Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-110



Alexa dan Nico juga tidak dapat lagi membendung rasa haru mereka saat mendengar ucapan dari Andreas. Keduanya pun mengeluarkan air mata yang membasahi pipi. Terutama Alexa, ia menangis tersedu-sedu di dalam pelukan sang ayah. Ia sangat senang karena Andreas merestui pernikahannya dengan Nico, akan tetapi dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia juga sedih karena akan menikah tanpa didampingi ayahnya. Alexa hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kedepannya nanti, ia sangat berharap akan ada keajaiban dimana ayahnya bisa bebas tepat di hari pernikahannya.


"Nico, kamu benar-benar pria gentle karena sudah berani melamar anak Om langsung di depan Om. Tapi apa kamu cuma melamarnya seperti ini saja? Nggak ada ikatannya gitu?" Tanya Andreas yang sengaja memecah suasana haru saat ini.


"Oh iya Om, saya jadi lupa. Tentu ada dong Om," jawab Nico, lalu ia pun merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kotak beludru berwarna merah.


Alexa sendiri tidak mengetahui apa isi dari kotak tersebut dan apa maksud Nico saat ini. Nico pun segera saja membukanya serta memperlihatkan isi dari kotak tersebut kepada Alexa dan Andreas. Alexa begitu tercengang melihatnya, ia sangat kagum melihat cincin yang begitu berkilau dan sangat indah.


"Ini apa Kak?" Tanya Alexa.


"Ya ini cincin," jawab Nico.


"Ya aku tau ini cincin, tapi untuk apa Kak?" Tanya Alexa.


"Kamu gimana sih Sayang? Kan Nico melamar kamu. Ya sudah jelas lah itu cincin buat mengikat kamu," jawab Andreas.


"Nah benar seperti yang Papa kamu bilang, ini cincin buat mengikat kamu karena aku sudah melamar kamu secara resmi di depan Papa kamu," kata Nico.


"Aku sama sekali nggak kepikiran dan gak menyangka kalau melamar depan Papa harus pakai cincin, harusnya nggak perlu dong," kata Alexa.


"Kok nggak perlu sih, ya haruslah. Namanya juga aku melamar," kata Nico.


"Sudah Nico, Alexa itu hanya malu-malu saja. Sekarang cepat pakaikan cincinnya ke jari Alexa, karena Om juga akan kembali masuk ke sel tahanan," kata Andreas.


Lalu Nico pun segera saja meraih jari manis sang kekasih dan melingkarkan cincin tersebut di jarinya. Cincin itu begitu terlihat sangat indah digunakan oleh wanita cantik seperti Alexa. Andreas sangat senang melihat kebahagiaan yang kini ada di depan matanya.


"Makasih ya Kak," ucap Alexa.


"Iya sama-sama Sayang," jawab Nico yang sudah tidak malu lagi menyebut panggilan sayang untuk Alexa meskipun di depan orang tuanya.


Karena masa besuk sudah berakhir, Nico dan Alexa pun segera saja meninggalkan sel tahanan. Kini tujuan mereka adalah pergi ke makam ibunya Alexa dengan maksud akan menyampaikan tentang rencana pernikahan mereka.


*****


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 sore. Setelah makan, Alexa dan Nico berniat akan pulang ke Jakarta. Akan tetapi saat ini kota Jogja sedang diguyur hujan deras beserta petir yang menyambar-nyambar sehingga mereka pun mengurungkan niat dan memilih menyewa sebuah penginapan.


"Kak ini beneran kita nyewa satu kamar aja?" Tanya Alexa.


"Iya, nggak papa kan Sayang? Lagian kita udah sering juga kan tidur bareng. Terus kita nggak pernah ngapa-ngapain sampai melewati batas. Apalagi kita sebentar lagi akan menikah," kata Nico sembari menggoda kekasihnya itu.


