
Alexa menyandarkan tubuh lelahnya di kursi, rasanya sangat melelahkan setelah melakukan operasi kedua hari ini, untungnya operasi kali ini berjalan lancar sehingga membuat Alexa sedikit merasa tenang.
"Gak balik Lex? Udah jam 8 nih," kata Arya yang sedang bersiap-siap hendak pulang.
"Duluan aja Ar, aku entar lagi," kata Alexa.
"Oh ... pulang sama siapa Lex?" Tanya Arya.
"Biasa Ar," jawab Alexa.
"Oh iya ya, lagian bodoh banget sih aku pakai nanya segala," gumam Arya.
"Hm ... tau pun," ucap Alexa.
"Basa-basi itu namanya Lex, kalau gitu aku duluan ya," ucap Arya.
"Iya Ar, hati-hati ya," pesan Alexa.
"Iya Lex," jawab Arya dan berlalu dari pandangan Alexa.
*****
"Capek banget ya Sayang," Tanya Nico saat mereka dalam perjalanan pulang ke apartemen.
"Capek banget sebenarnya, tapi liat wajah kamu jadi sedikit berkurang capeknya," jawab Alexa.
"Gombal," hardik Nico.
"Enggak Kak, aku serius," ucap Alexa meyakinkan.
"Iya aku percaya kok kalau itu bukan gombal. Maaf ya Sayang, karena nungguin aku kamu jadi pulang jam 9 gini, mana kita belum makan lagi. Kalau mau masak di rumah gak akan sempat, lagian udah capek juga, kita langsung cari makan di luar aja ya," ucap Nico.
"Gak papa Kak, bukan gara-gara kakak kok. Lagian aku juga kan cuma baring doang tadi nungguin Kakak. Memang Kakak bisa makan di luar, aku takutnya perut Kakak kenapa-napa," kata Alexa.
"Asalkan kita cari tempat yang tertutup, aku juga gak pesan makanan yang aneh-aneh, insyaallah perut aku bakalan aman kok," kata Nico.
"Oh ... ya udah, kalau gitu aku ikut Kakak aja deh," kata Alexa.
Dua puluh menit kemudian, mereka pun telah tiba di sebuah rumah restauran yang terkenal dengan kebersihannya dan menjadi salah satu tempat favorit Nico saat makan di luar. Langsung saja mereka menyantap makanan yang telah di pesan hingga habis, setelah itu barulah mereka kembali ke apartemen.
Setibanya di parkiran apartemen, Nico melihat Alexa yang sedang tertidur pulas sehingga ia tidak tega untuk membangunkannya. Akhirnya Nico memutuskan untuk mengendong Alexa ala bridal menuju ke apartemen Alexa.
Nico segera membuka pintu apartemen Alexa dan membawanya ke kamar, setibanya di kamar, langsung saja Nico membaringkan Alexa di atas kasur, membuka flatshoes yang digunakan kekasihnya itu lalu menyelimutinya.
"Selamat tidur Sayang, i love you," ucap Nico yang berbisik di telinga Alexa serta mencium keningnya. Akan tetapi itu sama sekali tidak mengusik mimpi indah Alexa karena memang sudah tidur degan pulasnya.
Setelah itu, Nico pun segera pulang ke apartemennya untuk beristirahat.
*****
Keesokan harinya, Alexa terbangun karena mendengar suara ribut-ribut di dapurnya.
"Loh aku masih pakai baju ini, perasaan tadi malam aku ketiduran di mobil. Apa jangan-jangan Kak Nico yang udah gendong aku ke kamar, atau aku yang gak sadar udah masuk ke dalam apartemen. Tau ah, entar tanya ke Kak Nico aja deh," gumam Alexa. "Itu pasti Kak Nico deh yang lagi di dapur.
Dengan kondisi rambut yang acak-acakan, Alexa bergegas menuju ke dapur untuk memastikan jika tebakannya itu benar.
"Nah kan bener, wah ... cakep banget sih pacar aku," gumam Alexa dan tersenyum memandang Nico yang sedang memasak. Tanpa Alexa sadari ternyata Nico menyadari jika ia sedang di tatap olehnya dan membalas senyuman manis dari Alexa.
