Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-121



Hari ini Alexa terlihat tampil berbeda dengan riasan tipis ala Korea sesuai permintaannya, tetapi sama sekali tidak mengurangi kecantikannya itu, justru ia terlihat begitu cantik natural. Karena Alexa yang biasanya tidak terlalu suka menggunakan make-up pada aktivitas setiap harinya saja sudah terlihat sangat cantik.


Tiba-tiba Anggi pun masuk ke dalam kamar Alexa menggunakan kursi roda yang didorong oleh Rika. Anggi juga sudah siap dengan riasan tipisnya serta menggunakan kebaya putih yang senada dengan tema acara akad nikah pagi ini. Begitu juga dengan yang digunakan oleh Thalita dan Rika.


"Kamu cantik sekali Sayang, Bunda udah nggak sabar buat menjadikan kamu menantu Bunda," ucap Anggi.


"Makasih Bunda, sebentar lagi kan Alexa akan jadi menantu Bunda," ucap Alexa lalu ia pun menghampiri Anggi dan memeluknya.


*****


Nico duduk di kursi dimana akan dilangsungkan acara ijab kabul, saat itu matanya tertuju pada sosok wanita cantik yang baru saja keluar didampingi oleh Thalita dan juga ibunya yang menggunakan kursi roda didorong oleh Rika itu. Nico sangat kagum melihat Alexa yang begitu tampak anggun dengan menggunakan gaun bernuansa putih senada dengan Nico yang saat itu menggunakan kemeja putih berpadu dengan tuxedo yang membuat Nico begitu tampan dan gagah. Sama halnya dengan Nico, Alexa pun begitu sangat kagum melihat pria tampan yang ada di depannya saat ini, sehingga mereka pun saling berpandangan dan tersenyum


Akan tetapi, pandangan Alexa tiba-tiba teralih pada sosok pria paruh baya yang baru saja masuk dengan menggunakan setelan tuxedo-nya yang tak kalah gagahnya dengan calon suaminya itu. Beliau adalah Andreas, ayah kandung dari Alexa. Alexa begitu terkejut, ia tidak dapat percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Enggak, pasti ini hanya halusinasi aku aja. Alexa, Papa tuh nggak ada di sini. Ingat kamu harus ikhlas, jangan sampai dengan kegalauan hati kamu ini akan merusak segalanya," ucap Alexa sembari meminjamkan matanya.


Sedangkan Nico tersenyum memandang wajah kekasihnya, karena ia tahu jika saat ini Alexa pasti tidak mempercayai apa yang sedang dilihatnya. Perlahan Alexa membuka matanya kembali, lagi-lagi ia melihat sosok pria yang merupakan cinta pertamanya itu semakin mendekatinya dan tersenyum manis terhadapnya. Kini ia yakin jika yang dilihatnya tidaklah salah, pria tersebut memanglah orang tuanya.


"Papa," gumam Alexa.


Lalu ia setengah berlari dengan susah payah karena menggunakan gaun untuk menghampiri Papanya. Begitu juga dengan Andreas yang sangat antusias mendekati putrinya hingga mereka saling berdekatan dan berpelukan erat disertai air mata yang membasahi pipi keduanya, suasana seketika menjadi haru.


"Loh sudah-sudah, calon pengantin jangan menangis dong, nanti riasannya rusak loh," kata Angel, wanita jadi-jadian yang merupakan tata rias di acara pernikahan Alexa. Ia juga sedikit mengusap air mata yang ada di pipi Alexa lalu memoles tipis riasan itu kembali.


"Alexa benar-benar nggak nyangka Pa kalau Papa akan hadir di sini," ucap Alexa.


"Sudah Sayang, nanti Papa akan menjelaskan semuanya. Yang penting sekarang kalian harus melanjutkan acara ijab kabul dulu. Kamu senang kan di sini ada Papa? Papa yang akan menikahkan kamu Sayang," kata Andreas.


"Papa serius?" Tanya Alexa membelalakkan matanya.


"Kenapa tidak, kamu kan anak Papa. Ayo sekarang kita ke sana," ajak Andreas dan di tanggapi anggukan cepat oleh Alexa.


Segera saja Alexa yang kini didampingi oleh ayahnya itu duduk di samping Nico untuk melangsungkan acara Ijab Kabul. Andreas pun segera memulai untuk menikahkan anak perempuannya itu dengan pria pilihannya.


Hingga Nico mengucapkan, "Saya terima nikah dan kawinnya Alexa binti Andreas Atmaja, dengan mas kawinnya sebentuk cincin emas tunai."


"Sah … ."


"Sah … ."


"Alhamdulillah," ucap para saksi.


Acara sakral itu pun berlangsung dengan sangat lancar tanpa hambatan apapun.


Saat ini Alexa dan Nico sudah sah menjadi pasangan suami istri. Segera saja mereka memasangkan cincin di jari manis pasangannya masing-masing sebagai mahar dan pengikat janji suci diantara keduanya. Setelah itu Alexa mencium tangan suaminya untuk pertama kali, begitu juga dengan Nico yang mencium kening Alexa untuk pertama kali sebagai seorang istri.


Bukan hanya pasangan mempelai tersebut yang terlihat begitu bahagia, tetapi juga keluarga, kerabat, sahabat yang hadir dan ikut mendoakan mereka. Terutama Anggi, rasa bahagia yang ia rasakan sama sekali tak dapat diungkapkan, apa yang diinginkannya kini telah terwujud. Jika harus pergi saat ini pun ia sudah siap.


*****


Siang pun berlalu berganti Malam, acara juga sudah selesai. Alexa langsung saja mengadakan perkumpulan keluarga. Ia yang sejak tadi menahan ingin menanyakan tentang Papanya itu pun langsung menanyakan berbagai pertanyaan kepadanya seperti sedang mengintimidasinya. Bukan hanya keluarga inti saja yang sedang berada di ruang keluarga, tetapi ada juga Bagas, Thalita, Dion, Raka yang diminta oleh Alexa untuk menginap di rumah Nico. Esok hari baru mereka bersama-sama akan kembali ke Jogja.


"Sekarang aku mau tanya sama Papa, kenapa Papa bisa ada di sini dan Papa nggak kasih tau ke aku?" Tanya Alexa.


"Memangnya kenapa? Harusnya kamu senang karena Papa ada di sini," kata Andreas.


"Iya aku senang Pa, tapi kenapa Papa nggak ngomong-ngomong sama aku," protes Alexa.


"Surprise, ini semua kejutan buat kamu Sayang," kata Andres.


"Jangan bilang kalian semua di sini tau dan cuma aku sendiri yang nggak tau," tuding Alexa.


Semuanya tampak saling pandang dan tersenyum menatap Alexa lalu mengangguk pelan.


"Jadi benar? Kalian jahat banget sih sama aku, kamu juga Kak Nico, jahat banget sih," hardik Alexa kesal.


"Maaf ya Sayang, aku kan cuma mau kasih kejutan buat kamu. Tapi kamu senang kan karena ada Papa," ucap Nico.


"Iya lah Kak, aku seneng, seneng banget," jawab Alexa.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Nico.


"Oh ya, Papa lama kan minta izinnya?" Tanya Alexa.


"Minta izin?" Andreas mengernyitkan dahinya karena mendengar pertanyaan dari anaknya itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Mampir di karya temen otor yuk, gak kalah serunya dengan karya lain loh.


Judul karya : Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas.


Author : Alinatasya21