Daddy, I Love You!

Daddy, I Love You!
Limapuluh tujuh



Kedatangan mertuanya ke rumah benar-benar membuat Fahisa merasa begitu bahagia karena dia akan memiliki teman untuk mengobrol dan rasa bosannya akan hilang. Sejak tadi keduanya banyak mengobrol dan obrolan kali ini adalah tentang suaminya yang ternyata memiliki begitu banyak rahasia. Sesekali mereka tertawa ketika ada kejadian atau tingkah lucu suaminya dan Sahara.


"Mereka dulu sering berdebat kamu tau kan Ara sedikit keras kepala? Sayangnya Daffa malah suka dan sering mengganggu anak itu sampai menangis, tapi kalau sudah menangis dia akan repot sendiri." Kata Tania sedikit menggerutu tentang sikap anaknya


"Sampai sekarang Mas Daffa juga masih seperti itu Mi, kadang aku kesal kalau dia sudah membuat Sahara menangis." Kata Fahisa membenarkan ucapan mertuanya


"Anak itu memang benar-benar, tapi Fahisa jujur saja Mami tidak sepenuhnya kesal karena kalau tidak ada Sahara mungkin Daffa tidak akan seperti itu." Kata Tania yang sekarang mendadak sendu


Kehadiran Sahara memang seperti obat yang telah berhasil menghidupkan Daffa kembali dan Tania benar-benar bersyukur untuk itu semua.


"Dan kalau tidak ada Sahara aku tidak akan disini Mi." Tambah Fahisa


Tersenyum singkat tangan Tania terulur mengusap rambut hitam menantunya dengan penuh kasih sayang.


Fahisa benar-benar sudah membuat Daffa kembali seperti dulu lagi.


"Terima kasih ya sayang karena sudah hadir di kehidupan Daffa,"


Perkataan itu membuat Fahisa sedikit tersentak, tapi setelahnya dia tersenyum hangat sambil menatap mata Tania.


Seharusnya dia yang berterima kasih.


"Kamu tau? Dulu yang maksa Daffa untuk cari seorang istri itu Mami dan dia dengan terpaksa mengencani beberapa wanita yang ternyata semuanya sama mereka hanya ingin Daffa, tapi tidak ingin menerima Sahara,"


Memang benar awalnya Tania yang mendesak Daffa agar mencari seorang istri.


Alasannya tentu saja supaya Daffa bisa mendapatkan kebahagiaannya lagi dan Sahara bisa mendapat kasih sayang seorang ibu serta dapat merasakan keutuhan sebuah keluarga.


"Mami putus asa, tapi tiba-tiba Sahara dengan wajah berseri-serinya mengatakan bahwa dia punya Mommy baru dan saat itu Mami merasa begitu bahagia Fahisa,"


Fahisa merasa begitu bahagia mendengarnya, dia tidak menyangka jika Sahara menceritakan tentang dirinya ke banyak orang.


"Dan Mami lebih bahagia saat tau itu kamu." Kata Tania membuat senyum Fahisa mengembang


"Hisa bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga ini." Kata Fahisa dengan begitu lembut


Menghela nafasnya panjang Tania kembali tersenyum lalu mengajak menantunya untuk memakan beberapa cemilan yang sudah dia buat.


"Mami buat brownis, bolu, dan roti bakar." Kata Tania membuat mata Fahisa lengsung berbinar


Saat Tania membuka beberapa kotak makan yang sudah dia isi Fahisa langsung melebarkan senyumnya, dia suka kue buatan Tania rasanya sangat enak.


"Menantu Mami mau makan yang mana dulu?" Tanya Tania


"Brownisss!" Kata Fahisa dengan penuh semangat


Tertawa kecil Tania langsung menyerahkan kotak makan yang berisi brownis itu kepada Fahisa dan menantunya itu dengan semangat langsung menyantapnya.


