Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-45



Ting … tung … suara bel rumah Vina.


Vina segera saja membuka pintu karena ia yakin yang datang adalah Bagas. Akan tetapi dugaan Vina salah, yang datang bukanlah Bagas melainkan Renata.


"Loh Dek, tumben pulang? Yuk masuk," tanya Vina dan mengajak adiknya. Langsung saja Renata masuk ke dalam rumah.


"Wah kalau dari gaya bahasa bicara Kakak, Kakak gak suka ya aku pulang?" Tanya Renata.


"Siapa bilang? Aku malah seneng kalau kamu memang mau balik lagi tinggal sama Kakak," kata Vina.


"He … he … he … maaf ya Kak kalau soal itu sih enggak. Oh iya udah rapi aja nih, pasti mau keluar kan sama Bagas?" Tanya Renata.


"Tau aja kamu, cuma Kakak gak tau deh tujuannya Bagas ajak Kakak makan buat apa," jawab Vina.


"Maksud Kakak?" Tanya Renata.


"Iya bisa aja kan sebenarnya Bagas itu udah dengar hal-hal yang gak mengenakkan tentang Kakak, jadi dia mau nanyain langsung ke aku tentang itu semua," jawab Vina.


"Ya bagus dong Kak kalau kayak gitu, itu artinya Bagas gak percaya sama orang gitu aja sebelum dia tau langsung dari yang bersangkutan," ujar Renata.


Vina tampak berpikir lalu berkata, "Ya kemungkinan memang kayak gitu."


Ting … tung … suara bel kembali berbunyi.


"Nah yang di omongin udah dateng tuh, sana gih pergi! Aku mau ke kamar aku dulu Kak," ucap Renata.


"Gak mau ketemu sama Bagas dulu?" Tanya Vina.


"Enggak Kak, have fun ya," jawab Renata lalu melangkahkan kaki menuju ke kamarnya. Sedangkan Vina segera membukakan pintu.


Saat pintu terbuka, tampak Bagas dibuat tercengang oleh kecantikan Vina yang menggunakan dress selutut dengan lengan sedikit terbuka, riasan tipis dan rambut dibuat sedikit bergelombang membuat Vina begitu cantik sempurna di mata Bagas.


"Bagas …!" Panggil Vina.


"Iya Vin, maaf ya. Abisnya kamu cantik banget malam ini," ucap Bagas.


"Oh … jadi maksudnya kemarin-kemarin aku gak cantik gitu," ujar Vina.


"Eh siapa bilang, cuma malam ini lebih cantik," puji Bagas.


Vina tersenyum malu mendengar pujian yang dilontarkan oleh Bagas. Begitupun Bagas, ia ikut tersenyum karena sangat senang bertemu dengan wanita pujaan hatinya. Ya Bagas yakin bahwa dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Vina.


"Makasih ya pujian ya, mau masuk dulu atau langsung jalan?" Tanya Vina.


"Memang di dalam ada siapa? Adik kamu ya? Apa aku harus izin dulu sama dia?" Tanya Bagas.


"Iya ada adik aku, tapi kita gak perlu pamit kok. Dia udah tau aku mau pergi sama kamu dan sekarang dia lagi istirahat di kamarnya.


"Oh gitu, ya udah yuk kita jalan," ajak Bagas.


"Yuk," jawab Vina.


Bagas pun segera membukakan pintu mobil untuk Vina yang membuat Vina lagi-lagi merasa diratukan oleh Bagas dan membuat hatinya begitu bahagia seperti dihinggapi ratusan kupu-kupu. Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, Bagas segera melajukan mobil ke arah tujuan mereka.


*****


"Hah? Kakak serius Mas Bagas gak ada di sini?" Tanya Alexa yang kini sedang berada di apartemen Nico.


"Serius lah Sayang, kamu liat sendiri kan ini gak ada, tapi kopernya ada kok," jawab Nico.


"Iya sih Kak, berarti dia lagi keluar aja," ujar Alexa.


