Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-43



"Kak, tapi aku belum nyiapin kado apa-apa loh buat Kakak," kata Thalita.


"Gak papa Sayang, dengan melihat kamu tersenyum bahagia kayak gini aja udah jadi kado anniversary yang paling Indah buat Kakak," jawab Dion.


"Makasih banget ya Kak, bukan hanya bahagia, tapi aku bahagia banget kak," ucap Thalita.


"Sama-sama Sayang," jawab Dion. "Maafin Kakak ya kalau Kakak suka gak ada waktu buat kamu atau malahan kelihatan cuek banget sama kamu. Tapi kamu harus tau kalau Kakak Sayang banget sama kamu," ucapnya.


"Gak papa Kak, aku ngerti kok. Kalau aku gak ngerti gak mungkin lah kita bisa bertahan menjalin hubungan sampai dua tahun kayak gini Kak. Malahan aku bangga punya pacar kayak Kakak, udah tanggung jawab banget sama kerjaan, tapi Kakak juga berusaha bagi waktu buat aku. Maafin aku ya Kak kalau kadang aku suka merasa cemburu sama kerajaan kamu," Ucap Thalita pula.


"Justru aku yang harusnya minta maaf karena terkadang aku terpaksa batalin janji dan malahan suka lupa janji juga karena kerjaan. Kakak juga bangga punya pacar yang pengertian banget sama aku," ucap Dion.


"Semakin lama seiring berjalannya waktu, aku semakin mengerti kok. Cuma terkadang aku suka bosan aja Kak, biasanya ada Alexa yang selalu nemenin kebosanan aku tapi sekarang Alexa-nya jauh," kata Thalita.


"Kakak janji sama kamu, mulai sekarang akan lebih membagi waktu buat kamu biar kamu gak merasa kesepian," ucap Nico.


"Aku seneng dengernya, tapi aku gak mau ya kalau hanya demi aku, kerjaan Kakak jadi berantakan. Aku akan ngerasa bersalah banget Kak," kata Thalita.


"Tenang aja Sayang, Kakak gak mungkin mengabaikan pekerjaan demi kepentingan pribadi tapi bukan berarti aku mengesampingkannya," kata Nico.


"Bagus lah Kak, aku lega dengarnya," kata Thalita.


"Ya udah Sayang, yuk kita makan," ajak Dion.


"Iya Kak," jawab Thalita lalu mereka berdua menikmati makan malam romantis dengan hidangan lezat yang telah dipersiapkan oleh Dion.


*****


"Halo, selamat pagi Alexa," ucap Bagas dari sebrang telepon.


"Pagi Mas, hm … lagi bahagia banget kayaknya. Ada apa Mas?" Tanya Alexa.


"Tebak dong ada apa?" Tanya Bagas balik.


"Hm … kenapa ya? Jangan-jangan Mas Bagas udah punya pacar ya," tebak Alexa.


"Ha ... ha ... ha ... kalau itu sih belum Lex, masih setia menjomblo nih," jawab Bagas.


"Pagi Sayang," ucap Nico yang tiba-tiba saja sudah ada di depan Alexa. Alexa saat ini memang sedang menunggu Nico di depan apartemennya.


"Hust ...," Alexa memberi isyarat kepada Nico untuk diam sembari menutup speaker ponselnya.


"Oh …," gumam Nico yang mengerti akan maksud Alexa.


"Siapa Lex? Kok panggilnya sayang-sayang gitu?" Tanya Bagas.


"Pacar aku dong, kami mau pergi kerja bareng Mas," jawab Alexa.


"Pacar? Siapa? Dokter Nico atau Dokter Arya?" Tanya Bagas.


"Hm … siapa ya, entar deh kalau Mas ke Jakarta lagi, bakalan aku kenalin secara langsung," jawab Alexa.


"Nah itu dia mau aku bilang ke kamu sebenarnya," kata Bagas.


"Maksud Mas ...?" Tanya Alexa.


"Mas hari ini mau ke Jakarta, ini lagi siap-siap," jawab Bagas.


"Hah? Seriusan Mas?" Tanya Alexa ya yang begitu antusias.


"Serius dong," jawab Bagas.


"Ya udah kalau gitu entar kabarin aku ya Kak, sampai ketemu nanti," kata Alexa.


"Ya Lex hati-hati ya pergi kerjanya," pesan Bagas.