"Enak sekali Mi." Kata Fahisa membuat Tania tersenyum senang


Sejak dulu dia suka memasak dan membuat kue bahkan hampir setiap hari dia membuat untuk anak-anaknya. Terkadang dia merindukan masa-masa itu saat anaknya masih berada di rumah dan membuat kebisingan sepanjang hari atau berebut kue yang tinggal beberapa potong.


Dia rindu, tapi dia tau jika sekarang anak-anaknya sudah dewasa mereka punya kehidupan dan kesibukan masing-masing.


"Mami"


Melambaikan tangan di depan wajah mertuanya Fahisa merasa bingung dengan Tania yang tiba-tiba melamun.


"Mami, kenapa?" Tanya Fahisa sambil menyentuh pundaknya


Sedikit terlonjak Tania tersenyum singkat lalu menggelengkan kepalanya pelan. Dia sedikit kesal jika rasa rindu itu muncul secara tiba-tiba.


"Mami hanya teringat kalau dulu Mami juga sering memasak kue untuk anak-anak Mami dan sekarang Mami jadi sedikit rindu sama mereka." Kata Tania


Tersenyum manis Fahisa mengatakan hal yang membuat mertuanya tersenyum dan merasa begitu bahagia karena sudah memiliki Fahisa sebagai menantunya.


"Hmm kalau begitu nanti aku akan ajak Mas Daffa sama Sahara untuk menginap di rumah Mami dan nanti kita akan bikin kue sama-sama, pasti Mami sangat bosan karena di rumah sendirian kan? Nanti Hisa akan temani Mami kita bisa cerita tentang banyak hal nanti." Kata Fahisa


"Memang kamu mau?" Tanya Tania yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Fahisa


"Mau, Hisa juga bosan di rumah apalagi Ara juga sekolahnya sampai siang." Kata Fahisa


Tania benar-benar merasa bahagia dan bangga memiliki menantu seperti Fahisa.


"Orang tua kamu pasti bahagia memiliki anak seperti kamu Fahisa." Kata Tania yang membuat senyuman Fahisa perlahan memudar


Orang tuanya bahagia memiliki Fahisa.


Fahisa berharap jika itu semua memang benar.


Bahkan meskipun Ibu nya sudah tiada dan ayahnya sudah bahagia dengan keluarga barunya, tapi Fahisa tetap berharap jika mereka selalu mengingat keberadaan Fahisa.


Ya, Ayah dan Ibunya pasti sangat bahagia memiliki anak seperti Fahisa hanya itu yang perlu dia percaya sekarang.


"Hmm mereka begitu bahagia memiliki Fahisa Mi, sangat bahagia"


Perlahan senyum Fahisa terbit, sekarang dia hanya perlu percaya dan semuanya akan baik-baik saja.


¤¤¤¤


"Ara bilang kalau sebentar lagi Ara akan punya dua adik, terus mereka bilang selamat sama Ara." Kata Sahara dengan senyuman yang begitu lebar


"Menurut Ara adiknya laki-laki atau perempuan?" Tanya Daffa


"Adik Ara kan ada dua jadi satunya laki-laki satunya perempuan, pasti seru ya Daddy nanti di rumah ada dua adik bayi?" Kata Sahara dengan penuh antusias


Mendengar hal itu Daffa tersenyum, dia setuju dengan ucapan anaknya. Pasti akan sangat seru memiliki dua bayi di rumah besar mereka, suasana akan berubah dan dia tidak sabar menantinya.


"Iya sayang, Ara jangan lupa doakan Mommy ya supaya sehat dan adik bayinya juga sehat." Kata Daffa yang langsung dijawab dengan anggukan oleh anaknya


"Nanti rumah kita jadi ramai terus nanti Ara bakal punya teman." Kata Sahara lagi


Daffa benar-benar bahagia melihatnya dan ada sedikit rasa penyesalan dihatinya karena baru memberikan kebahagiaan seperti ini sekarang.


