
Setibanya di terminal, Alexa langsung turun dari mobil dan menuju ke bus yang akan berangkat ke Jakarta. Bagas pun mengantarnya hingga di bawah bus
"Alexa, kamu hati-hati ya, jaga diri kamu baik-baik, sampai sana langsung kabarin ke Mas ya," pesan Bagas.
"Iya mas, makasih ya. Aku juga titip Papa, tolong jaga Papa baik-baik dan kabarin ke aku juga kalau ada apa-apa," ucap Alexa.
Setelah itu Alexa langsung saja naik ke Bus karena akan segera berangkat.
"Aku pergi dulu ya Mas, bye…," ucap Alexa.
"Iya Lex, bye …," balas Bagas, lalu mereka pun berpisah.
Setelah bus yang dinaiki oleh Alexa sudah tidak terlihat lagi dari pandangan mata Bagas, ia pun segera pergi dari terminal dan menuju pulang ke apartemennya. Karena nanti siang akan ada sesuatu yang ia harus urus, sebab itulah Bagas tidak dapat mengantar adik angkatnya itu pulang ke Jakarta.
*****
Setelah menghabiskan waktu beberapa jam, Alexa pun telah tiba di terminal Jakarta. Di sana, terlihat Nico yang sedang menunggu Alexa sedari tadi. Saat melihat Alexa keluar dari Bus, langsung saja Nico menyambut wanita yang dirindukannya itu dengan pelukan hangat, lalu ia membantu sang kekasih membawa barang bawaan menuju ke mobilnya.
"Kakak udah lama ya nunggu aku?" Tanya Alexa.
"Nggak juga, kira-kira 20 menit yang lalu lah," jawab Nico.
"Hampir setengah jam, maaf ya Kak. Makasih ya udah jemput aku hari ini," ucap Alexa.
"Sama-sama Sayang. lebih baik aku yang menunggu daripada kamu yang harus menunggu aku," kata Nico tersenyum. Alexa pun ikut tersenyum, hatinya pun merasa begitu hangat. Nico memang selalu bisa membuat Alexa merasakan begitu nyaman dengan perkataannya dan juga bila didekatnya.
"Kakak nggak lagi banyak kerjaan kan di rumah sakit?" Tanya Alexa.
"Enggak kok, hari ini juga nggak ada jadwal operasi. Jadi kami lebih santai aja dan cepat pulang," jawab Nico.
"Oh … gitu ya, syukurlah Kak," ucap Alexa.
"Iya Lex, ya udah cepetan masuk mobil. Mau sampai kapan kita ngobrol di luar kayak gini. Mending kita sambung ngobrolnya di dalam mobil," ajak Nico.
"He … he … he … iya Kak," kata Alexa. Lalu ia pun masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Nico. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju pulang ke apartemen
"Papa kamu gimana keadaannya, udah sehat?" Tanya Nico saat mereka dalam perjalanan pulang.
"Alhamdulillah udah baikan Kak, tadi sebelum pulang aku juga anterin Papa dulu ke sel tahanan," jawab Alexa.
"Syukurlah kalau gitu, mudah-mudahan kasus Papa kamu cepat selesai ya dan cepat dibebaskan juga," ucap Nico.
"Aamiin … makasih ya Kak," ucap Alexa. "Oh ya, Papa Kirim salam tuh buat Kakak.
"Oh ya? Salam balik deh kalau gitu buat calon mertua," kata Nico.
Alexa tersenyum, ia sangat senang mendengar Nico menyebut ayahnya sebagai calon mertua.
Setibanya di apartemen...
"Kak, aku masuk dulu ya. Capek banget pengen istirahat," kata Alexa.
"Iya, tapi jangan lupa bersih-bersih dulu tuh," kata Nico.
"Iya Kak, Kakak juga ya jangan lupa bersih-bersih terus istirahat," kata Alexa.
"Iya, nanti kalau udah waktunya makan malam aku bangunin kamu deh, kita makan bareng ya, biar aku masak dulu," Kata Nico.
