31



"Malam Nico, akhirnya kalian sampai juga," ucap Anggi tersenyum.


"Ayo Sayang samperin Bunda," ajak Nico.


Sedangkan Alexa masih diam mematung, ia tidak menyangka jika Nico akan mengajaknya ke rumah ibunya itu dalam waktu secepat ini, mereka baru saja berpacaran selama satu bulan.


"Lex," panggil Nico yang membuyarkan lamunan Alexa.


"I-iya Kak," jawab Alexa. Ia berusaha untuk tetap tenang, mau kabur sekarang juga tidak akan bisa.


"Ayo," ajak Nico lagi dan kali ini sambil menggandeng tangan Alexa.


Alexa pun mengikuti langkah Nico yang semakin dekat dengan ibunya itu. Jantungnya berdetak sangat cepat seakan ingin copot. Bagaimana tidak? Ini adalah pertama kalinya di dalam hidup Alexa, ia akan berkenalan dengan ibu dari kekasihnya.


"Sayang, ini Bunda aku," ucap Nico saat mereka sudah berada di depan Anggi. "Dan ini Alexa Bun, tamu spesial yang aku bilang."


Seketika wajah Alexa memerah karena menahan malu, "Apa? Kak Nico bilang aku tamu spesial, aduh ... pengen terbang ke langit rasanya," batin Alexa.


"Malam Bu, aku Alexa," ucap Alexa memperkenalkan diri serta menyalami dan mencium punggung telapak tangan Anggi.


"Malam Sayang, saya Anggi ibunya Nico," ucap Anggi pula. Tidak hentinya ia mengulas senyuman di bibirnya, hatinya sangat senang dan kagum melihat kecantikan dan kesopanan yang di miliki oleh Alexa.


"Ya udah kita masuk aja yuk, makan malamnya udah siap," ajak Anggi.


"Iya Bun, Nico juga udah laper banget nih, kangen juga sama masakan Bunda," ungkap Nico. "Yuk Sayang," Nico mengajak Anggi.


Alexa hanya mengangguk lalu mengikuti Nico dan ibunya itu masuk ke dalam rumah langsung menuju ke ruang makan.


Rumah Orang tua Nico sangat besar, ruangannya juga tampak luas karena tidak terlalu banyak diisi oleh perkakas, rapi, bersih persis seperti apartemen Nico.


"Wah ... banyak banget Bun masaknya, ini semua Bunda yang masak ya?" Tanya Nico saat melihat beberapa hidangan tersaji di atas meja makan, ada udang saos tiram, sotong bakar, ikan kakap saos pedas manis, ayam bakar madu, lengkap dengan sayur mayurnya yaitu capcay dan sup ayam. Alexa juga ikut tercengang melihat makanan yang begitu banyak di depan matanya.


"Iya dong, tapi dibantuin juga sama mbok Sari tadi," jawab Anggi.


"Makasih ya Bun udah masak sebanyak ini buat menyambut kedatangan kita," ucap Nico.


"Kamu ngomong apaan sih Sayang, ini khusus untuk anak dan calon menantu Bunda yang datang pada malam ini," ucap Anggi.


Uhuk ... uhuk ... tiba-tiba saja Alexa terbatuk karena mendengar kata menantu yang dilontarkan oleh Anggi.


"Sayang, ini minun dulu," ucap Nico yang memberikan Alexa segelas air dan menepuk pelan pundaknya.


Anggi tersenyum melihat perlakuan manis yang anaknya lakukan terhadap Alexa, ia sangat yakin jika Nico sangat mencintai Alexa.


"Alexa, kamu gak papa kan?" Tanya Anggi.


"Gak papa kok Bu, jawab Alexa.


"Ya udah yuk kita makan dulu, setelah itu baru kita ngobrol-ngobrol," ucap Anggi.


Lalu mereka pun menyantap makanan yang ada di atas meja. Selesai makan, kini mereka sedang berada di ruang keluarga untuk menonton televisi sembari mengobrol.


"Oh ... jadi kamu Dokter magang di Hospital Hutama? Cinlok dong ya," kata Anggi.


"Iya Bu," jawab Alexa.


