Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-80



Seperti sedang mendapatkan kejutan besar, Alexa dan Renata sama-sama menatap untuk memastikan apa yang saat ini mereka lihat tidaklah salah.


Sementara itu Nico keheranan melihat Alexa mengenali wanita yang sedang berada di rumah Vina itu, sedangkan Vina juga terlihat syok karena ia lupa jika Alexa dan Nico belum tahu bahwa Renata dan dirinya adalah saudara kandung.


"Renata, kamu kok bisa ada di sini?" Tanya Alexa.


"Memangnya urusan kamu tuh apa? Aku mau di sini kek, aku mau di mana-mana kek, itu sama sekali bukan urusan kamu. Justru aku yang harusnya tanya sama kamu, mau ngapain kamu ada di sini? Ini rumah aku," kata Renata.


Vina terkejut mendengar pengakuan dari adiknya itu, akan tetapi dia berpikir itu lebih baik daripada harus memendam selamanya.


"Rumah kamu? Maksudnya gimana?" Tanya Alexa kebingungan.


"Sini biar aku jelasin, Vina ini kakak aku. Ah Apa pentingnya juga ya aku ngomong ke kamu, sama sekali bukan urusan kamu," kata Renata dengan angkuhnya.


Alexa sangat terkejut dan tidak menyangka jika Renata dan Vina yang terang-terangan sudah menganggapnya musuh itu ternyata saudara kandung. Apa mungkin selama ini Renata dan Vina sudah saling berbagi cerita mengenai dirinya, menjelek-jelekkan dirinya? Itu yang ada dalam pikiran Alexa saat ini.


"Jadi kalian berdua itu adik Kakak? Oh … nggak nyangka banget ya Renata kita bisa ketemu di sini," kata Alexa.


"Ya bisalah, jelas-jelas kamu datang ke rumah aku. Gimana sih," kata Renata Ketus.


"Heh, kamu bisa nggak ngomongnya baik-baik sama Alexa," kata Nico.


"Kenapa juga aku harus ngomong baik-baik sama dia? Memangnya kamu siapa ngatur-ngatur aku," kata Renata.


"Dek, itu Nico," bisik Vina.


"Oh … jadi ini cowok yang Kakak idam-idamkan itu, yang selalu Kakak harapin tapi nggak pernah menghargai Kakak itu ya," kata Renata. "Ya maklum aja lah Kak, aku kan baru pertama kali melihat dia secara langsung berdekatan kayak gini, jadi gak terlalu ingat sama wajahnya.


"Apaan sih kamu Dek. Iya dia Nico," kata Vina.


Nico yang saat itu sudah tidak sabar lagi menghadapi kelakuan Renata dan Vina, ia pun langsung menarik tangan Alexa untuk pergi meninggalkan mereka.


"Kita mau ke mana Kak?" Tanya Alexa.


"Ya pulanglah, kamu masih mau jengukin dia? Udah jelas-jelas dia itu sekarang lagi sama adiknya yang terang-terangan menentang kamu," Kata Nico.


"Tapi aku gak peduli Kak, ingat niat kita ke sini kan buat jengukin Dokter Vina," kata Alexa.


"Kita udah jenguk kan, kamu juga udah liat keadaan Vina itu baik-baik aja, dia juga nggak suka kok dengan kehadiran kamu di sini," kata Nico.


Alexa pun terdiam, yang dibilang oleh Nico itu benar bahwa kedatangannya sama sekali tidak diharapkan oleh Vina.


"Ya udah deh kak, lebih baik kita pulang aja," kata Alexa.


"Gitu dong dari tadi," kata Nico.


Tanpa berbasa-basi Nico dan Alexa pun langsung saja pergi meninggalkan rumah Vina.


"Ya ampun Re, kamu itu membuka rahasia kita sendiri tau gak, secara langsung, terang-terangan depan Alexa dan Nico," kata Vina.


"Ya mau gimana lagi kak, udah ketangkap basah juga. Mana aku tau kalau mereka yang datang, aku cuma dengar suara ribut-ribut di luar ya aku samperin lah. Kakak juga sih gak mau kasih aba-aba," kata Renata membela diri.


"Ya udahlah kak, lagian apa salahnya juga sih kalau mereka tau kita ini adik beradik. Malah bagus kan supaya Alexa itu nggak berani macam-macam sama kita berdua. Ya satu lawan dua mana mungkin menang kan," kata Renata begitu yakin.


"Siapa bilang? Alexa itu dikelilingi orang-orang yang peduli sama dia, kan kamu tau sendiri gimana Alexa," kata Vina.


"Oh iya ya Kak, wanita yang sangat pintar bersandiwara, pintar mencari perhatian orang lain terutama para pria. Ya begitulah, namanya juga wanita jala**," kata Renata.


"Ya itu kamu tu, makanya Dek kita tuh juga harus lebih hati-hati sama dia. Karena kalau kita udah berurusan sama Alexa, pasti bakalan ada orang lain yang ikut campur," kata Vina.


"Iya kak aku tau kok kalau masalah itu, kita harus main cantik. Ya udah yuk Kak kita masuk, Kakak tuh belum terlalu sehat. Malam ini aku akan temenin Kakak di sini," kata Renata.


"Kamu memang adik Kakak yang paling the best," kata Vina tersenyum lalu mereka berdua pun masuk ke dalam rumah kembali.


*****


"Nggak nyangka banget deh, ternyata Renata dan Vina itu adik beradik," kata Alexa.


"Aku malahan nggak kenal sama Renata itu," kata Nico.


"Kok bisa sih Kak, padahal kan dulu Kakak punya hubungan sama Dokter Vina. Kenapa bisa sampai nggak kenal sama Renata," kata Alexa.


"Ya kita kan dulu pacarannya nggak lama, terus cuma cinta monyet aja, cuma suka-sukaan gitu aja sih. Kalau dibilang cinta ya gak lah, jadi emang belum kenal sama keluarganya. Vina pernah sih bilang sama aku kalau dia emang punya adik, tapi waktu itu adiknya nggak ada di sini, sekolah di luar Negeri gitulah katanya," terang Nico.


"Oh … gitu. Cinta monyet tapi sampai nggak bisa move on gitu," gumam Alexa.


"Kamu ngomong apa?" Tanya Nico yang mendegar gumaman Alexa.


"Gak ada apa-apa kok Kak. Kalau aku sama Renata dulu sama-sama co-*** di Rumah Sakit Bunda Kasih Jogja. Nah Renata itu yang suka sama Kak Raka, tapi Kak Raka nya nggak suka sama dia. Ya aku sama Kak Raka kan dekat ya, tapi bukan deket gimana sih, tapi Renata menganggapnya gara-gara aku Kak Raka itu nggak mau sama dia. Jadi kayak gitu deh, dia menganggap aku musuhnya, eh nggak taunya sekarang Kakaknya juga sama nganggap aku menjadi penghalang hubungannya sama kamu," kata Alexa.


"Kok jadi aku? Wajar aja sih kalau kamu itu banyak disukai para pria dan menjadi musuh para wanita, soalnya kamu baik, cantik, bikin pria yang dekat sama kamu jatuh cinta dan tentunya semua wanita yang suka sama pria tersebut bakalan nggak suka sama kamu," kata Nico yang membuat Alexa tersipu malu mendengar pujian dari kekasihnya itu.


"Masak sih Kak," kata Alexa.


"Iya, tapi aku lah yang beruntung karena bisa dapetin kamu," kata Nico.


"Iya Kak, aku juga beruntung kok bisa dapetin Kakak," kata Alexa pula.


.


.


.


.


.


Bersambung....