Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-28



"Tunggu, kamu bilang kapan Lex ...?" Tanya Thalita.


"Semalam sore Ta," jawab Alexa.


"Di depan apartemen Kak Nico?" Tanya Thalita lagi.


"Iya, kamu gak percaya sama aku?" Tanya Alexa pula.


"Bukan gitu, kamu ingat gak ceweknya pakai baju apa ...?" Tanya Thalita.


Alexa terdiam, ia mengingat-ingat tetapi tidak terlalu jelas dan membuatnya lupa.


"Mirip gak sama baju yang aku pakai semalam sore, rambut ceweknya pendek kayak rambut aku?" Tanya Thalita terus menerus yang membuat Alexa bingung.


Akan tetapi, tiba-tiba Alexa ingat bahwa wanita yang ia lihat bersama Nico sekilas memang memiliki ciri-ciri seperti Thalita.


"Ini sebenarnya ada apa sih? Gak usah berbelit-belit dong," kata Alexa.


"Sayang, aku kasih tau ke kamu ya kalau kamu itu udah salah paham," kata Nico.


"Salah paham gimana maksudnya?" Tanya Alexa.


"Yang kamu liat semalam itu memang benar, tapi itu aku sama Thalita Sayang," jelas Nico.


Alexa membelalakkan matanya, ia semakin tidak percaya jika yang mengkhianatinya ternyata sahabatnya sendiri.


"Ta, jadi kamu datang jauh-jauh ke Jakarta hanya mau nemuin selingkuhan kamu, aku benar-benar gak nyangka ya," ucap Alexa yang tampak sangat kecewa.


"Apaan sih kamu. Gini ya Lex, sebenarnya kita berdua mau jujur sama kamu," kata Thalita.


"Ada apa Ta ...?" Tanya Alexa.


"Jadi, Nico ini Kakak sepupu aku Lex. Anaknya Bude aku," ungkap Alexa.


"Iya Lex, maaf ya aku gak bilang sama kamu. Menurut aku sih awalnya gak penting karena kita gak ada hubungan apa-apa, tapi setelah kita pacaran, udah saatnya kamu tau," sambung Nico.


Alexa terdiam, ia menatap tajam mata sahabat dan kekasihnya itu secara bergantian, melihat apakah ada kebohongan di sana. Bisa saja Nico dan Thalita memang punya hubungan khusus, tapi saat ini sedang bersekongkol untuk mengelabuinya, pikirnya.


"Jadi maksudnya dari awal kamu udah tau aku sahabatan sama Thalita?" Tanya Alexa kepada Nico.


"Iya aku tau, dari awal aku udah tau siapa kamu Sayang," jawab Nico.


"Dan kamu, selama ini aku cerita sama kamu soal Nico, ternyata kamu sepupunya tapi kamu gak bilang ke aku Ta," kata Alexa dengan emosi.


"Maafin aku Lex," ucap Thalita mengiba.


"Rahasia apalagi yang belum aku tau?" Tanya Alexa meneteskan air matanya.


"Maafin aku ya, aku janji mulai sekarang akan selalu jujur sama kamu tentang apapun," ucap Nico lalu meraih tubuh Alexa kedalam pelukannya.


"Maafin aku juga ya Lex," ucap Thalita lirih.


"Sini," Alexa memanggil Thalita untuk mendekatinya.


Thalita pun mendekat, lalu ikut memeluk Alexa.


"Aku juga minta maaf ya udah salah paham sama kalian berdua, terutama sama kamu Sayang," ucap Alexa lalu menatap Nico dengan tatapan sendu.


"Gak papa Sayang, tapi lain kali kamu gak boleh gini lagi ya, harusnya kamu itu tanya ke aku langsung, bukan malah nyiksa diri kamu sendiri sampai sakit kayak gini, aku itu khawatir banget tau sama kamu," kata Nico.


"Iya Kak, lain kali aku pasti akan tanya langsung sama kamu," jawab Alexa.


"Maklum aja Kak baru pertama kali pacaran, jadi gak stabil kayak gitu," ledek Thalita.


"Ih ... Thalita apaan sih, malu tau," kata Alexa.


