Daddy, I Love You!

Daddy, I Love You!
Empatpuluh delapan



Hari pertama liburan Sahara terlihat begitu bersemangat ketika mereka sudah mulai berjalan keluar dari hotel dan menyusuri jalanan yang cukup ramai dengan para pejalan kaki. Trotoar yang bersih dan aman menimbulkan kesenyamanan tersendiri bagi para pejalan kaki, termasuk Daffa dan keluarganya.


Mereka menyusuri banyak tempat dan sekarang berhenti di salah satu kedai yang cukup ramai untuk menyantap makanan karena merasa sudah cukup lapar. Ada berbagai menu pilihan dengan harga yang kalau menurut Daffa cukup terjangkau dan setelah memesan mereka duduk disalah satu meja yang kosong.


Menatap ke sekelilingnya sekali lagi Fahisa merasa takjub dekorasinya sangat bagus dan sederhana, tapi benar-benar enak untuk dipandang. Apalagi pria-pria bule yang tampan, tidak tidak bagi Fahisa tetap Daffa yang paling tampan hanya saja dia kan seorang wanita jadi melihat banyak pria tampan begini dia bahagia.


"Hisa kamu melihat apa?" Tanya Daffa penasaran saat sadar jika istrinya itu sedang melihat ke segala arah


Mengalihkan pandangannya ke arah sang suami Fahisa tersenyum manis dan menjawab dengan begitu polosnya.


"Liat orang-orang Mas banyak pria tampan ternyata." Kata Fahisa membuat Daffa mendengus kesal


"Untuk apa melihat mereka kalau di depan kamu ini sudah ada pria yang sangat tampan?" Ketusnya membuat Fahisa tertawa mendengarnya


Dia tidak tertarik sungguh, tapi Fahisa hanya penasaran saja karena biasanya kan hanya melihat dari film-film saja.


"Daddy nanti kita mau kemana?" Tanya Sahara menghentikan obrolan kedua orang tuanya


"Kita akan jalan-jalan ke banyak tempat sayang dan Daddy akan belikan baju baru untuk Ara nanti." Kata Daffa membuat senyum anaknya semakin mengembang


Sesaat setelah percakapan singkat itu pesanan mereka akhirnya datang dan tentu saja langsung disantap dengan penuh keheningan. Setelah selesai ketiganya langsung melanjutkan kegiatan mereka untuk menyusuri negara ini dan sekarang Daffa mengajak keluarganya itu untuk menaiki bus.


Selama perjalanan Sahara sangat bahagia dia selalu melihat ke arah jendela memperhatikan suasana kota yang begitu indah dan nyaman. Hal yang sama juga dilakukan oleh Fahisa yang terus mengembangkan senyuman lebarnya hingga menampilkan lesung pipit yang membuatnya terlihat begitu cantik.


"Bagaimana kalau habis ini kita pergi taman?" Tawar Daffa yang langsung disetujui dengan Sahara


"Ayoo Daddy kita ke taman Ara mau ke taman nanti kita foto-foto ya disana." Seru Sahara membuat beberapa orang di dalam bus menoleh karena mendengar bahasa yang cukup asing di telinga mereka


Melihat semangat yang ditunjukkan oleh anaknya Daffa tersenyum senang dan ketika Sahara sudah kembali mengalihkan pandangannya Daffa menggenggam tangan Fahisa dan mengusapnya dengan begitu lembut. Menolehkan kepalanya Fahisa tersenyum dengan begitu manis membuat Daffa begitu bahagia melihat senyuman manis itu, dia berjanji akan selalu membuat kedua wanitanya tersenyum bahagia.


"Kamu suka?" Tanya Daffa


"Emm suka." Kata Fahisa sambil mengangguk singkat dengan senyum yang tidak pernah pudar sama sekali


"Kalau suka aku harus dapat hadiah nanti malam." Kata Daffa sambil tersenyum menggoda membuat Fahisa memerah ketika mendengarnya


"Jadi?"


"Jadi apa?" Tanya Fahisa dengan wajah memerahnya


"Apa aku bisa dapat hadiahku malam ini?" Tanya Daffa tanpa perduli wajah memerah istrinya


Tapi, ketika Fahisa menganggukkan kepalanya pelan Daffa tidak bisa menahan diri untuk tersenyum dan mencium pipinya sekilas.


Malu!


Wajah Fahisa semakin memerah dan dia memilih untuk memeluk erat Sahara yang duduk dipangkuannya lalu mengalihkan pandangannya dari Daffa yang sekarang sedang tersenyum penuh kebahagiaan.


