
Rin adalah Streamer Girl yang terkenal di dunia bawah dalam Internet.
Dia biasanya melakukan live video yang merekam aktivitas aneh yang mengerikan di sana.
Sebenarnya webcast awal yang ia buat hanyalah tentang seputar kecantikan dan beberapa tentang obrolan mengenai bagian mana saja dari wajahnya yang pernah tersentuh pisau bedah ketika ia mencicipi operasi plastik.
Namun seiring waktu, ia mulai melakukan aksi berbahaya yang terkesan disturbing (mengganggu) di livestreamer-nya. Seperti berlarian di jalan raya yang ramai di lintasi oleh truk, membaringkan tubuh setengah telanj#ngnya di rel kereta aktif, hingga membayar seseorang untuk menyiksa atau melecehkannya. Dan terkadang, Rin membuat video dirinya tengah menyakiti hewan kecil lucu. Seperti kelinci, anak kucing, kura-kura, bayi unggas dan menginjak mereka dengan sepatu hak tinggi.
Ia melakukan itu semua karena penonton menyukainya. Para penonton yang sakit jiwa, yang terhibur dengan menonton hal-hal yang sebenarnya tak layak untuk ditonton.
Apa yang Rin dapatkan dari itu?
Hanya kepopuleran semata. Kepopuleran semu, yang tak bisa ia dapatkan di kehidupan nyata.
Meski begitu, ia merasa nyaman di sana. Di dunia Internetnya. Karena orang-orang yang menganggap diri mereka normal di dunia nyata sama sekali tak bisa memahami Rin.
J#lang. Itu lah yang mereka pikirkan tentang Rin.
Ditambah dengan tekanan kedua orang tuanya yang selalu menuntut ia mendapat nilai tinggi agar mendapat Universitas yang bagus kelak, membuatnya semakin depresi.
Pelarian satu-satunya baginya adalah Dark Net. Tempat yang gelap dalam Internet.
Dan hari ini, ia akan menghibur penggemarnya lagi di situs itu.
Setelah mempersiapkan segalanya, ia menyalakan kameranya dan berdiri di tepi gedung rumah sakit.
Ia sedang di rawat di sana, karena terluka setelah berkelahi dengan junior bar-barnya.
Dalam sekejap siaran webnya telah dimasuki ratusan penggemar yang sudah antusias menontonnya.
Dan setelah mendapatkan cukup banyak donasi, Rin mulai bicara, ia mengatakan bahwa ia akan melompat dari gedung yang ia pijak saat ini.
Para viewer-nya memiliki dua kubu.
Kubu yang pertama mengatakan untuk tidak melakukan itu dan mencoba mencegahnya dengan kalimat-kalimat motivasi yang menyentuh hati.
Sedangkan kubu kedua, mendukungnya dan menyuruh agar ia segera melompat, disertai dorongan dengan mengatakan Rin akan menjadi legenda jika benar-benar melakukan hal itu.
Dante menonton live streaming itu saat perjalanan pulang ke rumah. Rin mengetahuinya dan menyapa sembari mengedipkan mata.
Dante lalu meninggalkan komentar yang berbunyi, "bunga apa yang lo inginkan untuk gue taruh di sisa tubuh lo nanti?"
Membaca komentar itu, Rin tertawa terbahak, tanpa peduli apakah ia masih terlihat cantik di depan kamera saat mulutnya terbuka lebar ketika tertawa seperti itu.
Dan tiba-tiba saja, para penonton live videonya menjadi heboh. Bukan karena jawaban Rin tentang komentar Dante, melainkan sesosok pria dengan penutup kepala yang sekilas tersorot kamera sedang berjalan pelan di belakang Rin dengan palu di tangannya.
Beberapa komentar mengatakan, "AWAS!"
"Hei, lihat di belakangmu!"
"Berbahaya! Lari!"
"Cepat kabur!"
"Apa itu hatersmu? Panggil Polisi!"
Rin yang mengira itu hanya gurauan para penggemarnya pun tak menganggap itu serius. Ia hanya tertawa sembari menghisap temb#kaunya.
Namun karena desakan para viewernya, ia pun akhirnya tergerak untuk menoleh ke belakang.
Tapi terlambat untuk itu. Dia sudah kehilangan kesempatan untuk lari atau menyelamatkan diri.
Detik itu juga, satu hantaman palu mengenai dahinya. Membuat ia tersungkur jatuh dari atas gedung dengan kamera yang masih merekam.
Ada dentuman saat tubuhnya mencapai tanah, kameranya pun berkedip dan sepertinya sudah mulai rusak.
Namun, sebelum live streaming-nya berakhir, Dante sempat meninggalkan komentar pujian, yang mengatakan, "mengagumkan, lakukan lagi."
Setelah itu siaran tersebut tak dapat di akses kembali.
Dan hanya ada kode Error 404 : Page not found yang muncul dari halaman web tersebut.
***
15 menit kemudian, Dante mendapatkan pesan masuk yang dikirim oleh akun sosial media milik Rin.
Dante dikirimi sebuah foto.
Foto yang memperlihatkan Rin terkapar dengan posisi aneh di atas aspal dengan latar belakang rumah sakit. Terlihat darah sudah menggenanginya. Cairan merah serupa itupun masih mengucur dari luka terbuka mengerikan di bagian depan kepalanya.
Dante lalu membalas pesan itu, disertai emoticon senyum. "Yap, gue tau lo pandai membuat seni ini."
Akun Rin kemudian mengirimkan foto lain. Foto selfie Rin yang mengedipkan mata seraya berpose "peace" dengan mengangkat dua jari di dekat wajahnya yang berlumuran darah, di samping pria pembawa palu yang sebelumnya memukulnya. Bersama dengan sebuah pesan teks yang berbunyi, "I'm glad you enjoyed it. Wait for my next content, honey!"
Bersambung...