Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-29



"Bye ... hati-hati ya Ta," teriak Alexa sembari melambaikan tangan.


Saat bus yang dinaiki Thalita sudah tidak terlihat, maka mereka bertiga pun langsung kembali ke rumah sakit.


*****


"Dok, selamat ya," ucap Arya kepada Nico saat mereka baru selesai memeriksa pasien.


Saat ini Alexa sedang tidak bersama mereka, karena ada tugas lain yang harus ia kerjakan.


"Selamat ...? Selamat buat apa ya?" Tanya Nico yang tidak mengerti.


"Selamat karena Dokter udah jadian sama Alexa, ternyata Dokter Nico memang lebih unggul dari saya ya," jawab Arya.


"Baru sadar kamu? Tapi terimakasih atas ucapan kamu," ucap Nico.


"Sama-sama Dok, pantas aja ya waktu itu Dokter yakin kalau Alexa akan memilih Dokter," ucap Arya.


Sedangkan Nico hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Oh iya Dok, saya mau nanya kalau Thalita gimana? udah punya pacar atau masih jomblo?" Tanya Arya.


"Memang kenapa kamu tanya Thalita?" Tanya Nico pula.


"Nanya doang apa salahnya Dok," gumam Arya.


"Udah punya pacar dia, kalau belum pun gak akan aku izinin kamu deketin adik sepupu saya," jawab Nico.


"Memang kenapa Dok?" Tanya Arya.


"Udah, jangan banyak nanya. Sekarang kamu periksa pasien yang berada di ruang 05, saya mau nyusul pacar saya," kata Nico dengan bangga.


"Iya Dok, tau deh yang punya pacar," teriak Arya.


Ternyata tanpa sengaja Vina mendengar teriakan itu. Saat Nico pergi, Vina langsung saja mendekati Arya.


"Arya!" Panggil Vina.


Arya segera menoleh ke arah sumber suara, "Iya Dokter Vina, ada apa?" Tanyanya.


"Tadi saya dengar kamu bilang tau deh yang punya pacar, maksudnya itu Nico?" Tanya Vina.


"Iya, Memang benar Dok," jawab Arya.


"Siapa pacarnya?" Tanya Vina penasaran.


"Kepo banget nih orang, apa kasih tau aja ya? Tapi Alexa kan minta untuk di rahasiakan," gumam Arya dalam hati.


"Kalau soal itu langsung tanya ke orangnya aja ya, bukan hak saya untuk kasih tau ke Dokter," ucap Arya.


"Apa salahnya sih kalau kamu kasih tau saya?" Tanya Vina.


"Jelas aja salah, karena ini privasinya orang lain," jawab Arya. "Ya udah Dok, saya permisi dulu ya," pamitnya dan berlalu dari pandangan Vina.


"Kurang ajar! Siapa yang udah berani ngerebut Nico dari aku? Apa itu Alexa? Kalau memang benar liat aja, aku gak akan biarin kalian bahagia," gumam Vina dengan emosi yang meluap.


Nico menghampiri Alexa yang sedang fokus meneliti di ruang laboratorium. Langsung saja ia memeluknya dari belakang serta mencium rambut Alexa yang yang tercium sangat wangi meskipun sudah seharian beraktivitas.


"Kak jangan gitu dong, entar ada yang liat, bisa bahaya," kata Alexa.


"Bahaya kenapa? memangnya Dokter gak boleh pacaran? gak ada aturannya kan?" Tanya Nico.


"Iya, tapi gak di rumah sakit juga lah Kak pacarannya," kata Alexa.


Nico melepaskan pelukannya dan beralih menarik tangan Alexa, menuntunnya untuk mengikutinya.


"Kak mau kemana?" Tanya Alexa.


Nico tidak menjawab hingga kini mereka telah tiba di suatu ruang kecil yang merupakan gudang dari laboratorium tersebut. Langsung saja Nico mendorong tubuh Alexa hingga tersentuh dinding.


Cup, Nico menempelkan bibirnya di atas bibir Alexa serta mengulumnya dengan lembut, Alexa mengalungkan tangannya di leher Nico lalu membalas ciuman itu dengan agresif. Dalam beberapa menit terjadilah percumbuan mesra saling beradu lidah dan bertukar saliva antara mereka berdua, hingga nafas memburu terdengar dari keduanya.


