Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-44



"Vina ...," Bagas mengulangi panggilannya itu. Bukan hanya Alexa, Nico dan Arya saja yang dibuat terkejut karena Bagas mengenal Vina, tapi Vina pun terkejut karena melihat Bagas ada di antara mereka.


"Kenapa Bagas ada di sini? Bareng Alexa lagi. Ya ampun pantes aja aku kayak pernah liat Bagas sebelumnya ternyata dia itu ... berarti yang dimaksud Bagas adik angkatnya yang Dokter itu Alexa? Ya ampun aku harus bersikap gimana sekarang?" gumam Vina dalam hati dan tampak bengong.


Bagas beranjak dari tempat duduknya lalu melangkahkan kaki menghampiri Vina.


"Bagaimana bisa Mas Bagas kenal sama Dokter Vina?" Tanya Alexa yang menatap Nico lalu Arya secara bergantian.


Nico dan Arya kompak menaikkan kedua pundak mereka pertanda tidak tahu.


"Vin, apa kabar …?" Tanya Bagas. "Gak nyangka banget bisa ketemu kamu di sini," ucapnya.


"Ba-Ba-Bagas, aku baik kok," jawab Vina. "Kamu sendiri apa kabar? Kok kamu bisa ada di sini?" Tanya Vina yang sedikit gugup.


"Aku juga baik Vin, aku mau ketemu adik angkat aku yang kemarin aku ceritain ke kamu, Alexa. Kamu kenal kan?" Jawab Bagas dan bertanya.


"Iya, aku kenal kok," jawab Vina.


"Gak nyangka banget aku kalau kalian kerja di rumah sakit yang sama, sempit banget ya Jakarta," ucap Bagas.


"He … he … He … iya Gas," ucap Vina sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya udah yuk gabung bareng mereka," ajak Bagas menunjuk ke arah Alexa dan teman-temannya.


"Hm ... maaf Bagas, aku masih ada kerjaan, kamu lanjutin aja ngobrol sama mereka," ucap Vina.


"Oh … gitu. Ya udah deh, nanti aku WA kamu ya," kata Bagas.


"Iya Gas," jawab Vina. "Aku duluan ya," ucap nya.


"Iya Vin, selamat bekerja ya," ucap Bagas pula.


Vina mengangguk lalu berlalu dari pandangan mata Bagas, sedangkan Bagas kembali bergabung dengan Alexa dan teman-temannya.


"Mas Bagas, kenal sama Dokter Vina dimana?" Tanya Alexa dengan tatapan penuh curiga.


"Oh ... itu gak sengaja kenal kemarin waktu Vina dan adiknya ke Jogja. Kebetulan mereka tinggal di apartemen sebelah apartemen Mas," jawab Bagas.


"Jogja, Dokter Vina ke Jogja?" Tanya Alexa kepada Nico.


"Aku gak tau, tapi kemarin dia memang cuti empat hari," jawab Nico.


"Tapi ada urusan apa Dokter Vina ke Jogja?" Tanya Alexa.


"Katanya sih adiknya yang ada urusan, dia cuma ikut buat liburan aja katanya," jawab Bagas.


"Oh … gitu," ucap Alexa manggut-manggut.


"Aku gak nyangka ketemu Vina di sini, dia itu udah baik sama aku," ucap Bagas.


"Baik apanya," celetuk Arya.


"Hust …," ucap Alexa yang menempelkan jari telunjuk pada bibirnya sebagai isyarat agar Arya diam. Tadinya mereka memang sudah sepakat tidak akan membicarakan kejelekan Vina di depan Bagas, karena Alexa melihat Bagas yang begitu senang bertemu dengan Vina, terlihat dari ekspresi wajah Bagas saat mengobrol dengan Vina tadi.


"Ada apa Dokter Arya?" Tanya Bagas.


"Eh gak ada apa-apa kok Mas, saya cuma asal ngomong aja tadi," jawab Arya beralasan. "Maaf ya Mas," ucapnya.


"Ehm Mas Bagas udah pesan penginapan belum?" Tanya Alexa mengalihkan pembahasan yang lain.


