
"Kamu pasti lebih capek Kak, kamu hari ini bolak-balik Jakarta ke Jogja terus Jogja ke Jakarta, ditambah lagi kamu nyetir mobil," kata Alexa.
"Aku beda dong Sayang sama kamu. Apalagi sekarang ini kondisi kamu lagi hamil, jadi kamu menurut aja ya apa kata aku," ucap Nico.
Akhirnya Alexa pun menuruti apa perkataan suaminya untuk beristirahat di rumah. Sementara Nico segera saja bergegas menuju ke rumah sakit.
Nico dan Arya tampak begitu sibuk mengurusi pasien, bahkan mereka sampai lembur dan pulang pada malam hari. Akan tetapi semua itu dilakukannya dengan ikhlas karena memang sudah tugasnya sebagai dokter. Ia harus melayani pasien meskipun rasa capek yang ia rasakan.
*****
Beberapa hari kemudian, hasil tes DNA Bagas dan Andreas telah keluar. Andreas saat ini sudah berada di rumah sakit, ia tidak sabar lagi ingin mengetahui hal tes tersebut.
"Bagaimana Dok hasilnya?" Tanya Andreas yang begitu sangat antusias.
"Hasilnya ada di sini Pak, Bapak bisa melihatnya secara langsung," ucap dokter seraya menyerahkan sebuah amplop yang berisi hasil laporan DNA.
Andreas mengambil amplop tersebut dari tangan Dokter lalu segera saja membukanya. Andreas membelalakkan matanya, ia sangat terkejut saat melihat hasilnya adalah positif.
"Jadi benar bahwa Bagas itu anak kandungku?" Ucap Andreas yang masih tampak tak mempercayainya.
"Benar Pak. Seperti harapan Bapak, Pak Bagas adalah anak kandung Bapak," ucap dokter.
Andreas tidak bisa lagi menahan haru bahagianya itu, ia meneteskan air mata sembari tersenyum. Andreas sudah tidak sabar lagi ingin menyampaikan kabar tersebut kepada Alexa dan Bagas, dia yakin Bagas sendiri pasti akan sangat senang jika mengetahui bahwa dia adalah ayahnya dan Alexa juga adik kandungnya.
"Terimakasih banyak Dokter, terimakasih atas bantuannya. Saya benar-benar sangat senang," ucap Andreas.
"Iya Pak sama-sama. Selamat ya karena Bapak sudah menemukan anak kandung Bapak yang telah lama hilang," ucap Dokter.
"Iya Dok, terimakasih sekali lagi," ucap Andreas. Lalu ia segera saja meninggalkan rumah sakit dan ingin menghampiri Bagas yang saat ini sedang berada di perusahaan.
Setibanya di perusahaan, Andreas bergegas mencari keberadaan Bagas yang ternyata saat itu ia sedang memimpin sebuah rapat, sehingga Andreas pun dengan sabar menunggu di ruangannya.
Setelah rapat selesai, Bagas yang mengetahui dari sekretarisnya jika Andreas menunggu di ruangannya itu pun segera saja menghampirinya.
Tok … tok … tok …
Bagas mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam ruang direktur.
"Pak, maaf ya saya tadi sedang rapat. Bapak ada apa mencari Saya?" Tanya Bagas.
"Bagas, anakku," ucap Andreas yang langsung saja menghampiri Bagas dan memeluknya.
Bagas diam mematung, dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Andreas itu.
"Pak, maksud Bapak apa?" Tanya Bagas kebingungan.
Andreas pun mengurai pelukannya dan mengajak Bagas untuk duduk di sofa.
"Bagas, bukankah saya dan Alexa pernah cerita sama kamu jika saya memiliki anak laki-laki yang saat umur 5 tahun menghilang. Alexa juga pasti sudah menceritakannya sama kamu kan?" Tanya Andreas.
"Iya benar Pak, saya sudah tahu tentang itu," jawab Bagas.
"Bagas, jadi kamu adalah anak kandung saya. Kamu Axel Kakaknya Alexa. Buktinya ada di sini," ungkap Andreas sembari memberikan hasil tes DNA itu.
Bagas menerima dan langsung saja melihatnya, antara senang dan juga tak percaya jika ternyata ia adalah anak kandung dari Andreas yang sudah dianggapnya sebagai orang tua sendiri. Tapi jika memang ini kenyataannya ia juga dengan senang hati menerimanya. Bagas juga mengerti, ia sudah mendengar ceritanya dari Alexa kenapa kakaknya waktu itu bisa hilang.
