Devil's Squad (School Version)

Devil's Squad (School Version)
Diary William



Selasa, 21/01


Setelah pemakaman selesai, seharian kakak cuma ngeliatin hp. Walau kakak tau kakak gak akan dapet notif chat kamu lagi.


Rabu, 22/01


Kemarin waktu kakak menyandarkan kepala kakak di atas meja dan menangisi kamu hingga kakak tertidur, waktu kakak bangun pandangan kakak buram, karena air mata kakak.


Air mata yang seakan-akan mengatakan, Aishiteiru... Nara-chan.


Jum'at, 24/01


Satu dua malam ini kakak terjaga di tengah malam karena mimpi buruk.


Kegelapan tak berujung datang. Kakak menanti di dalam sana, dalam kegelapan yang kekal. Dunia menjadi sunyi, bunga yang mekar berubah layu dan kamu menangis seperti hujan.


Minggu, 26/01


Pagi ini kakak berjalan-jalan menulusuri taman.


Kakak ingin tau apa kamu lagi ada di sana.


Karena, ada banyak hal di sini yang kamu suka.


Gulali, balon, es tebu dan anak ayam warna-warni yang dijual di sisi jalan.


Rasanya... kakak ingin habiskan uang kakak untuk beli itu semua, agar kamu muncul sebentar.


Senin, 27/01


Kakak berangkat sekolah seperti biasa. Gak ada yang membuat kakak tertarik di sekolah. Pelajarannya bosenin, gurunya bosenin dan suasana kelas bosenin.


Pulang sekolah kakak langsung pulang ke rumah. Habis itu kakak jalan-jalan sebentar di jalan yang setiap hari kita lewatin bareng.


Tapi rasanya sedikit beda dari biasanya.


Awalnya kakak pikir kakak kehilangan jam tangan kakak.


Kakak sadar waktu liat lengan kakak yang rasanya kosong.


Dan ternyata itu bukan kesalahan jam tangan kakak.


Karena, jam tangan kakak masih ada, masih melingkar di pergelangan kakak.


Kamu yang gak ada. Kamu hilang. Kakak kehilangan tangan mungil kamu di lengan kakak.


Jum'at, 14/02


Udah lama kakak gak nulis di sini.


Kakak mulai nulis lagi karena mau kasih tau kalau hari ini, hari dimana umur kamu harusnya bertambah.


Kakak lagi pakai sweater couple yang dulu kita beli bareng. Kakak juga udah bungkusin hadiah dan bunga yang kamu suka.


Di sini juga udah ada kue tart dan lilin, balon sama topi ulang tahun.


Kakak seneng nyiapin itu semua.


Tapi... kenapa kamu gak dateng?


Kayanya kamu lupa sama hari ini, jadi kamu gak hadir.


Apa kamu lagi di Neverland?


Dimana semua anak yang terjebak di sana tetap muda abadi?


Kakak selalu berpikir kamu lagi ada di sana.


Kakak harap, kakak juga bisa ke sana.


Sabtu, 07/06


Kakak dapet kabar buruk tadi sore.


Kakak dapet kabar kalau Jun udah mentandatangani takdirnya di hari ulang tahunnya. Dia menulis surat yang menyatakan dia ingin pergi dari dunia.


Kakak sedih. Air mata jatuh tanpa kakak sadari.


Udah lama kakak gak ketemu sama dia dan... pertemuan terakhir kakak dengan Jun cukup bikin kakak miris diiringi tangis.


Kakak gak tau kenapa mayat Jun bisa semengerikan itu.


Gak ada yang tau.


Darah mengering di kakinya yang remuk. Wajahnya hampir gak bisa dikenali karena dipukul benda tumpul. Dan beberapa rusuknya patah.


Kematiannya terlalu gak normal sebagai bunuh diri.


Minggu, 08/08


Mumpung libur, kakak bantuin neneknya Jun beresin beberapa barang punya Jun.


Kakak juga sempet cek hp-nya Jun dan gak sengaja nemu chat ini, chat yang Jun kirim buat kamu.



















Harusnya kakak tau, kalau Jun sama sakitnya saat kehilangan kamu.


Seharusnya kakak gak ngerasa hanya kakak yang lebih kesepian daripada orang lain.


Rabu, 24/09


Kakak lewatin rumah kamu tadi. Lampu nyala di kamar kamu. Kakak lihat kamu samar. Kakak coba panggil nama kamu, tapi Naru yang keluar dan kakak langsung pergi.


Satu hal yang kakak harapkan saat itu... denger nafas kamu sekali lagi.


Selasa, 7/10


Drama dan buku selalu bilang kalau cinta itu indah.


Tapi faktanya gak indah sama sekali.


Kakak gak akan pernah mau mencintai perempuan manapun lagi.


Kakak udah putusin bakalan daftar ke seminari dan jadi Pastor.


Semoga dengan keputusan itu, kesedihan panjang kakak akan berlalu dan kakak bisa lupain kamu.


Sabtu, 29/11


I can't say anything else than i want to die.


(Aku hanya bisa bilang aku ingin mati).


Kamis, 11/12


Alasan kakak hidup... ternyata hanya kamu.


Jika itu akan berakhir seperti ini. Jika ini benar-benar pilihan terakhir.


Kakak ingin kembali ke waktu kita belum saling kenal.


Kalau ini udah sangat terlambat.


Kakak terlalu lemah untuk hidup.


Jum'at 12/12


-


Bersambung...