
Malam ini cuaca sangat dingin, karena saat ini kota Jakarta sedang diguyur hujan lebat diiringi gemuruh yang saling bersahutan. Alexa yang saat itu tidak dapat tidur hanya mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur, ia merasa tubuhnya kedinginan meskipun sudah menggunakan selimut tebal.
"Aneh banget, biasanya sedingin-dinginnya cuaca bahkan pakai AC Lagi di kamar, aku masih bisa tidur dan nggak ngerasa kedinginan kayak gini, kenapa kali ini aku ngerasain dingin ya? Kayak lagi nggak enak badan," gumam Alexa.
Alexa terus saja mencoba memejamkan mata, akan tetapi sepertinya rasa ngantuk tak bersahabat dengannya. Meskipun terus mencoba, ia tetap saja tidak dapat tertidur. Dia bingung apa yang harus dilakukannya sekarang. Hingga saat itu ia pun mendengar suara bel apartemen, dengan menggunakan sweater tebal dan berbalut selimut yang tak kalah tebalnya dari sweater, Alexa hendak keluar membukakan pintu. Akan tetapi baru saja ia tiba di pintu kamar, tiba-tiba saja Nico sudah terlebih dahulu masuk.
"Loh Kak Nico, Kak Nico ngapain ke sini?" Tanya Alexa.
"Aku mau liat kamu lah, hujan lebat di tambah lagi petir kayak gini. Aku takut kamu nggak bisa tidur," kata Nico.
"Kok kakak tau sih kalau aku nggak bisa tidur hujan petir kayak gini?" Tanya Alexa.
"Feeling aja," jawab Nico. "Tuh buktinya kamu masih belum tidur, kamu pasti kedinginan kan sampai pakai sweater tebal kayak gitu, dililit selimut segala lagi," kata Nico.
"Iya Kak, dingin banget rasanya.Kayaknya aku nggak enak badan gitu," kata Alexa.
"Masa sih Sayang, coba aku cek badan kamu," Kata Nico lalu ia pun mendekati Alexa.Nico menyentuh kening Alexa dengan punggung telapak tangannya, juga memegang tangannya.
"Nggak kenapa-napa kok Sayang, ini karena efek cuaca aja. Ya udah sekarang kamu tunggu di sini ya, aku bikinin minuman hangat dulu supaya badan kamu terasa hangat," kata Nico.
"Iya Kak, aku tunggu ya," kata Alexa.
"Ya Sayang," jawab Nico.
Beberapa saat kemudian, Nico pun datang kembali menghampiri Alexa ke kamar dengan membawakan segelas teh hangat.
"Ini Sayang kamu minum dulu ya teh hangatnya," kata Nico sembari menyerahkan minuman itu. Alexa langsung saja menerima dan meminumnya.
"Makasih ya kak," ucap Alexa tersenyum. Kini tubuhnya yang dingin terasa sedikit lebih hangat.
"Iya Sayang sama-sama," jawab Nico.
"Ya udah karena malam ini dingin, kamu juga nggak tahan kedinginan, gimana kalau aku temenin kamu," tawar Nico.
"Maksud kakak mau tidur di sini gitu, tidur bareng lagi?" Tanya Alexa dengan polosnya.
"Polos banget sih pacar aku, ya tapi emang seperti itu maksudnya, biar aku peluk kamu jadi kamu nggak ngerasa kedinginan lagi," kata Nico tersenyum modus.
Alexa pun tersenyum, dengan sedikit rasa malu-malu kucing, Alexa pun mengangguk pelan tanda menyetujuinya.
"Kamu Beneran mau Sayang?" tanya Nico.
"Iya Kak, aku juga mau dipeluk sama Kakak," jawab Alexa.
Langsung saja Nico merebahkan tubuhnya di samping Alexa yang terlebih dahulu terbaring dia atas kasurnya hingga mereka kini pun saling berhadapan. Nico menatap bibir mungil Alexa yang terasa menggoda, tanpa aba-aba ia langsung saja menyambar bibir milik kekasihnya itu serta melu***nya dengan penuh kelembutan dan mendapatkan balasan dari Alexa. Hingga pagutan itu terlepas, barulah mereka mulai memejamkan mata dengan posisi saling memeluk satu sama lain dan terlelap hingga pagi hari menyapa.
