Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-89



Keesokan harinya, Nico sudah siap dan rapi untuk segera pergi bekerja ke rumah sakit. Sebelum itu, ia juga sudah menyiapkan sarapan untuknya dan juga Alexa seperti biasa. Hari ini Nico memutuskan untuk sarapan di apartemen Alexa, ia pun langsung saja membawa sarapan yang telah dibuatnya itu menuju ke apartemen sang kekasih.


Tok … tok … tok …


Nico mengetuk pintu apartemen Alexa, karena tidak ada jawabannya, Nico pun langsung masuk seperti biasanya. Ia menaruh dan menata sarapan di atas meja dengan sangat rapi. Saat itu Alexa pun keluar dari kamarnya dan langsung melihat Nico yang sudah berada di apartemennya itu.


"Pagi Sayang," sapa Nico saat melihat Alexa. "Yuk sarapan, aku udah buatin kamu sarapan," ajaknya.


Nico menganggap jika saat ini sedang tidak terjadi apa-apa pada hubungan mereka, ia menganggap semuanya baik-baik saja. Nico berusaha bersikap tenang dan menganggap masalahnya dan Alexa sudah selesai.


Alexa mengurutkan keningnya, ia tidak tahu apakah dia juga bisa bersikap berpura-pura tidak ada masalah seperti Nico? Tapi rasanya sangat sulit. Saat itu juga Alexa segera ingin pergi menghindari Nico.


"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Nico.


"Aku mau pergi kerja Kak," Jawab Alexa.


"Kita sarapan dulu dong, nanti kamu pergi bareng aku kayak biasa," kata Nico.


"Nggak usah Kak, aku pergi naik ojek aja," tolak Alexa.


Lalu Alexa pun segera memakai sepatunya dan akan segera keluar dari apartemen. Sedangkan Nico dengan cepat langsung saja mengejar Alexa.


"Please Sayang nggak usah kayak gini, kita pergi bareng ya. Kalau kamu emang marah sama aku dan kamu gak mau aku ganggu, oke. Aku janji nggak akan ganggu kamu, tapi Please kita barengan ya ke rumah sakitnya," pinta Nico.


Saat itu, ponsel Alexa berdering ada panggilan masuk dari Raka, Alexa pun langsung saja mengangkat telepon tersebut di depan Nico.


"Halo Alexa," ucap Raka dari seberang telepon.


"Halo Kak, ada apa?" Tanya Alexa.


"Kamu udah di rumah sakit?" Tanya Raka.


"Belum Kak baru aja siap dan mau berangkat, kenapa kak?" jawab Alexa dan bertanya balik.


"Oh … nggak apa-apa, aku cuma nanya aja kok. Cuma mau memastikan aja kalau kalau kamu gak kesiangan," jawab Raka beralasan. Padahal Raka hanya tiba-tiba rindu dan ingin mendengar suara Alexa pagi ini.


Alexa berpikiran sesuatu, ia mempunyai ide untuk dapat menghindari Nico saat ini.


"Kakak bisa jemput aku nggak? Penginapan Kakak gak jauh kan dari sini?" Tanya Alexa tiba-tiba yang membuat Nico pun sontak terkejut mendengarnya.


"Emang Nico kemana?" Tanya Raka.


"Nggak kemana-mana Kak, kalau Kakak bisa aku tunggu sekarang ya di bawah," kata Alexa.


"Iya Lex bisa kok, ya udah aku langsung ke sana ya," kata Raka yang begitu antusias, ia sangat senang karena Alexa memintanya untuk mengantar ke rumah sakit.


Nico terdiam dan juga bertanya-tanya dengan siapa Alexa akan pergi? Kenapa dia begitu tampak sangat akrab? Sedangkan yang Nico tahu Alexa sama sekali tidak ada dekat dengan orang lain di sini kecuali kecuali dirinya dan Arya. Sedangkan teman-teman Alexa semuanya berada jauh di Jogja.


"Kamu dengar sendiri kan Kak kalau aku udah minta jemput sama temen aku, jadi kita nggak perlu barengan ke rumah sakitnya," kata Alexa.


"Siapa dia?" Tanya Nico.


"Bukan urusan Kakak," jawab Alexa. Lalu ia segera keluar dari apartemennya.