Menghela nafasnya lega Fahisa merasa begitu senang ketika mereka pada akhirnya sampai di tempat tujuan dan dengan digandeng oleh suaminya mereka bertiga turun. Merasa antusias Sahara melompat sambil merentangkan tangannya kepada Daffa dan meminta untuk digendong agar dia dapat melihat keindahan ini dengan lebih jelas lagi.


"Daddy gendong." Pinta Sahara


"Mas nanti makan ice cream yuk? Ara mau kan kalau nanti kita makan ice cream?" Tanya Fahisa yang langsung diangguki oleh Sahara


"Tentu saja sayang kamu bisa minta apapun selama kita liburan." Kata Daffa sambil mengusap lengan mungil yang berada didalam genggamannya


Saat ini mereka berada di salah satu pusat perbelanjaan yang ada dan tentu saja hal itu membuat Sahara merasa begitu bahagia. Apalagi ketika mereka memasuki salah satu toko pakaian senyum anak perempuan itu mengembang dengan begitu lebar.


Bukan hanya Sahara, tapi Fahisa juga terlihat begitu senang melihat banyak pakaian yang terlihat lucu untuk Sahara dan dengan bergendengan tangan Fahisa mengajak anaknya itu untuk mencoba beberapa pakaian. Sekitar lima belas menit disana akhirnya mereka sudah selesai dan sekarang Daffa mengajak mereka ke tempat bermain membuat Sahara langsung melompat kesenangan.


"Yeeee kita mainn." Seru Sahara sambil menarik kedua orang tuanya itu untuk bergegas ke arena permainan


Dengan penuh semangat Sahara mengajak kedua orang tuanya untuk turut serta.


Mereka terlihat begitu bahagia dengan senyuman yang tidak pernah pudar.


¤¤¤¤


Pulang ketika malam sudah datang Sahara yang merasa begitu kelelahan tidur dipangkuan Fahisa selama perjalanan dan ketika Taxi yang mereka naiki sudah berhenti di hotel Daffa segera membayar lalu bersama-sama menuju kamar. Melihat jika Fahisa cukup kesulitan Daffa segera mengambil alih Sahara dari gendongannya.


Saat memasuki kamar hotel Daffa langsung menidurkan Sahara di ranjang dan menyelimuti anak itu supaya tidak kedinginan lalu menghampiri Fahisa yang sekarang sedang mengambil minum. Melihat istrinya disana Daffa tersenyum dan tanpa fikir panjang langsung mendudukkan dirinya di samping Fahisa lalu memeluknya dari samping.


"Ukhukk ukhukk"


Mendapat pelukan secara tiba-tiba itu membuat Fahisa yang sedang minum sampai tersedak karena kaget. Membelakkan matanya kaget Daffa jadi merasa bersalah karena membuat istrinya itu sampai tersedak.


"Kamu gak papa Hisa?" Tanya Daffa khawatir saat melihat istrinya yang masih batuk-batuk


Menatap suaminya dengan tajam Fahisa merasa kesal sekali sekarang, dia yang sedang minum air dan baru akan menelannya dibuat terkejut dengan pelukan tiba-tiba yang sekarang membuat tenggorokannya sedikit sakit.


"Mas Daffa suka banget sih ngagetin orang! Kalau aku jantungan karena kaget gimana?" Tanya Fahisa kesal


Tertawa kecil Daffa yang mendengar protesan itu mengambil alih gelas yang digenggam Fahisa lalu meletakkan di meja dan setelahnya kembali memeluk wanita itu dari samping. Memainkan hidungnya disana Daffa membuat tertawa kecil karena merasa geli dan berkali-kali berusaha menjauhkan diri dari suaminya, tapi Daffa malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Mas geli ihh." Kata Fahisa


"Mau main berdua." Bisik Daffa membuat Fahisa jadi merinding ketika mendengarnya


"Ada Sahara nanti dia lihat." Kata Fahisa pelan


"Dia sudah tidur sayang." Kata Daffa sambil melihat ke arah Sahara yang terlihat sangat pulas


Fahisa hampir menjerit ketika tubuhnya terangkat dan dibawa untuk duduk dipangkuan suaminya. Tersenyum lebar Daffa mencium setiap sudut wajah istrinya dan berhenti lama ketika bibirnya menyentuh bibir Fahisa.


Cukup lama hanya membiarkannya menempel perlahan Daffa menarik tubuh Fahisa untuk semakin mendekat lalu mulai menggerakkan bibirnya disana dengan begitu lembut.


"Aku akan minta hadiahku sekarang." Kata Daffa disela ciumannya


Merona malu Fahisa menahan nafasnya dan menggigit bibir bawahnya cukup kuat ketika Daffa beralih menciumi lehernya.


"Kita butuh liburan berdua seperti dulu Fahisa"