*****
"Apa? Bunda ke Jogja?" Tanya Nico yang saat itu mendapatkan telepon dari Rika.
Rika mengabarkan kepada Nico bahwa Anggi pergi ke Jogja dari kemarin dan belum kembali.
"Iya Mas, Ibu udah dua hari ke Jogja dan sampai sekarang belum pulang," kata Rika.
"Kenapa kamu gak ngabarin dari kemarin Kenapa kamu baru bilang sekarang?" kata Nico.
"Maafkan saya Mas, saya kira Ibu beneran pergi satu hari seperti yang Ibu bilang. Tapi ternyata sampai dua hari belum juga pulang, Saya hubungi nomornya juga nggak aktif," kata Rika.
"Ibu cuma bilang mau ketemu sama sahabat lamanya," Jawab Rika.
"Sahabat lama siapa? Bukannya kata Bunda sahabat lama Bunda udah gak ada di Jogja, Terus yang dimaksud Bunda sahabat lama itu siapa? Kenapa aku nggak pernah tau," batin Nico.
"Sayang, kata Alexa tiba-tiba sembari melingkarkan tangannya di pinggang Nico. memang saat ini Alexa sedang berada di ruangan Nico, dia baru saja beristirahat di kamar pribadi Nico yang ada di dalam ruangan tersebut karena kepalanya terasa sedikit pusing.
Rika yang mendengar akan hal itu pun menjadi sangat kesal, "Jadi Dokter Nico lagi sama wanita itu," batinnya dengan sorotan mata yang tajam, hatinya terasa panas karena terbakar api cemburu.
Nico tersenyum, lalu ia memegang tangan kekasihnya itu.
"Ya udah Rika, kalau ada kabar dari Bunda, kamu langsung kasih tau ke saya ya," kata Nico.
"Iya Mas," jawab Rika.
Lalu Nico pun memutuskan panggilan telepon tersebut. Kini ia berbalik dan menghadap ke Alexa.
"Kepala kamu udah gak pusing lagi?" Tanya Nico.
"Nggak kok Kak, aku udah baik-baik aja. Ada apa Kak?" Jawab Alexa dan bertanya.
"Tadi barusan Rika asisten Bunda nelpon, dia ngabarin kalau Bunda pergi ke Jogja," terang Nico.
"Ke Jogja, Ngapain Kak?" Tanya Alexa yang tampak terkejut mendengarnya.
"Iya Sayang, aku juga gak tau dan heran, mau ngapain coba Bunda ke Jogja? Katanya mau ketemu sama sahabat lamanya, setau aku Bunda nggak punya sahabat lagi di Jogja, sempat punya tapi udah pindah," kata Nico.
"Apa Bunda nggak kabarin ke Kakak?" Tanya Alexa.
"Kalau Bunda ngabarin ke aku, aku nggak akan sepanik inilah Sayang," kata Nico.
"Iya juga ya Kak, terus sekarang kita harus gimana Kak?" Tanya Alexa yang terlihat ikut merasa khawatir terhadap ibu yang telah melahirkan kekasihnya itu.
"Entahlah Sayang, soalnya nomor Bunda juga nggak bisa dihubungin. Mungkin aku tunggu aja dulu kabar dari Bunda, tapi kalau Bunda gak juga ada kabar dan tetap gak bisa dihubungin, aku bakalan cari Bunda ke Jogja hari ini juga," kata Nico.
"Aku ikut ya Kak," kata Alexa dan ditanggapi anggukan pelan oleh Nico. "Ya udah Kak aku keluar dulu ya, mau ke ruangan Anyelir sama Arya."
"Iya sayang," jawab Nico.
Alexa segera segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Nico, ia juga terlihat sangat khawatir dan memikirkan kemana Bunda dari sang kekasihnya itu pergi.
"Jogja? Bunda pernah bilang sih kalau pernah tinggal lama di Jogja. Apa mungkin ya kalau memang masih ada sahabat Bunda di sana? Jadi Bunda menemuinya," ucap Alexa bertanya-tanya di dalam hatinya.
.
.
.
.
.
Bersambung.....