Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-73



Kini wajah Alexa telah memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu, ia tidak percaya jika ibu dari kekasihnya itu ada di depan matanya saat ini. Tentu saja Nico menjadi senyum-senyum sendiri melihat sang pujaan hatinya itu menjadi salah tingkah.


"Bun-Bunda, Bunda ada di sini?" Tanya Alexa.


"Iya, Bunda baru aja siap masak, makanya Bunda suruh Nico jemput kamu untuk makan malam bersama di sini," Jawab Anggi.


"Oh …," gumam Alexa. "Kenapa nggak bilang sih Kak ada bunda di sini," Alexa berbisik di telinga Nico.


"Sengaja mau kasih surprise buat kamu," kata Nico tersenyum.


"Bunda udah lama datangnya?" Tanya Alexa untuk menghilangkan rasa malunya.


"Udah dari tadi sore sih ya, sekitar jam 03.00-an gitu lah. Ya udah yuk kita makan aja," ajak Anggi.


"Iya Bunda," jawab Alexa dan Nico bersamaan.


Selesai makan, Alexa pun membersihkan bekas makan mereka tadi seperti mencuci piring dan mengelap meja makan. Sedangkan Nico dan Bundanya sedang ada di ruang depan dan mengobrol.


"Bunda nggak pulang? Udah malam loh ini?" Tanya Nico.


"Pulang? Kenapa juga Bunda harus pulang. Di rumah nggak ada yang nungguin juga tuh, " jawab Anggi.


"Maksud Bunda?" Tanya Nico.


"Maksudnya ya Bunda nggak pulang, Bunda malam ini mau tidur di sini aja," jawab Anggi. "Boleh kan?" Tanyanya.


"Ya bolehlah Bunda, masa iya sih aku ngelarang Bunda nginap di sini," jawab Nico.


"Syukur deh, Bunda mau ngobrol-ngobrol dulu sama Alexa sebelum tidur," kata Anggi.


"Iya Bun, ngobrol deh sepuasnya. Tapi jangan kemaleman ya Bun, karena Alexa itu nggak boleh tidur malam Bun, dia suka kesiangan," kata Nico.


"Oh iya ya, tapi kamu tenang aja Bunda nggak bakalan lama-lama kok ajak Alexa ngobrolnya," kata Anggi.


"Lagi pada ngobrolin apa? Asik banget kayaknya," kata Alexa yang menghampiri Nico dan ibunya itu.


"Sayang, sini deh," panggil Nico.


"Iya, sini Alexa. Kita lagi ngobrol-ngobrol biasa aja, namanya juga jarang ketemu kan," jawab Anggi.


Alexa melangkahkan kakinya mendekati Nico dan Anggi, lalu ikut Duduk diantara mereka.


"Sayang kata Bunda, Bunda malam ini mau tidur di sini terus mau ajakin kamu ngobrol-ngobrol dulu," kata Nico.


"Oh ya? Bagus dong, aku juga pengen ngobrol-ngobrol sama Bunda," kata Alexa.


"Tuh kan namanya sesama wanita, kita ini pasti mempunyai pemikiran yang sama," kata Anggi.


"Iya iya sesama wanita, jadi Bunda sama Alexa mau ngobrol apaan nih?" Tanya Nico.


"Rahasia dong, mendingan sekarang kamu masuk kamar aja deh," jawab Anggi.


"Loh emangnya aku nggak boleh tau ya tentang percakapan Bunda dan Alexa?" Tanya Nico.


"Enggak boleh, ini pembicaraan antar wanita, jadi kamu nggak boleh tau," jawab Anggi.


"Kok gitu sih Bunda," protes Nico.


"Ya memang harus kayak gitu, sekarang kamu masuk deh!" Perintah Anggi.


"Iya iya, lagian aku juga ada kerjaan dikit yang mau itu kerjain, biasa laporan," kata Nico.


"Ya udah sana buruan kerjain," kata Anggi.


"Iya Bunda," jawab Nico. "Sayang, aku masuk dulu ya, kamu ngobrol-ngobrol aja sama Bunda," kata Nico.


"Iya Kak," jawab Alexa.


Lalu Nico pun berjalan masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang, kamu nggak papa kan duduk di sini dulu ngobrol sama Bunda? Temenin Bunda?" Tanya Anggi.


"Ya nggak papa lah Bun, Alexa malah senang bisa temenin Bunda di sini," jawab Alexa.


