
Flashback on...
Seorang anak perempuan Menggunakan seragam sekolah sedang melewati jalan setapak, saat itu ia melihat dua orang anak laki-laki berandalan yang sedang mem****bully dan berbuat kasar kepada seorang anak laki-laki lainnya hingga anak laki-laki itu terjungkal di tanah.
"Hentikan! Apa yang kalian lakukan teriak Alexa.
Kedua anak berandalan itu langsung saja menoleh ke arah Alexa, mereka tahu jika Alexa adalah anak dari seseorang yang sangat berpengaruh di sekolah, hingga mereka langsung saja kabur meninggalkan Alexa dan anak laki-laki yang baru saja di-bully.
"Hei mau ke mana kalian? Main kabur aja ya, gak tanggung jawab banget sih. Liat aja ya nanti, kalau sampai kalian lakukan ini lagi, aku bakal laporin kalian ke kepala sekolah," Teriak Alexa hingga dua anak berandalan itu pergi menjauh.
Alexa pun segera menghampiri anak laki-laki yang tadi di-bully dan saat ini sedang kesulitan untuk bangun.
Kamu nggak apa-apa?" Tanya Alexa yang saat ini sedang menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan anak laki-laki itu.
"Aku nggak apa-apa kok," jawab anak laki-laki itu. Sesungguhnya ia merasa malu karena sebagai laki-laki terlihat sangat lemah dan malah ditolong oleh perempuan.
"Syukurlah kalau kamu nggak apa-apa, sini aku bantuin," kata Alexa sembari menjulurkan tangannya.
"Sebenarnya anak laki-laki itu enggan, akan tetapi ia juga membutuhkan pertolongan karena saat ini tubuhnya sangat lemah untuk berdiri sendiri, akhirnya ia pun menerima bantuan Alexa dengan memegang tangan Alexa itu.
"Terima kasih ya kamu sudah bantuin aku," ucap anak laki-laki itu sembari berdiri tegak.
"iya sama-sama, lain kali kamu nggak boleh dong lemah kayak gitu, kamu harus berani melawan mereka. Lagian kenapa sih kamu bisa sampai di-bully kayak gitu tadi?" kata Alexa.
"Mereka malakin aku, sedangkan aku sama sekali udah nggak ada uang," kata anak laki-laki itu.
"Oh … gitu, lain kali kamu lawan ya," kata Alexa. "Oh iya kamu juga murid SMA Merah Putih kan?" Tanyanya, sudah jelas seragam yang mereka pakai sama, masih juga ditanya oleh Alexa.
"Iya benar. Nama aku Nathan jurusan IPS," kata pria tersebut sembari menjulurkan tangan dan memperkenalkan diri.
"Oh iya, aku Alexa jurusan IPA," ucap Alexa.
"Iya aku udah tau kok kamu Alexa anak kelas 12 IPA 1," ungkap Nathan.
"Kok kamu tau?" Tanya Alexa.
"Semua anak SMA Merah Putih juga tau siapa kamu," kata Nathan.
"Oh ya? Memang aku sepopuler itu ya? Ah tapi itu nggak penting lah. Oh ya kamu juga anak kelas 12 ya?" Tanya Alexa balik.
"Iya Lex aku juga anak kelas 12," jawab Nathan.
"Terus kamu mau pulang ke mana? Tanya Alexa.
"Udah mau deket kok rumah aku," jawab Nathan.
"Oh … jadi kamu tinggal disekitaran sini. Kalau aku kebetulan aja lewat sini karena tadi abis jengukin temen yang sakit dan sekarang mau keluar jalan ini nungguin supir. Kamu mau sekalian ikut?" kata Alexa.
"Nggak usah, nggak usah, rumah aku udah deket," tolak Nathan.
"Oh ya udah kalau gitu kita sama-sama jalan ke sana aja yuk," kata Alexa.
"Iya yuk," jawab Nathan. Lalu mereka berdua pun jalan beriringan keluar dari jalan setapak itu.
