Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-11



"Kak, kita ke rumah sakit aja ya sekarang," ajak Alexa.


"Gak usah," tolak Nico.


Ting.. Tung.. Suara bel apartemen Nico.


"Tolong bukain pintu Lex," pinta Nico.


Alexa mengangguk lalu bergegas membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Dokter Satria yang akan memeriksa keadaan Nico. Meskipun Nico adalah seorang Dokter, bagaimanapun juga Nico hanyalah manusia biasa yang membutuhkan Dokter lain di saat ia sedang sakit. Nico memang baru saja menghubungi Satria karena sudah tidak tahan lagi menahan sakit pada perutnya.


"Kamu siapa...?" Tanya Satria saat melihat Alexa ada di apartemen Nico.


"Oh... Saya tetangganya Dokter Nico, saya ada di sini hanya ingin melihat kondisinya," jawab Alexa.


"Saya Dokter Satria, saya datang ke sini karena tadi dia menghubungi saya," kata Satria.


"Iya Dok, silahkan masuk!" Ucap Alexa.


Lalu Satria pun masuk ke dalam. Ia memeriksa dan mengobati Nico di dalam kamar. Setelah selesai, Satria dan Alexa bertemu lagi di depan kamar Nico.


"Gimana Dok..?" apakah Dokter Nico baik-baik aja?" Tanya Alexa.


"Begini, Nico mengalami dehidrasi karena banyak mengeluarkan cairan melalui buang air dan muntahnya, sejak tadi malam sudah puluhan kali. Tapi begitulah Nico, kalau masih bisa di tahan dia tidak akan mau memanggil Dokter apalagi ke rumah sakit. Saya heran, udah jelas dia tidak bisa makan sembarangan, apa lagi sejenis seafood pada hotpot, tapi kenapa dia masih memakannya," jelas Satria.


"Apa Dok...? Jadi penyebabnya karena itu?" Tanya Alexa yang sangat terkejut.


"Ya benar, tapi kamu tenang aja. Saya sudah menyuntikkan cairan dan memasang infus satu botol aja untuk menambah cairan dalam tubuhnya," jawab Satria. "Oh ya, boleh saya minta tolong sama kamu?" Tanyanya.


"Minta tolong apa Dok...?" Tanya Alexa.


"Saya tau dari Nico kalau kamu adalah Dokter, saya minta tolong nanti kamu lepasin ya infusnya kalau udah abis, terus tolong jaga Nico, pastikan dia minum obat yang saya berikan setelah makan. Untuk sementara lebih baik Nico makan bubur aja dulu. Apa kamu bisa....?" Tanya Satria.


"Iya saya bisa kok Dok," jawab Alexa.


"Ya sudah kalau gitu, saya permisi dulu ya," kata Satria.


"Iya Dok, terimakasih banyak dan hati-hati ya Dok," ucap Alexa.


Setelah Satria pergi, Alexa segera membuatkan bubur untuk Nico lalu mengantarkan bubur tersebut ke kamarnya.


"Kak, maaf ya aku udah lancang masuk ke kamar Kakak," ucap Alexa.


"Masuk aja, aku pikir kamu udah pulang," kata Nico.


"Mana mungkin aku tinggalin Kakak dalam kondisi kayak gini. Kak, makan bubur dulu ya sebelum minum obat, ini aku buatin Kakak bubur," kata Alexa.


Alexa melihat Nico yang kesusahan hendak duduk karena tubuhnya yang masih lemah dan tangan kanannya yang disuntik jarum infus.


"Maaf Kak," ucap Alexa karena menyentuh Nico, menolongnya untuk duduk dan bersandar.


"Aku suapin ya Kak, tangan kanan Kak Nico juga lagi di infus gak bisa buat makan," kata Alexa.


"Iya," jawab Nico, kali ini hanya menurut saja apa yang dikatakan Alexa tanpa membantahnya sedikitpun.


Alexa tersenyum, dengan sangat telaten ia menyuapi dan memberi obat kepada Nico.


"Kak, sebaiknya sekarang kamu istirahat aja dulu. Aku mau beresin dapur bekas masak tadi sama bersihin pecahan gelas yang berserakan di lantai. Abis itu, aku pulang sebentar mandi ya Kak, jujur aku tadi baru banget pulang kerja jadi belum mandi Kak," kata Alexa.