"Beneran kamu senang?" Tanya Anggi untuk memastikan.


"Iya Bunda," jawab Alexa dengan yakin.


"Boleh, tanya aja Bunda. Emang Bunda mau tanya apa?" kata Alexa.


"Ini, Bunda mau tanya soal ibu kamu kemarin, kamu bilang kan nama ibu kamu itu Delisa ya, kepanjangannya Delisa apa?" Tanya Anggi.


"Delisa Ariani Bun," jawab Alexa.


Deg …


Jantung Anggi terasa seperti ditusuk ribuan jarum, ia sangat syok mendengarnya, Anggi tidak menyangka jika Delisa yang dimaksud Alexa adalah benar-benar sahabat lamanya itu.


Alexa menyadari raut wajah Anggi yang tiba-tiba saja berubah dan membuatnya bertanya-tanya, "Bunda, Bunda kenapa?"


"Nggak kenapa-napa kok Sayang," jawab Anggi gugup.


"Beneran nggak kenapa-napa Bunda? Bunda kenal ya sama Mama Alexa?" Tanya Alexa.


"Enggak, Bunda nggak kenal sama Mama kamu, Bunda cuma mau memastikan aja. Ya siapa tau kan Kalau Bunda emang kenal sama Mama kamu, tapi ternyata enggak," kata Anggi mencari alasan.


"Oh gitu ya Bunda," ucap Alexa.


*****


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali bahkan sebelum Nico dan Alexa bangun, Anggi bergegas pulang ke rumahnya tanpa sepengetahuan anak dan kekasih anaknya itu.


Alexa yang telah selesai mandi dan berhias, kini telah menyiapkan sarapan untuk sang kekasih dan ibundanya. Ia memang sudah mengatakan kepada Nico jika hari ini akan menyiapkan sarapan untuk mereka.


Ting … tung …


Suara bel apartemen Alexa. Alexa hanya tersenyum, ia sudah tahu yang datang pasti Nico. Tanpa Alexa membukakan pintu pun, kini Nico sudah muncul dihadapannya.


"Pagi Sayang," ucap Alexa.


"Kamu ada di sini? Kok kamu nggak bukain pintu buat aku?" Tanya Nico.


"Tanpa aku bukain, kamu juga bakalan masuk sendiri kok," jawab Alexa.


"He he he," cengir Nico. "Udah selesai sarapannya?" Tanyanya.


"Udah, yuk sarapan," ajak Alexa.


"Yuk," jawab Nico.


"Oh ya, Bunda mana?" Tanya Alexa.


"Bunda udah balik. aku juga nggak tau kenapa Bunda baliknya buru-buru banget tadi pagi," jawab Nico.


"Oh ya? Kok Bunda gak kasih tau sama aku ya," Kata Alexa yang tampak kecewa, ia pun terdiam sambil melihat ke arah sarapan yang telah dibuatnya, ia sudah susah payah membuatkan sarapan itu untuk menunjukkan keahlian masaknya kepada Anggi, ya Meskipun yang dimaksud Alexa itu hanya sekedar nasi goreng.


Nico mengerti akan kekecewaan yang dirasakan Alexa, ia pun segera mendekati Alexa dan menghiburnya.


"Sayang, maaf ya. Tapi kamu jangan kecewa kayak gitu dong, mungkin Bunda mendadak ada urusan penting, makanya pulang," kata Nico mencoba memberi pengertian kepada Alexa.


"Iya Kak nggak papa kok, aku cuma mikir aja ini nasi goreng mau diapain ya sebanyak ini?" kata Alexa.


Nico pun ikut melihat ke arah nasi goreng yang tersaji di atas meja itu.


"Kamu sih buat nasi gorengnya banyak banget, semangat banget masaknya," kata Nico.


"Ya gimana kak, kan jarang-jarang aku nyiapin sarapan kayak gini," kata Alexa.


"Ya udah, sekarang kita makan dulu, terus nanti sebagian nasi gorengnya dibawa ke rumah sakit aja, kamu bisa kasih ke Arya atau teman-teman kamu yang lain, gimana?" usul Nico.


"Oh iya, Kakak bener juga ya, biasanya mereka pada belum sarapan tuh," kata Alexa yang kini tersenyum. Nico pun merasa senang karena melihat kekasihnya kini kembali bahagia.


.


.


.


.


.


Bersambung.....