
Raka tampak sangat bahagia, ia senyum-senyum sendiri sembari melangkahkan kaki dan membawa sebuah kertas yang dipegangnya. Dion yang tidak sengaja melihat akan hal itupun merasa heran dan segera saja menghampiri sahabatnya.
"Ka, Kenapa kamu senyum-senyum sendiri kayak gitu, gila ya?" Tanya Dion.
"Mau tau aja urusan orang, yang jelas aku lagi bahagia lah," jawab Raka.
"Ya kalau bahagia itu bagi-bagi kali Ka, jangan susah doang yang dibagi-bagi," kata Dion.
"Perasaan kalau susah aku juga nggak bagi-bagi deh ke kamu," kata Raka.
"Iya, Iya. Jadi beneran kamu gak mau cerita nih kenapa kamu bahagia banget, terus tuh bawa apaan dari ruangan Dokter kepala?" Tanya Dion, matanya terpaku pada sebuah amplop putih yang sedang dipegang oleh Raka.
"Oh … ini surat cuti," jawab Raka.
"Cuti? Kamu mau cuti?" Tanya Dion.
"Iya," jawab Raka.
"Kapan?" Tanya Raka lagi.
"Besok dan lusa, selama dua hari," jawab Raka dengan begitu semangat.
"Oh ya? Kenapa mendadak banget mau cuti?" Tanya Dion keheranan, karena yang ia tahu sahabatnya itu tidak akan mengambil cuti jika tidak ada hal yang benar-benar penting.
"Hust … jangan bising, nggak usah bilang-bilang sama Alexa kalau aku mendadak mau cuti," kata Raka.
"Kenapa dulu alasannya? kalau kamu nggak mau kasih tau ke aku, aku pasti bakalan bilang ke Alexa," kata Dion.
"Iya, iya, kepo banget sih. Jadi Alexa itu kan mau balik ke Jakarta, nah aku pengen banget nganterin dia. Kamu kan tau sendiri kalau Alexa itu alasannya banyak banget buat nolak, yang nggak enak lah, yang inilah, yang itulah, jadi aku bilang aja kalau kebetulan aku mau ke Jakarta juga dan ambil cuti dua hari," terang Raka.
"Oh … jadi ini semua gara-gara Alexa. Kamu tuh ya Ka, boleh juga perjuangan kamu. Nekat banget, padahal udah tau Alexa itu punya pacar, masih juga didekatin," kata Dion.
"Ya ampun Yon, aku sama sekali nggak berniat kok buat merebut Alexa dari Nico. Aku cuma pengen nganterin dia aja, karena yang aku lihat Alexa kayaknya lagi ada masalah, dia lagi kalut. Apa salahnya sih kalau aku peduli sama wanita yang aku cintai," kata Raka.
"Iya aku paham kok maksud kamu, ya udah aku nggak bakalan bilang-bilang sama Alexa. Tapi yang kamu bilang itu memang benar sih, Thalita juga bilang ke aku kalau Alexa lagi ada masalah, cuma Thalita belum cerita ke aku masalahnya apa," kata Dion.
"Yah kirain udah cerita, kalau cerita kan aku mau tau dari kamu," kata Raka.
"Kenapa nggak nanya sendiri aja?" Tanya Dion.
"Aku nggak enak lah mau nanya sama Alexa, bisa ketemu, ngobrol apalagi sampai nganterin Alexa pulang ke Jakarta aja aku udah senang. Aku nggak mau gara-gara pertanyaan aku malah ngerubah mood Alexa nanti. Yang penting harapan aku, aku bisa menghibur Alexa supaya dia melupakan kesedihannya," kata Raka.
"Ya udah deh, jadi sekarang kalian mau berangkat langsung ya ke Jakarta?" Tanya Dion.
"Iya, kamu liat Alexa sama Thalita nggak?" Tanya Raka.
"Ada tuh di depan, Thalita lagi nungguin aku mau pulang bareng. Berarti Alexa lagi nungguin kamu itu," kata Dion.
"Iya, ya udah kalau gitu kita langsung ke sana aja samperin mereka," Ajak Raka.