"Memangnya Bagas gak ada kasih tau ke kamu dia lagi kemana?" Tanya Nico.


"Mungkin ada, cuma hp aku udah mati sebelum kita operasi tadi," jawab Alexa.


"Kamu tuh kebiasaan banget ya, kan bisa tadi dicharger dulu di ruangan aku," kata Nico.


"Kamu tuh ya ada aja alasannya, sekarang buruan gih charger hp-nya tuh!" Perintah Nico.


"Sekalian di apartemen aku aja deh Kak, aku mau pulang dulu mandi. Udah gerah banget," kata Alexa.


"Sama, aku juga udah gerah banget," kata Nico pula.


"Ya udah Kak, aku pulang dulu ya," pamit Alexa.


"Iya Sayang, Oh ya kamu mau makan apa?" Tanya Nico.


"Terserah, apa aja yang Kak Nico masak, aku pasti suka kok," jawab Alexa.


"Kalau aku masakin batu sama kayu kamu mau makan?" Tanya Nico.


"Mau asalkan Kakak juga ikut makan," jawab Alexa.


"Gak mau, itu khusus buat kamu," ucap Nico.


"Hm … Kak Nico jahat dong berarti," ujar Alexa.


"Kan aku bercanda Sayang, gak mungkinlah aku tega sama kamu," kata Nico.


"Aku juga tau Kak, bye …," ucap Alexa.


"Bye …," balas Nico.


Lalu Alex pun kembali ke apartemennya.


Setengah jam kemudian, Alexa telah kembali ke apartemen Nico dengan menggunakan baju tidur lengan pendek dan celana panjang. Ia masuk secara diam-diam agar Nico yang sedang memasak itu tidak mengetahuinya.


Alexa mendekati Nico yang posisinya membelakanginya itu. segera saja ia melingkarkan tangannya di pinggang Nico dan kepala menyandar di punggung Nico yang membuat kekasihnya itu tersenyum lalu menggenggam tangan Alexa.


Tidak lama dengan posisi itu, setelah mematikan kompor, Nico membalikkan tubuhnya hingga posisinya kini berhadapan dengan Alexa. Tanpa aba-aba langsung saja Nico menarik tengkuk Alexa lalu ******* bibir mungil berwarna merah jambu milik kekasihnya itu yang selalu membuatnya candu. Mata keduanya terpejam, Alexa melingkarkan tangannya di leher Nico dan membalas ciumannya. Terjadilah sesaat pertukaran saliva di dapur romantis itu.


Setelah itu, kini Nico dan Alexa sedang berada di meja makan menikmati menu makanan yang tersaji di atas meja. Malam ini Nico masak sayur capcay dan ayam goreng saja sesuai stok yang ada di kulkas.


"Sayang, jadi kamu udah tau Bagas kemana?" Tanya Nico di sela-sela makan mereka.


"Udah Kak. Seperti dugaan kita, Mas Bagas pergi dinner sama Vina," jawab Alexa.


"Tuh Kan aku bilang juga apa, kamu gak kasian apa sama Bagas kalau jadi terpengaruh ikutan jahat kayak Vina," kata Bagas.


"Kak, itu gak mungkin lah. Mas Bagas bukan orang yang mudah terpengaruh kayak gitu," kata Vina.


"Ya mana kita tau kan namanya lagi kasmaran bisa aja gampang terpengaruh," Ujar Nico.


"Gak bakalan kok Kak, Kakak tenang aja," ucap Alexa meyakinkan.


"Hm … ya mudah-mudahan aja ya beneran enggak," ucap Nico.


"Iya Kak, gak usah khawatir berlebihan gitu ya. Mas Bagas itu laki-laki bisa jaga diri," kata Alexa.


"Mau laki atau perempuan, kalau udah bucin itu terkadang gak tau lagi mana yang benar atau salah. Lagian kenapa kamu gak bilang aja sih sama Bagas tentang kelakuan Vina yang sebenarnya," kata Bagas yang ternyata didengar oleh Bagas.


.


.


.


.


.


Bersambung.....