"Ini beneran?" Tanya Bagas.
"Benar Bagas, kamu adalah Axel anak saya. Maafkan Papa yang sudah melakukan tes DNA tanpa memberitahu kamu. Karena waktu itu Papa curiga kenapa darah kamu bisa sama dengan Papa. Papa tidak menyangka jika ternyata hasilnya positif dan kamu benar-benar anak Papa, Axel," ucap Andreas sembari meneteskan air matanya.
Bagas pun ikut terharu dan menangis, ia langsung saja memeluk orang tuanya itu.
"Pa, kalau memang seperti itu aku seneng banget Pa. Aku nggak nyangka kalau ternyata aku masih memiliki keluarga kandung, apalagi keluarga kandung aku ternyata selama ini dekat sama aku. Bahkan yang aku kira orang lain dan sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri, ternyata memang benar-benar keluarga aku," ucap Bagas.
"Iya Gas, Papa juga tidak menyangka," ucap Andreas.
"Terus, apa Alexa udah tau Pa?" Tanya Bagas.
"Belum, Papa sengaja belum kasih tau Alexa. Kalau kamu tidak banyak pekerjaan, besok pagi-pagi kita ke Jakarta, kita kasih kejutan langsung sama adik kamu," kata Andreas
*****
Keesokan harinya, Bagas dan Andreas melakukan perjalanan menuju ke Jakarta sesuai rencana mereka untuk menemui Alexa di rumah sakit. Alexa sangat terkejut melihat kedatangan ayahnya dan Bagas yang mendadak itu, karena sebelumnya mereka sama sekali tidak mengabari kedatangannya.
"Papa, Mas Bagas, kok nggak bilang-bilang sih mau datang ke Jakarta?" Tanya Alexa.
"Surprise … ," jawab Bagas.
"Iya, ini kejutan buat kamu. Dan Papa masih punya kejutan satu lagi," kata Andreas.
Andreas dan Bagas sama-sama tersenyum menatap Alexa.
"Kejutan apa? Aku jadi curiga deh, kenapa coba kalian berdua senyum-senyum gitu," Tanya Alexa.
"Kita bicara di tempat lain gimana," ajak Andreas. Karena memang saat ini mereka sedang berdiri di koridor rumah sakit.
Di saat itu terlihat Nico yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Pa, Bagas," ucap Nico.
"Iya Nico," jawab Andreas.
Nico pun mencium tangan ayah mertuanya itu dan berjabat tangan dengan Bagas.
"Papa dan Bagas kapan sampai? Kok nggak ngabarin," Tanya Nico.
"Iya Kak, Papa sama Mas Bagas diam-diam aja. Aku aja nggak tau loh dan katanya ini kejutan," ucap Alexa.
"Ya ini memang kejutan dan ada sesuatu yang ingin kita sampaikan. Boleh nggak kita bicara tapi jangan di sini," kata Andreas.
"Ya udah Pa, kalau gitu kita bicara di ruangan aku aja," ajak Nico.
Kini mereka berempat pun sudah berada di ruangan Dokter Kepala.
"Jadi Papa ingin menyampaikan jika hasil tes DNA Papa dan Bagas itu positif," ungkap Andreas.
"Apa? Jadi Mas Bagas ini beneran Kakak kandung aku? Kak Axel?" Tanya Alexa yang membelalakkan matanya.
"Iya Sayang, Bagas adalah Kakak kamu Axel," jawab Andreas.
Alexa begitu sangat senang mendengarnya, matanya berkaca-kaca. Ia dan Bagas saling berpandangan dan tersenyum.
"Kak Axel," ucap Alexa yang mewek.
Lalu Alexa dan Bagas sama-sama beranjak dari tempat duduk dan berpelukan untuk melepas rindu. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak bertemu walaupun selama ini mereka dekat dan tidak menyadari bahwa mereka adalah saudara kandung yang sudah lama terpisah. Nico pun sangat senang melihat kebahagiaan yang ada di depan matanya saat ini.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Hai readers mampir juga di karya temen otor yuk. Dijamin gak kalah seru sama yang lainnya.
Jangan lupa kasih dukungannya juga ya ❤️
Judul Karya : BELLA'S SCRIPT
Author : naya_handa