Sejak saat itulah Nathan mulai menaruh rasa kagum terhadap Alexa, akan tetapi karena dirinya yang culun dan juga bukan dari keluarga yang kaya bahkan bisa sekolah di sekolah elit saja karena beasiswa, menyebabkan ia tidak berani mengungkapkan rasa sukanya itu kepada Alexa. Ia hanya dapat mengagumi dan mencintai Alexa dalam diam, akan tetapi Nathan berjanji jika suatu saat nanti ia sukses, maka ia akan kembali menemui Alexa.
Flashback off.
*****
"Iya Lex, aku juga nggak nyangka ternyata ketekunan aku selama ini membuahkan hasil," kata Nathan.
"Syukurlah. Ya udah deh kalau gitu, udah sore nih aku mau pulang dulu ya," kata Alexa.
"Iya Lex, nggak kerasa ya waktunya udah sore aja. Ya udah kalau gitu kamu hati-hati Lex, sampai ketemu lagi," kata Nathan.
"Ya Tan kamu juga ya, bye …," ucap Alexa.
"Iya Lex, bye…," balas Nathan.
Lalu mereka pun berpisah dan pergi meninggalkan cafe menuju ke tempat tujuan mereka masing-masing.
*****
Setibanya di apartemen, Alexa langsung saja membongkar barang belanjaannya tadi dan bersiap-siap untuk memasak. Hingga tidak terasa waktu kini telah menunjukkan pukul 07.00 malam. Alexa baru saja selesai memasak dan juga sudah ia tata dengan rapi di atas meja.
"Akhirnya selesai juga, Kak Nico pasti seneng deh karena ini pertama kalinya aku masakin menu ribet kayak gini buat dia. Tapi Kak Nico mana ya? Kok belum ada nyamperin aku sih, tadi mau aku jemput katanya nggak usah karena pulang bareng Arya, tapi kenapa belum sampai juga?" pikir Alexa.
Baru saja Alexa melangkahkan kaki keluar dari apartemen dan hendak menuju ke apartemen Nico, saat itu juga Alexa melihat Nico yang baru saja pulang dan hendak melangkahkan kakinya menuju ke apartemen.
"Kakak baru pulang?" Tanya Alexa.
"Iya," jawab Nico singkat.
Alexa menatap Nico heran, tak biasanya Nico hanya menjawab sepatah kata itu saja padanya. Tetapi Alexa hanya berpikir kemungkinan saat ini kekasihnya itu sedang kecapean, sehingga ia bersikap seperti itu.
"Oh ya udah deh, kalau gitu Kakak mandi dulu, bersih-bersih, terus kita makan. Aku udah siapin makanan buat kita," kata Alexa.
"Iya," jawab Nico, lalu ia pun masuk ke dalam apartemennya.
Tidak lama kemudian, Nico sudah kembali ke apartemen Alexa, Alexa dengan sangat senang menyiapkan makanan serta menyendokkan makanan ke dalam piring lalu menyerahkannya kepada Nico.
"Kak silahkan dicoba, kalau nggak enak jangan dihina ya Kak, kalau nggak enak bilang aja enak rasanya," kata Alexa bercanda. Akan tetapi Nico hanya terdiam dan tanpa ekspresi apapun.
"Kak cobain dong," kata Alexa. Lalu Nico pun mencicipi masakan Alexa itu, ia mulai mengunyah lalu ia pun terdiam kembali.
"Kenapa Kak? Nggak enak ya?" Tanya Alexa.
"Enak kok," jawab Nico.
"Kalau enak kenapa ekspresi Kakak kayak gitu, kenapa gak diterusin?" Tanya Alexa.
"Ekspresi gimana? Biasa aja kok," jawab Nico ketus.
Alexa terdiam, meskipun mereka belum lama menjalin hubungan, akan tetapi ia sudah sangat hafal dengan sifat kekasihnya itu. Alexa yakin jika saat ini memang ada sesuatu yang sedang Nico sembunyikan darinya. Tapi apa? Alexa benar-benar segera ingin mengetahuinya.
.
.
.
.
.
Bersambung.....