Sedangkan Nico hanya bisa pasrah menatap kepergian sang kekasih. Akan tetapi karena Nico penasaran, dia pun segera keluar dari apartemen dan bergegas mengambil mobilnya.


Saat di depan apartemen, mata Nico tertuju pada seseorang yang menjemput Alexa.


"Raka," gumam Nico.


"Hai Lex," sapa Raka yang memunculkan kepalanya dari jendela mobil.


Rasanya sangat panas terbakar api cemburu melihat sang pujaan hati pergi bersama dengan pria lain yang jelas-jelas juga menyukai Alexa.


"Raka? Kenapa dia bisa ada di sini dan nganterin Alexa lagi? Apa tadi malam Alexa juga pulang sama Raka," Nico bertanya-tanya dalam hatinya.


Saat melihat mobil Raka sudah berlalu dari pandangannya, Nico pun bergegas melajukan mobil dan menuju ke rumah sakit.


****


Setelah tiba di rumah sakit, Alexa langsung saja bergegas turun dari mobil. Nico semakin cemburu karena saat ini di depan matanya sangat terlihat jelas Alexa yang tersenyum dan melambaikan tangan kepada Raka, begitupun dengan Raka yang terlihat sangat bahagia karena bisa mengantar Alexa. Setelah itu, Raka pun bergegas meninggalkan rumah sakit.


Nico segera memarkirkan mobil dan keluar dari sana, ia berlari mengejar Alexa yang jaraknya tidak terlalu jauh darinya.


"Alexa …!" Panggil Nico.


Langkah Alexa terhenti, dan melihat Nico yang berjalan mendekatinya.


"Iya Kak, ada apa?" Tanya Alexa.


"Kok kamu bisa bareng Raka?" Tanya Nico.


"Iya, kebetulan Kak Raka lagi ada urusan di Jakarta. Tadi malam aku juga pulang ke Jakartanya sama dia," jawab Alexa.


"Oh jadi kamu pulang sama dia," ucap Nico.


"Iya Kak, kenapa? Nggak masalah kan, kita cuma temenan aja kok," kata Alexa.


"Iya, aku percaya kok sama kamu Sayang, ya udah yuk kita masuk," kata Nico.


"Mendingan Kakak duluan aja atau aku yang duluan," kata Alexa.


"Kamu kenapa sih menghindar terus dari aku, padahal aku udah minta maaf sama kamu. Lagian aku juga nggak tau Bunda aku pernah bersikap buruk ke ibu kamu, kalau waktu bisa diputar kembali dan aku ada di zaman itu, pasti aku akan mencegah Bunda untuk nggak ngelakuin hal itu. Tapi nyatanya aku nggak bisa berbuat apa-apa Lex, sekarang aku cuma bisa minta maaf sama kamu mewakili Bunda, Bunda juga udah menyesalinya, Bunda mau menebus semuanya lewat kamu," kata Nico.


"Menembus dengan cara apa Kak? Kak Nico, aku minta tolong sama Kakak, tolong jangan ganggu aku dulu, jangan bahas apapun sama aku kecuali soal kerjaan," kata Alexa.


"Kamu serius maunya kayak gitu?" Tanya Nico yang tidak percaya.


"Iya Kak, bisa kan?" jawab Alexa.


Dengan sangat terpaksa Nico mengangguk menyetujuinya, rasanya jika membantah ucapan Alexa untuk saat ini juga tidak bisa. Lalu Nico segera melangkahkan kaki berlalu dari pandangan Alexa, Alexa pun ikut masuk ke dalam rumah sakit dengan jarak yang lumayan jauh dari Nico.


Alexa berjalan menuju ke loker untuk mengganti pakaian, lalu ia pun menuju ke ruangan Dokter magang yang ternyata Arya sudah duluan berada di sana.


"Tumben banget cepat datangnya, biasa juga lama," sindir Alexa.


"Iya aku lagi rajin nih," jawab Arya.


Arya menatap Alexa yang terlihat jelas sedang memikirkan sesuatu. Sebenarnya Arya juga tahu jika Alexa saat ini sedang ada masalah dengan Nico, tetapi Arya hanya memilih diam untuk tidak mencampuri urusan pribadi mereka.


.


.


.


.


.


Bersambung.....