
Malam ini Alexa memutuskan untuk menginap di rumah Thalita, hatinya merasakan sedikit tenang setelah menceritakan semuanya kepada sahabat terbaiknya itu. Thalita pun terus menghibur Alexa yang sedang sedih, ia juga memberi masukan-masukan yang membuat Alexa tersentuh dan memikirkan lagi tentang hubungannya dengan Nico.
Sedangkan Nico dan Anggi sudah pulang ke Jakarta tadi sore dan saat ini sedang berada di rumahnya.
"Kenapa kamu dari tadi diamin Bunda? Apa kamu marah dan kecewa sama Bunda?" Tanya Anggi.
"Bunda, aku nggak mungkin nyalahin Bunda. Tapi aku juga nggak membenarkan apa yang udah Bunda lakukan di masa lalu itu. Sekarang harapan aku cuma satu, Alexa bisa menerima semuanya," kata Nico.
"Nico maafkan Bunda ya, karena perbuatan Bunda di masa lalu telah mempengaruhi hubungan kalian sekarang. Bunda ngerti gimana perasaan Alexa. Bunda benar-benar nggak nyangka kalau ternyata kamu bisa menjalin hubungan dengan Alexa anak sahabat lama Bunda yang pernah Bunda khianati," kata Anggi.
"Bun, meskipun dia bukan ibunya Alexa, Bunda juga tidak pantas melakukan hal itu. Jujur Nico nggak nyangka kalau Bunda bisa melakukan hal sejahat itu, sama orang terdekat Bunda lagi," kata Nico.
"Maafkan Bunda Sayang, cuma itu yang bisa Bunda ucapkan saat ini. Bunda benar-benar menyesalinya, Bunda janji akan menebus semua kesalahan Bunda dengan menerima dan menyayangi Alexa seperti anak Bunda sendiri," ucap Anggi.
"Tapi kita nggak tau Bun gimana perasaan Alexa sekarang, aku juga nggak tahu gimana hubungan Nico dan Alexa ke depannya, bahkan saat ini Alexa sama sekali enggak mau ngomong sama Nico walaupun lewat telepon," kata Nico.
"Mungkin Alexa butuh waktu, bisa aja dia hanya ingin merenungi ini semuanya. Bunda ngerti kalau Alexa belum bisa menerima kenyataan pahit yang baru aja ia dengar," kata Nico.
"Tapi aku juga gak bisa Bun menerima kenyataan kalau Alexa bakalan menjauhi aku, Nico sayang dan cinta sama Alexa. Apa yang harus Nico lakukan sekarang Bun?" Tanya Nico yang tanpa sadar telah mengeluarkan bulir bening dari sudut matanya.
Anggi merasa kasihan terhadap anaknya, dia semakin kecewa terhadap dirinya sendiri karena telah membuat masa depan anaknya hancur karena perlakuan buruknya di masa lalu.
"Bunda janji, Bunda akan temui Alexa dan Bunda akan minta maaf sama dia. Bila perlu Bunda akan bersujud di bawah kaki Alexa agar tidak mempengaruhi hubungan kalian kedepannya" kata Anggi dengan sangat yakin, terlihat dari matanya jika ia benar-benar menyesali perbuatan buruknya di masa lalu itu dan ingin menebusnya.
Nico sangat terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan dari mulut ibunya itu, "Bun, Bunda juga nggak perlu kok ngelakuin hal itu. Maafin Nico ya kalau Nico tadi sedikit emosi, tapi bagaimanapun juga aku nggak mau kalau Bunda melakukan hal-hal melewati batas kewajaran. Sekarang ini biarlah Alexa menyendiri dulu Bun, aku akan mencoba mengerti dengan situasi saat ini, mencoba mengerti dengan apa yang sedang Alexa rasakan, mungkin Alexa memang butuh waktu sendiri tanpa diganggu oleh Nico," kata Nico seraya memeluk sang ibunda. Sesungguhnya ia juga sangat sedih jika melihat ibunya itu sampai meneteskan air mata, akan tetapi ia juga bingung dengan posisinya saat ini.
"Iya Nak, makasih ya kamu udah maafin Bunda," ucap Anggi lalu membalas pelukan anaknya dengan erat.
"Bun, Nico pulang dulu ya," pamit Nico sembari melerai pelukan mereka.