"Iya, Mas juga ya hati-hati. Bye …," ucap Alexa.


"Bye …," balas Bagas.


Lalu panggilan telepon terputus.


"Kakak kamu yang nelpon?" Tanya Nico.


"Iya Kak, dia mau ke Jakarta," jawab Alexa.


"Oh ya, bagus dong biar aku bisa akrab sama calon Kakak Ipar," kata Nico.


"Hm … iya deh," gumam Alexa.


"Tapi Sayang, kenapa kamu gak suruh Kakak kamu itu nginap di apartemen kamu aja. Toh kalian kan adik kakak, dari pada dia harus nginap di hotel," kata Nico.


"Loh memang kenapa Lex?" Tanya Nico.


"Sebenarnya ...," Alexa menceritakan kepada Nico bahwa Bagas adalah Kakak angkatnya. Nico mendengarkan dengan serius dan mengerti akan penjelasan dari Alexa itu.


"Kalau gitu nginap di apartemen aku aja, gimana?" Tanya Nico.


"Kak Nico serius?" Tanya Alexa.


"Serius lah Sayang," jawab Nico.


"Ya udah entar aku coba tanyain deh sama Mas Bagas mau atau gak," kata Alexa.


"Iya Sayang," jawab Nico.


*****


"Kak ke kantin yuk," ajak Alexa di siang hari.


"Yuk, aku juga udah laper nih," jawab Nico.


"Ya udah yuk," kata Alexa.


Setibanya di kantin, Alexa melihat Arya sedang duduk bersama seseorang, akan tetapi Alexa tidak bisa melihat wajah pria itu karena duduk membelakangi Alexa.


"Kak, Arya sama siapa tuh, kok kayaknya aku kenal ya?" Tanya Alexa.


"Gak tau, yang jelas orang luar, kerabatnya mungkin. Ambil makan aja dulu, entar kita samperin," kata Nico.


"Iya Kak," jawab Alexa.


Setelah mengambil makanan, Alexa dan Nico segera melangkahkan kaki menghampiri Arya.


"Mas, Alexa sama Dokter Nico lagi jalan mau ke sini," kata Arya dan hanya ditanggapi dengan anggukan oleh pria yang duduk di hadapannya itu.


"Arya, kamu sama siapa?" Tanya Alexa.


Lalu pria yang Alexa tanyakan itupun membalikkan badannya dan tersenyum kepada Alexa.


"Mas Bagas," ucap Alexa dengan senyum yang mengambang. Langsung saja ia meletakkan makanannya di atas meja lalu memeluk Kakak angkatnya itu.


Ada rasa cemburu dan tidak suka dalam diri Nico yang melihat kekasihnya itu berpelukan dengan pria lain di depan matanya, apalagi setelah ia tahu bahwa Bagas hanyalah orang lain, hanya Kakak angkat Alexa. Akan tetapi Nico juga tidak mau egois, ia tetap berusaha tenang dan menerima semuanya, terlebih lagi Bagas lebih mengenal Alexa duluan dari pada dirinya.


"Mas Bagas lagi-lagi kasih kejutan deh," gerutu Alexa seraya melepaskan pelukan mereka.


"Gak papa dong, tapi kan kali ini aku ngomong mau ke Jakarta," kata Bagas.


"Iya tapi gak bilang kalau ke rumah sakit," protes Alexa.


"Ehem ...," Nico berdehem karena Alexa sejenak melupakannya.


"Oh iya Mas, jadi Dokter Nico ini pacar aku," ucap Alexa.


"Dokter Nico apa kabar?" Tanya Bagas lalu mereka berjabat tangan.


"Baik, kamu sendiri gimana?" Jawab Nico dan bertanya pula.


"Ya saya juga baik kok Dok," jawab Bagas.


"Ya udah silahkan duduk lagi!" Ucap Nico karena Bagas tadi memang berdiri menyambut kedatangan Alexa.


"Mas udah tau kok Lex, Arya yang bilang ke Mas. Syukurlah, Mas tenang karena ada yang jagain kamu di sini," kata Bagas.


"Iya Mas," jawab Alexa.


Saat sedang asyik mengobrol bersama, tiba-tiba mata Bagas tertuju pada sosok wanita cantik yang dikenalnya.


"Vina ...!" Panggil Bagas.


.


.


.


.


.


Bersambung.....