
Nico menatap wajah kasihnya yang tidak sengaja tertidur di sofa. Ini bukan pertama kalinya Nico melihat Alexa yang sedang tidur, tapi selalu saja membuat Nico merasa tenang melihat wajah polos sang pujaan hatinya itu.
"Sayang ...," panggil Nico dengan suara lembutnya seraya mengelus pipi Alexa.
"Ehm," gumam Alexa dan perlahan membuka matanya.
"Pulang yuk," ajak Nico.
"Memangnya ini jam berapa Kak?" Tanya Alexa.
"Jam 7 Lex," jawab Nico.
"Hah? Seriusan Kak?" Sontak Alexa terkejut dan langsung terduduk.
"Beneran lah, tuh liat aja jam di dinding," jawab Nico sembari menunjuk jam dinding dan langsung saja di lihat oleh Alexa.
"Ya ampun, maaf banget ya Kak, bisa-bisanya aku tidur dari jam 2 siang sampai jam 7 malam," ucap Ara. "Ya ampun, kerjaan aku gimana Kak, aku tadi belum periksa pasien di ruang anyelir Kak. Kenapa Kakak gak bangunin aku sih, pasti Arya cariin aku deh," ucap Alexa dengan mode paniknya.
Nico tersenyum mendengar celotehan yang keluar dari mulut Alexa, terlebih lagi melihat wajah paniknya yang menurut Nico sangat lucu dan menggemaskan.
"Kak, kenapa malah senyum-senyum gitu sih, aku ini lagi panik Kak," kata Alexa.
"Soalnya kamu itu gemesin banget kalau lagi panik kayak gini," ungkap Nico.
"Kak Nico, aku lagi serius loh ini. Tadi Arya ada cariin aku gak?" Tanya Alexa.
"Hm … ada," jawab Nico.
"Tuh kan, kakak lain kali bangunin dong kalau aku ketiduran kayak tadi," protes Alexa. "Jadi Arya bilang apa Kak?" Tanyanya.
Flashback on…
Tok … tok … tok …
Arya mengetuk pintu ruangan Dokter Nico dan langsung saja dipersilahkan masuk oleh Nico.
"Dok, maaf apa Alexa ada di sini?" Tanya Arya.
"Hust …," Nico mengisyaratkan Arya untuk diam sembari menunjuk ke arah Alexa yang sedang tidur. Arya yang mengerti akan hal itu pun segera mengecilkan suaranya.
"Kasian banget Alexa, tadi dia bilang sama saya mau cepat pulang dan istirahat, eh malah tidur di sini," kata Arya.
"Iya, baru aja dia ketiduran tadi," kata Nico. "Kamu ada apa cari Alexa?" Tanyanya.
"Ini Dok, kami kan harus cek kondisi pasien di ruang Anyelir," jawab Arya.
"Oh soal itu, bisa gak kamu periksanya sama Suster aja, saya gak tega mau bangunin Alexa," kata Nico.
"Bisa Dok, bukan masalah kok," ucap Arya.
"Hm baguslah, sebagai gantinya besok kamu istirahat di rumah dan persiapkan diri kamu untuk menjalankan operasi lusa, kamu ingat kan jadwal operasi lusa itu adalah operasi pertama yang akan kamu tangani langsung," kata Nico.
"Baik Dok, terimakasih banyak ya Dok," ucap Arya. Ia merasa sangat senang karena diberi waktu libur oleh Nico.
Lalu Arya pun segera meninggalkan ruangan Dokter Kepala dan menjalankan tugasnya.
Flashback Off.
"Aku jadi ngerasa gak enak deh sama Arya Kak, mentang-mentang aku pacarnya Kak Nico terus diperlakukan spesial kayak gitu," ucap Alexa.
"Hei udah dong sayang, jangan ngerasa bersalah gitu lah. Kan aku juga adil dengan memberi Arya libur besok," kata Nico.
"Tapi tetap aja aku gak enak atas apa yang terjadi hari ini Kak," kata Alexa.
