
Haii semuanyaa😊
Apa kabar kaliannn??
Hehe masih inget aku gak😂 Masih dong yaa awas aja kalau sampai lupa😑
Aku bikin cerita baru nih tentang anaknya Daddy Daffa dan Mommy Hisa, iya si kembarr😚
Ceritanya tentang Devano dan Devina yang udah mulai mengenal cinta nih😶 Latar ceritanya anak sekolahan ya😉
Aku sengaja bikin cerita tentang anak sekolahan gitu karena dulu aku kalau bikin cerita memang genrenya teen fiction makanya pas berubah ke romance agak gimana gitu😂
Aku buat cerita si kembar karena ada beberapa orang yang minta untuk dibuatin cerita tentang Devano dan Devina.
Sebenernya dari di Daddy, I Love you! Juga ada yang minta sequelnya si kembar, tapi aku buat tentang Sahara dulu karena aku agak susah kalau harus jalanin dua cerita sekaligus.
Aku gak tau masih ada yang buka apa enggak, tapi baca cerita tentang si kembar yukk😊
Judulnya 'MY POSSESIVE TWINS'
Ini sedikit penggalan ceritanya😉
"Mommy Devano jahatttt sama aku"
Senyuman penuh kemenangan Devina terbentuk ketika dia melihat wajah kesal Devano yang mengurungkan niatnya untuk melempar bantal kepada Devina dan dengan wajah yang mengesalkan Devina memeletkan lidahnya. Dengusan Devano terdengar bersamaan dengan Devina yang berseru kencang sambil berlari keluar kamarnya karena dikejar oleh kembarannya, tadi dia mengganggu Devano ketika sedang bermain game hingga kalah lalu Devano marah.
Jangan salahkan Devina dia melakukan itu karena Devano menolak untuk mengantarnya ke toko buku dan malah sibuk dengan ponselnya, dia akan mengadu pada orang tuanya.
"Mommyyyyy"
Wajah terkejut Fahisa terlihat ketika melihat kedua anaknya yang sedang berlarian dan dia hampir terjungkal ketika Devina berlindung ke belakang tubuh Fahisa sambil memeluknya.
"Kalian ini kenapa lari-lari?" Tanya Fahisa ketika Devano juga berdiri dihadapannya
"Dia yang mulai!" Kata mereka bersamaan
Menghela nafasnya pelan Fahisa menarik tubuh Devina agar berdiri disampingnya.
"Kalian ini sudah besar masih aja bertengkar." Kata Fahisa sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Mom, bukan aku, tapi Devina yang mulai dia mengganggu aku tadi." Kata Devano membela diri
"Mommy bukan aku yang salah, tadi Vano mau lempar aku pakai bantal." Kata Devina mengadu
"Kamu!"
"Kamu!"
"Pokoknya Vano yang mulai Mommy! Tadi Vina mau minta antar ke toko buku, tapi Devano malah main game terus mau lempar aku pakai bantal." Kata Devina dengan wajah yang penuh drama membuat Devano berdecak kesal melihatnya
Dia akan kalah kalau Devina sudah melebih-lebihkan.
"Kenapa tidak mau Devano? Kamu ini sudah antar dulu Devina ke toko buku." Kata Fahisa membuat Devina tersenyum penuh kemenangan lalu memeletkan lidahnya
Menghela nafasnya pelan Devano hanya mengangguk patuh membuat Devina langsung bersemangat dan bergegas ke kamarnya untuk ganti baju.
"Ayo Vanooo"
Saat baru ingin menaiki tangga Devano menarik pelan rambut kembarannya lalu berlari ke atas dan mengabaikan seruan kekesalan milik Devina.
"VANO IHH JAHAT!"
Melihat kedua anaknya yang saling kejar-kejaran membuat Fahisa menggelengkan kepalanya pelan karena tingkah laku kedua anaknya. Setelah Sahara menikah hanya Devina dan Devano yang meramaikan suasana rumah bahkan kalau keduanya pergi sekolah Fahisa suka kesepian karena sendirian di rumah.
Kembali pada Devina yang kini membuka pintu kamar kembarannya dengan kencang hingga menimbulkan bunyi seperti dentuman dan membuat Fahisa berseru dari bawah.
"Devina Devano jangan berantem terus!"
Wajah Devina terlihat kesal dan dia menghampiri kembarannya sambil memukul-mukul lengannya dengan penuh kekesalan.
"Jahat banget!"
"Vina lepasin"
Devina tidak perduli dan terus memukul-mukul lengannya dengan gemas.
"Yaudah kita enggak jadi ke toko buku!" Kata Devano membuat Devina berhenti masih dengan wajah cemberutnya
"Maaf"
Devano mengucapkan maaf sambil mengacak rambut Devina dengan gemas.
"Sana ganti baju, jadi enggak?" Tanya Devano lagi
"Jadiiiii"
"Yaudah sana." Kata Devano sambil mendorong dahi Devina ke belakang