"Sayang, kamu jangan panggil saya ibu dong, panggil bunda aja ya kayak Nico," pinta Anggi.


"Tapi Bu-" ucapan Alexa terhenti.


"Gak ada tapi-tapian, nurut aja ya Sayang," kata Nico menyela ucapan Alexa begitu saja.


"Iya Bu, eh Bunda," jawab Alexa yang terlihat sangat canggung.


"Alexa, kamu asalnya dari mana? Sekarang tinggal dimana?" Tanya Anggi.


"Aku dari Jogja Bun, sekarang tinggal di apartemen samping Kak Nico ," jawab Alexa.


"Oh ... selain kerja bareng ternyata kalian pacar lima langkah ya," ucap Anggi tersenyum.


"Ha ... ha ... ha ... apaan sih Bun," ucap Nico yang tertawa.


"Bunda bisa aja," ucap Alexa tersipu malu.


"Bun, Lex, aku ke atas dulu ya, mau ambil barang di kamar," kata Nico.


"Iya Kak," jawab Alexa, sedangkan Anggi hanya mengangguk.


"Bun, titip pacar aku ya," ucap Nico.


"Iya, takut banget sih kenapa-kenapa pacarnya," ucap Anggi.


Lalu Nico bergegas melangkahkan kaki menuju ke kamarnya yang terletak di lantai dua.


"Alexa, terima kasih ya Sayang karena kamu udah hadir dalam hidup Nico. Semenjak dia ditinggal sama pacar pertamanya dulu, Nico jadi tertutup soal percintaannya, beberapa kali Bunda coba buat kenalin sama anak-anak teman Bunda, tapi dia gak mau sama sekali. Bunda tau alasannya pindah ke apartemen bukan hanya karena dekat dengan rumah sakit, tapi karena dia gak mau kalau Bunda selalu bahas soal calon istri. Tapi sekarang Bunda lega karena akhirnya Nico kembali membuka hatinya, Bunda bisa liat kalau Nico sangat mencintai kamu Sayang, kamu itu sangat spesial bagi Nico," ucap Anggi.


Alexa merasa sangat tersipu atas ucapan yang keluar dari mulut ibu paruh baya yang ada di depan matanya itu, hatinya begitu menghangat karena tidak menyangka akan diperlakukan sangat baik oleh Nico.


Karena sangat terharu, tanpa sengaja tetesan air bening lolos begitu saja dari pelupuk mata Alexa.


"Sayang, kenapa kamu jadi sedih? Maaf ya kalau ucapan Bunda ada yang menyakiti hati kamu," ucap Bunda sembari memegang kedua tangan Alexa.


Alexa menggelengkan kepalanya, "Gak Bun, ucapan Bunda sama sekali gak ada yang nyakitin perasaan Alexa. Justru Alexa seneng banget Bun bisa menjadi bagian dalam hidup Kak Nico dan diperlakukan sangat baik oleh Bunda dan Kak Nico."


Mendengar ucapan Alexa itu membuat Anggi menjadi ikut terharu dan langsung memeluk Alexa. Nico yang baru saja kembali merasa sangat bahagia melihat keharmonisan antara dua wanita yang sangat dicintainya itu.


*****


Setelah memakai serangkaian skincare malam, Alexa segera merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk segera beristirahat, tidak henti-hentinya senyum manis dari sudut bibir tipisnya itu mengambang, hatinya selalu merasa hangat jika mengingat acara makan malam bersama Nico dan ibunya tadi.


"Gak nyangka banget kalau bunda akan bersikap semanis itu sama aku, beruntungnya kamu Alexa," ucap Alexa bermonolog dengan hatinya.


Akan tetapi tiba-tiba saja ia teringat sesuatu yang membuat hatinya cemas.


"Tapi gimana ya kalau bunda tau kondisi keluarga aku, papa di penjara karena kasus korupsi, apa bunda akan tetap bersikap baik sama aku?" Tanya Alexa.


Semua ini membuatnya takut, ia takut jika Nico akan meninggalkannya karena sang ibu tidak menyukainya setelah tahu bagaimana kondisi keluarganya.


.


.


.


.


.


Bersambung....