"Oke," jawab Dion. Lalu dua Dokter Tampan itu pun segera melangkahkan kaki keluar dari rumah sakit dan menghampiri dua wanita cantik yang telah menunggu mereka.
"Hai Alexa, Thalita," sapa Raka.
"Hai Kak," balas Alexa kepada dua Dokter pria itu.
"Hai juga Kak Dion, Kak Raka. Oh ya Kak Raka, emang benar ya kata Alexa Kakak cuti dua hari mau ke Jakarta, jadi sekalian aja sore ini buat nganterin Alexa?" Tanya Thalita.
"Iya benar, ini surat cutinya," jawab Raka sembari menunjukkan surat cuti yang dipegangnya.
"Oh … syukur deh aku lega karena Alexa pulang sama Kakak, tadinya aku pikir Alexa beneran bakalan pulang naik bus sendirian. Aku kan khawatir," kata Thalita.
"Euhm … Thalita, padahal aku nggak papa lho pulang sendiri naik bus, kan udah biasa juga," kata Alexa.
"Ya tetap aja lah khawatir. Lebih aman itu kalau ada yang nganterin dan Kebetulan Kak Raka bisa nganterin, aku jadi tenang deh. Tapi Kak Nico nggak ada masalah kan kalau nantinya liat kamu pulang diantar sama Kak Raka?" tanya Thalita yang merasa khawatir. Ia juga merasa kasihan jika sampai Nico nantinya akan cemburu atau marah melihat sang kekasih diantar oleh pria lain, bagaimanapun juga Nico adalah kakak sepupu dari Thalita.
"Kalau menurut aku sih gak jadi masalah lah ya, lagian Kak Nico juga kan lagi sibuk. Dia juga nggak bisa jemput aku, jadi asalkan aku bisa pulang dengan selamat pasti Kak Nico nggak akan mempermasalahkan itu. Apalagi Kak Nico kan juga kenal sama Kak Raka," kata Alexa.
"Iya juga sih, lagian cuma diantar pulang sekalian doang kan, bukannya macam-macam," kata Thalita.
"Iya Ta," jawab Alexa.
"Mendingan sekarang kalian langsung jalan aja deh ke Jakarta, biar sampainya nggak kemalaman banget," kata Thalita.
"Iya benar kata Thalita. Kalian hati-hati ya di jalan," ucap Dion.
"Ya udah Ta, Yon, kita berdua pergi dulu ya,"pamit Raka.
"Kak Dion, Thalita, aku pulang dulu ya. Thalita, makasih banyak ya karena kamu udah nemenin aku, udah ngizinin aku tidur di rumah kamu," ucap Alexa.
"Alexa, kamu ngomong apaan sih, kayak sama orang lain aja deh," kata Thalita.
Sebelum berpisah, Thalita dan Alexa pun berpelukan sejenak, setelah itu Alexa langsung saja masuk ke dalam mobil Raka, lalu Raka pun melajukan mobil dan melakukan perjalanan menuju ke Jakarta.
*****
Nico baru saja sampai di apartemennya. Nico merasa sangat khawatir karena sedari tadi ia mencoba menghubungi Alexa akan tetapi tidak dijawab.
Nico langsung saja menuju ke apartemen Alexa, beberapa kali ia mencoba mengetuk pintu dan membunyikan bel akan tetapi tetap tidak ada jawabannya.
"Alexa kemana ya? Bukannya dia janji hari ini mau pulang, tapi kenapa nggak ngabarin aku. Walaupun dia naik bus, harusnya kan dia ngabarin aku biar aku bisa jemput, tapi ini sama sekali nggak ada kabarnya. Apa Alexa benar-benar udah nggak mau lagi berhubungan sama aku?" Gumam Nico.
Lalu Nico pun menekan password apartemen Alexa dan langsung masuk ke dalam. Nico mencari sosok sang kekasih ke sana kemari akan tetapi tidak menemukannya. Nico yakin jika Alexa memang belum kembali ke Jakarta.
.
.
.
.
.
Bersambung.....