"Pagi Sayang," Sapa Nico.
"Ehm pagi juga Kak," balas Alexa, ia merasa malu karena ketangkap basah sedang melamun menatap Nico. Akan tetapi ia tetap berusaha untuk tetap tenang.
"Kamu udah bangun? Gimana tidurnya, nyenyak?" Tanya Nico.
"Iya Kak baru aja bangun, nyenyak banget Kak," jawab Alexa.
"Syukurlah Sayang, yuk kita sarapan," ajak Nico.
"Kakak masak apa?" Tanya Alexa.
"Masak nasi goreng spesial," jawab Nico.
"Aku yang masak tadi malam," ungkap Nico.
"Oh ...," gumam Alexa manggut-manggut.
Alexa duduk di meja makan untuk menikmati sarapan bersama.
"Kak, aku mau tanya deh, tadi malam Kakak yang gendong aku ke kamar?" Tanya Alexa di sela-sela sarapan mereka.
"Iya, berat banget kamu. Sampai pegel nih tangan aku," jawab Nico.
"Maaf deh Kak, lagian siapa juga yang nyuruh kamu gendong aku, kenapa Kakak gak bangunin aku aja," gerutu Alexa yang mengerucutkan bibirnya.
"Aku udah bangunin kamu Sayang, tapi kayaknya kamu capek banget sampai gak terusik sama sekali. Bahkan sampai gak sadar gitu kan pas aku gendong kamu," jawab Nico.
"He ... he ... he ... iya sih Kak emang capek banget, makasih ya Sayang," ucap Alexa menampilkan cengir kudanya.
"Cuma makasih doang nih?" Tanya Nico.
"Terus Kakak maunya apa?" Tanya Alexa pula.
"Apa ya ...?" Gumam Nico dan tampak berpikir.
Alexa segera mendekati Nico, dan ...
Cup, Nico membelalakkan matanya karena terkejut sekaligus senang saat bibir Alexa sekilas menempel pada bibirnya.
Alexa tersenyum dan segera melangkahkan kaki menjauhi Nico seraya berteriak, "Aku mandi dulu ya Kak.
"Nanti lagi ya, yang lama," teriak Nico pula.
Tidak ada jawaban dari Alexa, entah ia mendengarnya atau tidak, bisa jadi pura-pura tidak mendengar.
Nico pun mengemasi bekas sarapan mereka, lalu kembali ke apartemennya untuk bersiap-siap.
*****
Pagi-pagi sekali, Vina sudah berada di rumah duka pasien yang kemarin meninggal karena sakit gagal jantung dan operasinya tidak berhasil.
"Maaf, kamu siapa ya ...?" Tanya Tuti, ibu yang kemaren telah menyerang Alexa karena tidak terima dengan kepergian orang tuanya.
"Kenalin saya Dokter Vina, Dokter di rumah sakit Hospital Hutama.
"Oh ... ada apa Dokter Vina datang kesini?" Tanya Tuti lagi.
"Sebelumnya saya mau mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Bu Ratmi. Dan saya mau nanya, saya dengar kemarin Ibu menyerang Dokter Alexa ya ...?" Ucap Vina dan bertanya.
"Iya, terus kenapa? Dokter juga mau ikut-ikutan membela Dokter magang itu?" Tanya Tuti yang terlihat emosi.
"Oh sama sekali tidak, justru saya mau menyampaikan kalau apa yang ibu lakukan itu adalah tindakan yang benar," kata Vina.
"Maksud Dokter apa?" Tanya Tuti yang tidak mengerti.
"Maksud saya, apa yang Ibu lakukan itu adalah tindakan yang benar, saya setuju kalau Ibu menyalahkan Alexa. Dia itu memang Dokter magang yang sok tau, padahal ilmunya aja masih cetek," jawab Vina yang sengaja memanas-manasi Tuti.
"Tapi hanya Dokter yang membenarkan perlakuan saya, Dokter Arya bahkan Dokter Nico semua menyalahkan saya," ucap Tuti.
"Itu karena Alexa aja yang suka mencari perhatian dari mereka, mereka gak tau gimana sifat asli dari wanita itu," ucap Vina yang membuat hati Tuti semakin memanas.
.
.
.
.
.
Bersambung.....