"Sama-sama Kak, ya udah yuk kita lanjutin kerjaan, takutnya ada yang nyariin kita," kata Alexa.


Saat mereka keluar dari gudang, betapa terkejutnya Alexa dan Nico yang melihat Vina ada di depan mata mereka. Alexa terlihat sangat gugup, berbeda dengan Nico yang berusaha untuk tetap santai.


"Ada apa Dokter Vina, mau ngapain ke sini ...?" Tanya Nico.


"Cari kamu Dokter Nico, kalian abis ngapain ...?" Tanya Vina pula dengan penuh curiga, ia juga menatap Alexa dengan tajam seakan ingin menerkamnya.


"Cari barang," jawab Nico. "Ada apa kamu cari saya?" Tanyanya.


"Gak ada apa-apa sih, cuma karena gak liat Dokter Nico aja hari ini," jawab Vina.


"Kalau gak ada yang penting mendingan kamu keluar, saya dan Alexa masih ada kerjaan," kata Nico.


"Ya udah, kalau gitu saya permisi," ucap Vina dengan wajah datarnya lalu melangkahkan kaki keluar dari ruang laboratorium.


"Tumben langsung pergi, biasanya pakai drama dulu," ucap Nico.


"Kak, kayaknya Dokter Vina udah curiga deh sama hubungan kita," kata Alexa.


"Biarin aja, gak selamanya juga kan kita menutupi hubungan dari orang lain. Seiring berjalannya waktu, mereka akan tau," kata Nico.


"Hm ... iya juga sih Kak, semoga aja hubungan kita gak jadi masalah ya Kak," ucap Alexa yang tampak cemas.


"Aamiin ... kamu tenang aja ya Sayang, gak usah berpikir yang macam-macam," kata Nico.


"Iya Kak," jawab Alexa mengangguk.


"Ya udah lanjutin penelitiannya, aku mau balik ke ruangan dulu," kata Nico.


"Iya Sayang jawab Alexa.


*****


Malam hari, Vina menghampiri adiknya yang berada di apartemen. Vina dan Renata sudah menjadi anak yatim piatu sejak ada kecelakaan besar yang menimpa keluarga mereka tiga tahun yang lalu. Vina memilih untuk tinggal di rumah peninggalan orang tuanya, sementara Renata memilih untuk tinggal di apartemen yang dekat dengan rumah sakit tempatnya magang.


"Ada apa Kak ...? Tumben banget datang ke apartemen aku," tanya Renata.


"Mumpung ada waktu, gak ada salahnya kan mau liat adik sendiri. Kamu tuh gak pernah pulang lagi ke rumah," jawab Vina.


"Maklum aja Kak, masih menjabat sebagai Dokter magang, jadi kerjaan masih numpuk, ditambah lagi dengan Dokter senior yang galaknya minta ampun," gerutu Renata.


"Duh ... kasian banget adik Kakak, kamu sih gak mau magang di Hospital Hutama, kalau kamu magang di sana, Kakak jamin gak akan ada yang berani galak sama kamu," kata Vina.


"Aku kan mau mandiri Kak, gak mau berlindung di bawah ketek Kakak terus. Kakak tenang aja, aku bisa kok menghadapi semuanya sendiri. Kakak lupa kalau dulu aku co-*** di Joga, sendiri, gak ada keluarga," kata Renata.


"Iya-iya, Kakak tau kok adik Kakak ini udah dewasa, mandiri," ucap Vina tersenyum.


"Makasih Kak udah percaya sama aku," ucap Renata.


"Iya sama-sama Dek. Oh ya, ngomong-ngomong soal Dokter Magang, Kakak jadi ingat sama Alexa," kata Vina, wajah tersenyumnya kini berubah menjadi tampak murung.


"Alexa ...? Dia buat masalah apa sama Kakak?" Tanya Renata.


"kayaknya Alexa dan Nico udah jadian," jawab Vina.


"Hah ...?! Kakak serius ...?" Tanya Renata yang tampak syok.


.


.


.


.


.


Bersambung....