"Iya, Arya sih ngerti dan gak apa-apa. Terus gimana sama Dokter lain Kak? Pasti deh mereka bertanya-tanya Alexa dimana ya?" Kata Alexa berpikiran yang tidak-tidak.
"Itu bukan urusan mereka, sekarang yuk kita pulang, ajak Nico.
"Iya Kak," jawab Alexa.
*****
Malam yang sangat indah seindah perasaan Thalita saat ini. Bagaimana tidak, Dion yang biasanya sangat sibuk kini sedang mengajaknya makan malam romantis di tepi danau. Indahnya bintang di langit dan iringan musik biola menambah romantisnya malam mereka berdua.
"Kak, ini dalam rangka apa?" Tanya Thalita.
"Dalam rangka hari jadi hubungan kita yang ke dua tahun lah, masak kamu lupa," jawab Dion.
"Aku gak pernah lupa Kak, tapi bukannya Kakak yang bilang ya kalau anniversary itu gak perlu dirayain, karena menurut kamu berdoa untuk kelanggengan hubungan itu gak harus pas anniversary, tapi bisa kapan aja," kata Thalita.
Thalita ingat betul kejadian satu tahun yang lalu saat ia begitu antusias ingin merayakan hari jadi hubungan mereka yang pertama malah mendapat jawaban seperti itu dari Dion sehingga membuat Thalita terdiam dan mengerti akan sifat Dion yang dianggapnya kolot itu.
"Sayang, maafin Kakak kalau tahun lalu Kakak sudah beranggapan kayak gitu. Ya memang benar kalau mendoakan hubungan itu bisa kapan aja, tapi untuk hari jadi kita harusnya lebih spesial seperti yang kamu bilang," ucap Dion dan menatap Thalita.
Sama halnya dengan Dion, Thalita juga menatap wajah kekasihnya itu. Ia sangat senang karena akhirnya dengan seiring berjalannya waktu dan dengan kesabarannya, Dion lebih mengerti akan perasaanya. tidak terasa air matanya menetes dan tersimpul senyum manis dari sudut bibir Thalita untuk Dion karena ia merasa terharu bahagia.
Dion beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Thalita yang duduk di seberangnya itu.
"Sayang kamu jangan nangis dong, ini kan hari spesial kita, atau kamu gak suka ya sama dinner yang Kakak siapin ini?" Tanya Dion sembari mengusap lembut air mata Thalita dengan jarinya.
"Kak, justru aku itu bahagia banget. Cewek bodoh mana yang tidak suka dengan kejutan dinner romantis kayak gini dari pacarnya," jawab Thalita.
"Syukurlah kalau kamu senang, ini aku ada hadiah buat kamu," kata Dion sembari memberikan sebuah kotak perhiasan beludru berwarna biru kepada Thalita.
"Ini apa Kak?" Tanya Thalita.
"Kamu buka aja ya," kata Nico.
Thalita menerima kotak tersebut lalu membukanya.
"Gelang?" Tanya Thalita yang sedikit terkejut saat dilihatnya dalam kotak tersebut ada gelang mutiara yang sangat Indah dan sudah lama sangat ia inginkan, akan tetapi gelang tersebut sangat langka dan hanya memproduksi tiga gelang setiap tahunnya.
"Iya, kamu suka gak?" Tanya Dion pula.
"Suka banget Kak, ini cantik banget. Kok kamu bisa sih Kak dapetin gelang limited edition gini?" Jawab Thalita dan bertanya pula.
"Bisa dong, aku udah pesan dari satu tahun yang lalu khusus buat kamu," jawab Dion. Meskipun Dion selalu sibuk dengan pekerjaannya. Akan tetapi sebenarnya dia sangat peduli dan perhatian terhadap kekasihnya, itulah yang membuat Thalita begitu mencintai Dion.
"Makasih banyak ya Kak," ucap Thalita saat Dion baru saja memakaikan gelang di tangannya.
"Sama-sama Sayang, happy anniversary," ucap Nico.
"Happy anniversary too Sayang," balas Thalita. Lalu mereka bercumbu mesra.
.
.
.
.
.
Bersambung.....