"Iya kak, makasih ya. Bye …," ucap Alexa lalu masuk ke dalam apartemennya.
"Bye ...," balas Nico dan juga masuk ke dalam apartemennya sendiri.
****
Malam pun tiba, Nico tampak sedang sibuk dengan peralatan masaknya di dapur. Menu makan malam kali ini adalah sop iga dan juga kepiting saus kesukaan Alexa, kekasihnya itu. Setelah semua masakan selesai dan makanan sudah tersaji di atas meja, Nico segera pergi ke apartemen Alexa untuk membangunkannya.
Nico masuk ke dalam apartemen Alexa dan langsung menuju ke kamarnya yang memang sengaja tidak dikunci. Nico menghampiri Alexa, dilihatnya saat itu Alexa masih tidur dengan nyenyak dan belum mengganti pakaiannya.
"Aku masih ngantuk Kak," kata Alexa.
"Ayo bangun, udah waktunya makan malam nih, makan dulu baru nanti istirahat lagi. Mana kamu belum mandi lagi," kata Nico.
"Aku capek banget tadi Kak, udah dua hari juga kurang tidur. Jadi nggak sempet mandi langsung tidur," jawab Alexa dengan mata yang masih terpejam.
"Ya udah kalau gitu, kamu bangun dulu gih! Makan terus mandi, baru istirahat lagi," kata Nico.
"Nanti aja Kak," kata Alexa. Matanya begitu terasa sangat lengket untuk dibukanya.
"Kalau kamu nggak bangun sekarang, aku cium ya," ancam Nico menggoda.
"Jangan Kak," kata Alexa yang tiba-tiba saja membuka matanya dengan sempurna dan langsung terduduk.
"Nah itu bisa langsung bangun. Lagian ada-ada aja sih, mau dicium sama pacarnya kok syok gitu," kata Nico.
"Iyalah aku syok. Aku lagi dalam keadaan kayak gini, belum gosok gigi lagi, Kakak mau cium-cium aja," kata Alexa.
"Itu nggak masalah buat aku Sayang, mau kamu udah mandi kek, belum kek, udah gosok gigi atau belum, kalau aku mau cium ya aku cium aja," kata Nico, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Alexa.
"Kakak mau ngapain?" Tanya Alexa.
"Kamu mau bangun sekarang, cuci muka terus ikut aku makan atau bakalan aku cium nih di sini juga," kata Nico yang membuat Alexa bergidik.
"Iya-iya, ini aku bangun Kak," kata Alexa, lalu ia beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Nico pun tersenyum sambil menunggu Alexa di ruang depan.
Setelah itu, Alexa pun menyusul Nico dan mereka sama-sama ke apartemen Nico untuk makan malam bersama.
"Masakan Kakak ini, makin lama makin enak aja ya," puji Alexa di sela-sela makan mereka.
"Masa sih, perasaan aku biasa aja deh," kata Nico.
"Ya iyalah orang Kakak yang masak, pasti Kakak anggap biasa aja," kata Alexa.
"Kamu suka?" Tanya Nico.
"Suka lah Kak," jawab Alexa.
"Iya juga ya, kalau kamu nggak suka mana mungkin makannya lahap kayak gitu," hardik Nico.
"He … he … he … beruntung banget ya wanita yang jadi istri Kakak nanti, soalnya suaminya jago masak," kata Alexa.
"Kan kamu orangnya," celetuk Nico.
"Aamiin mudah-mudahan ya Kak," ucap Alexa.
"Ya dong harus kamu, aku cuma mau kamu," Kata Nico.
"Iya Kak, aku juga maunya aku yang jadi istri Kakak," kata Alexa. Lalu Alexa dan Nico saling berpandangan dan tersenyum.
"Sayang, besok pulang dari rumah sakit kita langsung ke rumah Bunda ya, kamu mau?" Ajak Nico.
"Mau Kak, mau banget Kak mau," jawab Alexa mengangguk cepat. Entah kenapa ia begitu sangat senang saat Nico mengajaknya untuk ke rumah orang tuanya.
.
.
.
.
.
Bersambung.....