"Pantes aja ada bau-bau gak enak," ledek Nico tersenyum.


"Kak Nico," rengek Alexa. Tapi ia merasa senang, hatinya begitu damai melihat Nico yang mau bercanda dan tersenyum kepadanya, padahal Nico selama ini selalu galak dan bersikap dingin.


"Gak bisa lah Kak, aku tau kok ini semua juga gara-gara Kakak makan hotpot bareng aku tadi malam kan..? Jadi aku akan tanggung jawab merawat Kak Nico sampai sembuh," kata Alexa.


"Satria ngadu apa aja ke kamu..?" Tanya Nico.


"Cuma bilang itu aja, lagian kenapa Kakak harus makan hotpot sih? Padahal Kakak tau kan kalau Kakak itu alergi seafood," kata Alexa.


"Ya lagi pengen aja," jawab Nico gugup. "Kamu bilang mau mandi kan tadi," ucap Nico mengalihkan pembahasan sebelumnya.


"Ya udah Kak, aku tinggal bentar ya," pamit Alexa lalu keluar dari kamar Nico. Tapi tiba-tiba dia balik lagi ke kamar Nico dan melihat Nico yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Kak, kok senyum-senyum sendirian...?" Tanya Alexa yang mengagetkan Nico.


"Bukan urusan kamu, kenapa kamu balik lagi...?" Tanya Nico.


"Cih baru aja tadi ngomongnya baik-baik, udah kumat lagi aja juteknya," batin Alexa.


"Gini Kak, boleh gak sementara waktu ini aku tau password apartemen Kakak, ehm gak ada maksud apa-apa kok Kak, biar nanti aku gampang aja masuk ke sini lagi. Apalagi Kamu juga lagi sakit, gak usah repot-repot buka pintu buat aku. Kalau Kakak udah sembuh, Kakak ganti aja passwordnya lagi biar aman, itupun kalau Kak Nico gak keberatan," kata Alexa.


"030120," ucap Nico.


"Makasih ya Kak," ucap Alexa lalu pergi lagi.


*****


Selesai mandi, Alexa memasak telor ceplok untuk makan malamnya, ia harus makan sebelum kembali ke apartemen Nico, ia tidak mau jika penyakit asam lambungnya akan kambuh karena tidak makan, sementara ia harus merawat Nico.


"030120," ucap Alexa sembari menekan password.


Crek... Pintu terbuka dan segera saja Alexa masuk lalu melangkahkan kami menuju ke kamar Nico.


Di lihatnya Nico yang tertidur pulas tanpa menggunakan selimut, Alexa menyelimutinya dan menatap wajah polos Nico.


"Hm... kalau lagi tidur gini keliatan cakep banget," gumam Alexa dalam hati.


Alexa melepas infus Nico yang sudah habis dengan sangat pelan agar tidak mengganggu Nico yang sedang tertidur. Setelah itu Alexa duduk di kursi samping tempat tidur Nico dan menjaganya hingga ia ikut terlelap.


Keesokan harinya Nico terbangun dan merasakan tangannya tertindih, di lihatnya Alexa yang masih tertidur di kursi serta menyandarkan kepalanya di tangannya itu. Nico tersenyum, ia merasa sangat bahagia karena Alexa berada di dekatnya. Saat Nico baru saja mengusap rambut Alexa, tiba-tiba Alexa membuka matanya dan langsung duduk.


"Kak Nico udah bangun....?" Tanya Alexa lalu meletakkan punggung telapak tangannya pada kening Nico. "Alhamdulillah panasnya udah turun," ucapnya.


"Baru aja, kamu kenapa gak tidur di apartemen kamu aja...?" Jawab Nico dan bertanya.


"Aku kan udah janji mau jagain Kakak," jawab Alexa.


"Aku udah gak papa kok," kata Nico.


"Kak Nico sadar gak sih, kok sekarang kita ngomongnya jadi pakai aku kamu ya, gak saya kamu kamu lagi," kata Alexa yang membuat Nico terdiam.


.


.


.


.


.


Bersambung.....