"Memangnya iya ya Sayang, tapi aku seneng deh kamu cemburu gitu sama aku, itu artinya kamu beneran cinta sama aku," kata Nico.


Alexa tersenyum, wajahnya yang memerah karena malu itu berusaha di tutupinya dengan kedua telapak tangan.


"Gak usah malu gitu dong, aku juga cinta sama kamu. Aku bangga karena bisa menjadi yang pertama di hati kamu," kata Nico lalu kembali memeluk Alexa.


"Huh ... dasar bucin, lupa deh ada orang di sini," gerutu Thalita.


"Syirik aja, suruh tuh Dion nyusul ke sini," kata Nico.


"Kasian banget adik Kak Nico," ledek Alexa.


"Iya Sayang, kasian banget," ledek Nico pula.


"Tau ah, mainnya keroyokan. Jangan lama-lama pelukannya, aku teriakin warga loh nanti," kata Thalita sembari melangkahkan kakinya keluar kamar.


"Dek, mau kemana ...?" Tanya Nico.


Cari angin Kak di luar, sebelum melihat yang tidak-tidak, males banget jadi obat nyamuk," jawab Thalita.


Alexa dan Nico hanya tersenyum mendengar ocehan dari mulut Thalita itu.


"Kak, kasian tau Thalita. Yuk kita ke depan aja temenin Thalita," ajak Alexa.


"Biarin aja, aku masih mau peluk kamu," kata Nico lalu mengeratkan pelukannya.


"Kak Nico, masih banyak waktu buat kita berdua kok. Tapi kalau Thalita, dia datang ke sini cuma sekali-sekali aja Kak," ujar Alexa.


"Ya udah, yuk kita samperin," ajak Nico, ia melepaskan pelukannya dan beralih menggandeng tangan Alexa membawanya ke ruang depan.


Mereka melihat Thalita yang sedang asyik menonton televisi sembari berbaring di atas sofa.


"Digandeng terus pacarnya, takut digondol hantu ya Kak?" Sindir Thalita saat melihat Nico dan Alexa menghampirinya.


"Iya, kamu hantunya. Syirik aja sih," hardik Nico, sementara Alexa hanya tersenyum melihat dua saudara itu saling menyindir.


"Mana ada hantu cantik," ucap Thalita.


"Sayang, kamu belum makan kan ...? Aku masakin buat kamu ya," tawar Nico dan dijawab anggukan oleh Alexa.


"Aku juga mau ya Kak, laper," pinta Thalita.


"Malas banget, masak aja sendiri," jawab Nico lalu melangkahkan kaki menuju ke dapur.


"Kak Nico ...!" Teriak Thalita.


*****


"Makasih banget ya kalian semua udah anterin aku ke terminal," ucap Thalita.


Saat ini, Alexa, Nico dan Arya sedang berada di terminal mengantar Thalita yang akan pulang ke Jogja menggunakan bus. Kebetulan di rumah sakit sedang tidak ada tugas darurat, jadi jam istirahat siang mereka manfaatkan untuk mengantar Thalita.


"Iya sama-sama, sedih deh harus pisah lagi. Sering-sering ke Jakarta ya Ta," ucap Alexa.


"Iya tenang aja, kamu juga kalau pulang ke Jogja jangan lupa kabarin aku," kata Thalita.


"Oke bos," jawab Alexa.


"Arya, Kak Nico aku titip Alexa ya. Kalau Kak Nico macam-macam bilang aja ke aku Lex, nanti aku aduin ke bude," kata Thalita.


"Pengadu, tenang aja Dek tanpa kamu minta pun aku pasti jagain Thalita. Kamu gak perlu juga suruh orang lain buat jaga pacar aku," kata Nico.


"Kamu tenang aja Ta, aku akan jaga Alexa di sini sebagai sahabatnya Alexa," kata Arya.


"Iya Ar, kalau Kak Nico macam-macam dan buar Alexa nangis, langsung kamu gebukin aja ya," kata Thalita.


"Gak bakalan, udah sana naik, mau jalan tuh bus-nya," kata Nico.


"Ya udah, aku pulang dulu ya semuanya, bye ...," ucap Thalita lalu masuk ke dalam bus.


.


.


.


.


.


Bersambung.....