"Belum Lex, tadi pas baru sampai Jakarta Mas laper banget karena gak sempat sarapan tadi pagi, jadinya Mas mampir makan dulu terus langsung ke sini. Dari sini Mas langsung cari hotel," jawab Bagas.


"Kalau kamu mau nginap di apartemen saya aja," tawar Nico.


Bagas dan Arya yang mendengar akan hal itupun terkejut.


"Gak usah Dok, saya nginap di hotel aja," tolak Bagas karena merasa tidak enak.


"Gak apa-apa, lagian apartemen saya ada di sebelah apartemen Alexa," ucap Nico.


"Udahlah Mas terima aja, kamu tenang aja, Dokter Nico ini sangat rapi dan pembersih, jadi Mas pasti nyaman banget deh tinggal di apartemen Kak Nico," kata Alexa.


"Ini kunci apartemennya, tau kan alamatnya," kata Nico menyela ucapan bagas begitu saja.


"Iya saya tau kok," jawab Bagas.


"Ya udah kalau gitu kamu langsung ke apartemen aja buat istirahat. Kami masih harus kerja, mungkin kami sedikit lama pulangnya karena sore ini masih ada jadwal operasi," kata Nico.


"Oh iya, makasih banyak ya Dokter Nico, kalau gitu saya langsung ke apartemen sekarang. Alexa, Dokter Arya, saya permisi dulu ya," ucap Bagas.


"Iya, sama-sama," jawab Nico.


"Iya Mas hati-hati ya," pesan Alexa.


"Hati-hati Mas Bagas," pesan Arya pula.


Lalu Bagas segera pergi dari rumah sakit, sedangkan Alexa, Nico dan Arya melanjutkan pekerjaan mereka.


*****


"Ada apa Kak?" Tanya Renata dari seberang telepon.


"Gawat Dek, ternyata Bagas itu Kakak angkatnya Alexa, tadi kami ketemu di kantin rumah sakit," kata Vina.


"Hah? Seriusan Kak? tapi apanya yang gawat? Biarin aja lah Kak, lagian cuma Kakak angkatnya doang," hardik Renata.


"Ya gak bisa gitu lah Re, kalau Alexa jelek-jelekin Kakak depan Bagas bisa jelek image Kakak depan dia Dek," kata Vina.


"Khawatir banget kayaknya Bagas jadi berpaling," ledek Renata.


"Apaan sih Dek," ucap Vina yang merasa malu.


"Jangan-jangan Kakak suka ya sama Bagas?" Tanya Renata.


"Makin ngelantur aja kamu Re, siapa juga yang suka sama Bagas," jawab Vina.


"Ngaku aja deh Kak, cieh ... yang udah move on dari Dokter Nico," ledek Renata.


"Adek ... kamu nih ya," ucap Vina.


"Kenapa dengan aku Kak? Aku gak kenapa-napa Kak," kata Renata.


"Tau ah, ya udah Kakak mau periksa pasien dulu ya," ucap Vina.


"Iya Kak, aku juga nih. Bye ...," ucap Renata.


"Bye ...," balas Vina.


Lalu panggilan telepon terputus.


*****


Malam harinya, Vina sedang bersiap-siap karena Bagas mengajaknya makan malam bersama di luar.


"Kenapa Bagas masih mau ajakin aku makan malam, apa Alexa gak ada cerita apa-apa soal aku ke Bagas, atau Bagas sengaja ajak aku keluar karena mau nanya langsung ke aku? Gak tau ah, yang jelas apapun yang terjadi aku bawa santai aja lah. Toh Bagas juga bukan siapa-siapa aku. Duh … tapi kenapa ada rasa takut ya dalam hati ini," gumam Vina.


Sementara itu, Bagas sedang berada di perjalanan menuju ke rumah Vina.


"Huft ... kenapa rasanya senang banget ya mau ketemu Vina, masak iya secepat itu aku jatuh cinta sama Vina. Bahkan aku aja belum tau Vina itu punya pacar atau masih jomblo, gimana kalau perasaan ini semakin dalam nantinya. Tapi kalau Vina punya pacar gak mungkin juga kan dia menerima ajakan aku buat makan malam," ucap Bagas yang bermonolog dengan hatinya sembari tersenyum manis karena terus membayangkan wajah cantik Vina.


.


.


.


.


.


Bersambung.....