"Nggak tidur di sini aja malam ini?" Tanya Anggi.
"Maaf Bunda, Nico juga butuh waktu sendiri. Lagian besok Nico juga harus ke rumah sakit pagi-pagi banget," Ucap Nico.
Anggi yang mengerti akan perasaan anaknya saat ini pun hanya bisa pasrah dan membiarkan anaknya itu pergi dari rumahnya.
*****
"Lex kamu belum tidur?" Tanya Thalita saat melihat Alexa yang masih terduduk dan bersandar di kursi sambil menatap bintang-bintang di langit melalui jendela kamar.
"Aku belum bisa tidur Ta, kamu kenapa bangun?" jawab Alexa dan bertanya.
"Kebetulan aja aku terbangun, terus aku ngeliat kamu masih duduk di situ, makanya aku nanya," kata Thalita.
"Maaf ya Ta, kamu jadi terganggu tidurnya gara-gara aku," ucap Alexa.
"Loh kenapa jadi gara-gara kamu, ya nggak sama sekali lah Lex, kamu kan tau sendiri kalau aku memang suka kebangun malam. Oh iya aku mau tanya deh, jadi tadi malam kamu sama Kak Nico tidur dimana?" Tanya Thalita.
"Loh kenapa nggak tidur di sini aja?" Tanya Thalita.
"Aku nggak enak Tha, tadi malam itu jam 11.00 kita masih ada di luar, aku nggak mau ganggu kamu dan orang tua kamu, terlebih lagi aku kan sama Kak Nico," jawab Alexa.
"Alexa, ini kan rumah Bulek-nya Kak Nico, kamu juga sahabat aku, pastinya Ibu aku nggak akan kenapa-napa lah. Kamu nih gimana sih, kecuali kamu datang ke sini bawa cowok yang nggak dikenal sama Ibu aku. Ini Ibu aku kenal banget bahkan keponakannya sendiri lagi. Kak Nico juga harusnya dia itu paksa aja kamu buat nginap di sini, gimana sih," kata Thalita.
"Nggak apa-apa Ta, lagian penginapannya juga nggak jauh kok dari tempat kita tadi malam berhenti istirahat. Soalnya kita berdua juga udah capek banget, gak sanggup kalau harus melanjutkan perjalanan yang jauh mau ke rumah kamu," kata Alexa beralasan.
"Oh … gitu, ya udah deh kalau memang kayak gitu. Ya udah kamu tidur dong, ini udah malam loh, udah jam 02.00 tapi kamu belum tidur sama sekali. Bukannya besok kamu bakalan balik ya ke Jakarta," kata Thalita.
"Aku nggak tahu deh Ta, rasanya belum siap mau ketemu sama Kak Nico. Oh ya, besok pagi aku mau ikut kamu ke rumah sakit boleh nggak? Aku kangen sama rumah sakit tempat kita co-*** dulu," kata Alexa.
"Boleh dong, boleh banget. Nah kalau gitu kamu harus tidur sekarang, karena besok pagi-pagi banget kita harus ke rumah sakit," kata Thalita.
"Ya udah deh aku coba tidur ya," kata Alexa.
Lalu Alexa pun beranjak dari tempat duduknya dan merebahkan diri di samping Thalita, dia mencoba meminjamkan mata hingga akhirnya pun terlelap hingga pagi.
*****
Keesokan harinya sesuai kesepakatan, Alexa ikut bersama Thalita ke Rumah Sakit Bunda Kasih. Ia memilih untuk melihat-lihat di sekitar rumah sakit yang dirindukannya itu. Sedangkan Thalita meninggalkan Alexa karena saat ini ia ada jadwal operasi pagi.
Saat Alexa sedang duduk di sebuah kursi panjang yang berada di taman rumah sakit, tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri Alexa.
"Alexa kamu sendirian aja?" Tanya seseorang yang suaranya sangat tidak asing di telinga Alexa.
Alexa pun langsung saja menoleh dan melihat ke arah orang tersebut.
"Kak Raka," ucap alexa.
"Iya Lex, kamu Kok bisa di sini?" Tanya Raka, akan tetapi ia juga merasa sangat senang karena dapat bertemu dengan wanita pujaannya.
.
.
.
.
.
Bersambung.....