
Di area pemakaman, terlihat Anggi yang sedang duduk bersimpuh di sebuah makam yang diyakini adalah makam Delisa Ibu dari Alexa.
"Del, maaf ya aku baru datang. Aku baru tau kalau kamu udah nggak ada sampai selama ini. Aku juga mau minta maaf sama kamu atas apa yang udah pernah aku lakukan dulu, aku bahkan nggak sempat minta maaf langsung sama kamu Delisa. Tapi aku udah minta maaf sama suami kamu dan aku janji akan menebus semua kesalahan aku lewat Alexa. Kamu tau nggak, anak aku sama anak kamu menjalin hubungan. gak nyangka banget kan kalau candaan kita dulu mau menjodohkan anak kita bisa jadi kenyataan meskipun mereka bertemu dengan cara mereka sendiri. Aku harap mereka jodoh, aku akan menganggap Alexa sebagai anak aku sendiri. Alexa itu wanita yang baik, sama seperti kamu," ucap Anggi seraya menangis sedih dan juga bahagia karena memberikan kabar ini kepada Delisa. Dadanya juga terasa sesak, air matanya terus saja mengalir tanpa henti jika mengingat kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap sahabatnya waktu dulu.
"Aku nggak tau gimana jadinya kalau sampai Alexa tau bahwa aku ini adalah orang yang pernah menyakitimu Del. Aku harap kamu di sana tenang ya, dan aku harap kamu juga udah memaafkan aku," ucap Anggi penuh harap.
*****
Karena belum juga mendapatkan kabar dari sang bunda, akhirnya Nico memutuskan untuk pergi ke Jogja bersama dengan Alexa. Pulang dari rumah sakit mereka langsung saja menuju ke Jogja menggunakan kendaraan pribadi dan menghabiskan waktu kurang lebih lina jam di perjalanan barulah mereka tiba di kota tujuan.
"Sayang, kamu kalau capek tidur aja di dalam mobil, biar sekalian kita cari Bunda," kata Nico.
"Nggak papa Kak, aku mau ikutan cari Bunda. Kalau aku tidur, berarti aku nggak bisa liat dong dimana Bunda nanti. Tapi Kak, kita mau cari Bunda dimana?" kata Alexa dan bertanya.
"Tujuan pertama aku sih, aku mau cari Bunda ke lokasi tempat dulu pernah Bunda tinggali, mungkin aja tetangga-tetangga di situ pernah liat kalau Bunda ada datang," jawab Nico.
"Tapi Kak, ini kan udah malam. Kasian dong kita bakalan ganggu tetangga-tetangga nanti," kata Alexa.
"Ini kan baru jam 09.00 malam. Aku yakin pasti warga masih belum tidur, apalagi ini kan malam Minggu," kata Nico.
"Oh iya ya Kak, karena sibuk kerja aku sampai udah nggak ingat lagi yang namanya malam Minggu, malam Senin, malam Selasa, semua sama aja," kata Alexa.
"Iya, apalagi mau malam apapun kita tetap bisa barengan kan kayak sekarang," kata Nico tersenyum.
"Ih kakak, lagi serius juga nyari Bunda," kata Alexa.
"Loh aku kan juga serius, memang kamu pikir aku lagi main-main apa? Kan bener kita sekarang lagi cari Bunda berdua," kata Nico membela diri.
"Iya, iya. Kalau berdebat sama Kakak itu aku harus menyiapkan kata-kata yang banyak supaya Kakak kalah," kata Alexa. Sementara Nico itu hanya menanggapinya dengan senyuman, ia selalu gemas melihat kekasihnya jika sedang memasang mode ngambek.
"Tapi ngomong-ngomong malam ini kita bakalan nginap dimana ya Sayang?" Tanya Nico.
Alexa yang sedang ngambek itu pun terpaksa menjawab pertanyaan Nico, "Nggak tahu deh, mau numpang nginap di rumahnya Thalita udah kemaleman, aku nggak enak. Apalagi Aku sama Kak Nico. Meskipun Kak Nico sepupunya Thalita, tetap aja aku nggak enak dong sama orang tuanya karena mereka tau kita punya hubungan," kata Alexa.