"Ih Kakak nih, bisa aja ya. Tapi Kak gimana sama Arya? Berarti besok kita bakalan telat dong ke rumah sakitnya," kata Alexa.


"Iya seperti itulah, tapi kita besok juga nggak ada jadwal operasi kok. Cuma kata Arya ada beberapa pasien yang baru masuk aja tadi," jawab Nico.


"Oh gitu ya Kak. Berarti besok kita harus cepat balik ke Jogja, supaya bisa langsung ke rumah sakit dan bisa membantu Arya," kata Alexa.


"Iya kamu benar Sayang, ya udah sekarang kita langsung masuk ke kamar aja yuk," ajak Nico setelah mengambil kunci kamar untuk mereka berdua.


Setibanya di kamar, Alexa merasa canggung karena telah sekian lama mereka tidak bersama karena sibuk mengurusi Anggi dan pekerjaan di rumah sakit, kini mereka akan menghabiskan waktu bersama di sebuah kamar yang sama.


"Iya Sayang, kamu mandi aja dulu," jawab Nico.


Lalu Alexa pun segera saja ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Untungnya mereka memang membawa pakaian ganti, karena takut hal-hal ini akan terjadi dan menunda kepulangan mereka ke Jakarta. Tidak lupa Alexa juga membawa piyamanya ke dalam kamar mandi agar dapat langsung mengganti pakaiannya itu.


Setelah Alexa, kini giliran Nico yang membersihkan dirinya. Sedangkan Alexa langsung saja berbaring di tempat tidur karena tubuhnya yang begitu sangat lelah.


Selesai mandi, Nico segera menghampiri kekasihnya yang saat ini sedang mengotak-atik ponselnya di atas tempat tidur.


"Sayang," panggil Nico.


"Iya kak kenapa?" Tanya Alexa.


"Malam ini kita makan apa?" Tanya Nico.


"Gak tau Kak, tapi kayaknya di penginapan ini juga menyediakan makanan," jawab Alexa.


"Kayaknya sih iya. Coba aja ya nggak hujan, kita kan bisa jalan-jalan keluar menikmati suasana malam kota Jogja," kata Nico.


"Kakak gimana sih, kalau nggak hujan ya udah pasti kita pulang ke Jakarta dong Kak," ujar Alexa.


"Oh iya ya, maaf Sayang kalau lagi sama kamu, pikiran aku itu memang suka travelling kemana-mana. Oh iya, kamu udah lapar belum?" Tanya Nico.


"Belum sih Kak, memangnya Kakak udah lapar?" Jawab Alexa serta menanyakan hal yang sama terhadap Nico.


"Belum juga. Kalau gitu boleh nggak aku mau kangen-kangenan aja dulu sama kamu, mumpung kita lagi berdua," kata Nico.


Alexa tersenyum, ia yang sudah mengerti maksud dari kekasihnya itu pun segera saja menggeser tubuhnya agar Nico bisa berbaring di sampingnya. Karena mendapatkan lampu hijau dari sang kekasih, Nico tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada didepan matanya saat ini, ia pun langsung saja merebahkan tubuhnya di samping Alexa.


Kini keduanya saling berhadapan, keduanya saling mendekatkan wajah dan terjadilah pertukaran saliva yang biasa mereka lakukan. Seandainya saja mereka berdua sudah menikah, sudah pasti yang mereka lakukan sore ini akan lebih intim lagi, ditambah lagi kondisi cuaca yang sangat mendukung untuk mereka tetap berada di dalam kamar.


"Sayang, makasih ya karena kamu sudah menyetujui menikah dengan aku dan Papa kamu juga sudah menyetujuinya. Sekarang ini, kamu udah resmi jadi calon istri aku," ucap Nico sembari memeluk erat tubuh mungil Alexa.


"Sama-sama Kak, gak perlu makasih. Aku senang bisa menjadi calon istri kamu," jawab Alexa dan membalas pelukan dari kekasihnya itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.....