"Oh … ya udah kalau gitu, kamu sekarang hubungin Thalita aja terus kamu aja yang nginap di rumahnya, biar aku cari penginapan," kata Nico.
"Ya nggak bisa gitu dong Kak, masak aku nginap di rumah Thalita terus Kakak belum jelas menginap dimana. Mendingan kita sama-sama cari penginapan aja deh," kata Alexa.
"Satu kamar bareng ya," kata Nico menggoda.
"Kakak …," ucap Alexa dengan menekankan kalimat ucapannya itu serta menatap Nico dengan tatapan tajam yang membuat Nico bergidik.
"Ya Sayang, ampun …," ucap Nico.
Setelah mencari ke beberapa alamat tetapi belum juga menemukan Anggi, hingga tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 11.00 malam. Nico dan Alexa pun memilih untuk beristirahat sejenak dan makan malam karena perut mereka berdua sudah terasa sangat lapar.
"Kak, abis ini kita mau cari Bunda dimana lagi?" Tanya Alexa di sela-sela makan mereka.
"Kayaknya kita langsung cari penginapan aja ya Sayang, ini udah malam. Aku juga kasian liat kamu kecapean," jawab Nico.
"Tapi Bunda gimana Kak?" Tanya Alexa.
"Beneran nggak papa Kak?" Tanya Alexa, ia merasa tak enak dengan kekasihnya karena belum menemukan sang ibunda.
"Iya nggak papa lah Sayang, doain aja mudah-mudahan Bunda baik-baik aja," kata Nico.
"Iya Kak, Aamiin …," ucap Alexa.
*****
Alexa terbangun saat sinar mentari pagi menerpa wajahnya yang masuk melalui celah-celah ventilasi jendela kamar penginapan. Ia menggeliat, tubuhnya begitu terasa sangat lelah akan tetapi ia juga merasa lega karena hari ini dia tidak bekerja di rumah sakit. Ya Nico telah mengkonfirmasi ke pihak rumah sakit yang terkait bahwa hari ini mereka berdua tidak bekerja. Urusan di rumah sakit untuk hari ini diserahkan kepada Arya dan juga para suster. Saat baru saja Alexa hendak memejamkan matanya kembali, ia sudah dikejutkan dengan suara ketukan pintu kamarnya.
Tok … tok … tok …
"Sayang, kamu udah bangun?" suara ketukan pintu diiringi suara Nico yang memanggil Alexa.
Dengan mata yang masih setengah terbuka, Alexa pun bergegas membukakan pintu untuk Nico.
"Kakak mau ngapain?" Tanya Alexa.
"Sayang kamu baru bangun, capek banget ya?" Tanya Nico serta melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Alexa. Nico langsung duduk di sofa, sementara Alexa itu masih berdiri sembari mengucek-ngucek matanya.
"Ini kan udah jam 08.00 Sayang, kamu buruan mandi gih! Terus kita sarapan bareng dan lanjut lagi cari Bunda," kata Nico.
"Ya udah Kak, tunggu ya," kata Alexa, lalu bergegas mandi.
"Kini Alexa telah siap menggunakan pakaian dengan rapi, serta rambutnya yang dikuncir satu, tetapi tidak mengurangi kecantikannya sedikitpun. Justru ia selalu saja membuat Nico merasa terpesona dan ingin menerkamnya.
"Ya udah yuk Kak, aku udah siap nih," ajak Alexa.
"Yuk," jawab Nico, lalu Nico menggandeng tangan kekasihnya itu menuju ke ruang dimana telah tersedia sarapan yang disediakan oleh pihak penginapan tersebut.
Setelah selesai sarapan, mereka berdua langsung saja pergi dari penginapan untuk kembali mencari Anggi.
"Kak, boleh nggak kalau kita mampir ke makamnya Mama aku dulu," kata Alexa. Kebetulan saat itu mereka akan melewati pemakaman tempat dimana ibu tercinta Alexa dimakamkan.
"Boleh dong," kata Nico.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di pemakaman. Alexa dan Nico berjalan menuju ke makam ibunya Alexa itu. Saat mereka hampir saja tiba di makam Delisa, Nico dan Alexa sama-sama terkejut saat melihat sosok yang mereka kenal terlebih dahulu ada di makam itu.
.
.
.
.
.
Bersambung.....