Saat ini Daffa berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan kepada keluarganya.


"Ara mau beli sesuatu dulu tidak?" Tanya Daffa


"Mau beli snack sama ice cream." Kata Sahara dengan semangat


"Kalau begitu kita akan mampir ke supermarket dulu." Kata Daffa membuat anaknya berseru senang


Saat sampai di supermarket Daffa menggandeng tangan anaknya dan mengikuti langkah kakinya, dia membiarkan Sahara mengambil apa yang ingin dia beli. Sudah cukup banyak cemilan yang anaknya itu masukkan keranjang dan sekarang dia menuju tempat ice cream.


"Daddy ambilin yang rasa Vanilla dua sama yang rasa coklat dua juga." Kata Sahara sambil menggoyang-goyangkan lengan Daffa


"Banyak sekali sayang." Kata Daffa, tapi dia tetap mengambilkan apa yang anaknya inginkan


Setelah memastikan tidak ada lagi yang anaknya inginkan Daffa segera membayar belanjaannya dan pulang ke rumah. Selama perjalanan keduanya hanya diam dengan Sahara yang sedang memakan cemilan miliknya.


Saat sampai di rumah Sahara langsung menggandeng tangan Daffa dan mengajaknya untuk segera masuk ke dalam. Keduanya langsung menuju ruang tamu dan disana sudah ada Fahisa juga Tania yang sedang mengobrol.


"Mommy!"


Menolehkan kepalanya Fahisa tersenyum senang saat melihat Sahara dan dia langsung merentangkan tangannya membuat anak itu langsung berlari ke pelukannya.


"Anak Mommy sudah pulang, bagaimana sekolahnya hmm?" Tanya Fahisa sambil mencium pipi tembam Sahara


"Tadi di sekolah Ara cerita sama teman-teman kalau Ara akan punya adik dua," kata Sahara sambil mengangkat dua jari tangannya


"Terus mereka pada bilang selamat sama Ara." Kata Sahara dengan begitu bahagia


Melihat hal itu Tania tersenyum haru, rasanya baru kali ini dia melihat Sahara sebahagia itu.


"Terus Mommy tadi Ibu guru kasih pr banyak nanti malam Mommy ajarin Ara ya?" Kata Sahara


"Tentu saja sayang nanti malam kita kerjakan sama-sama." Kata Fahisa sambil mencubit pipi Sahara gemas


Setelahnya Sahara turun dari pangkuan Fahisa dan duduk disebelah Tania.


"Oma Ara mau salim." Kata Sahara sambil menggenggam tangan Tania lalu mencium punggung tangannya


"Cucu Oma habis membeli apa sama Daddy?" Tanya Tania saat melihat kantung belanjaan yang dibawa oleh Daffa


"Beli jajan sama ice cream." Kata Sahara


Menghampiri Daffa anak itu mengambil plastik ice cream lalu membawanya ke hadapan Fahisa.


"Mommy Ara beli ice cream empat yang rasa coklat untuk Mommy terus yang rasa Vanilla untuk Ara." Kata Sahara membuat Fahisa langsung tersenyum lebar


Ada rasa bahagia dan haru yang Fahisa rasakan.


Sedangkan Daffa hanya bisa menatap anaknya itu dengan tidak percaya, tau gitu dia hanya akan membelikan dua saja. Hey, Fahisa sudah terlalu banyak memakan ice cream.


Tapi, yasudah tidak papa hanya untuk kali ini saja.


"Mommy habis makan apa?" Tanya Sahara sambil menunjuk mangkuk dan dua kotak makan milik Tania yang sudah kosong


"Brownis sama bolu buatan Oma, tapi Mommy sudah pisahkan untuk Ara sama ada roti bakar juga." Kata Fahisa membuat Sahara tersenyum senang


"Apa kamu memakan es batu lagi sayang?" Tanya Daffa ketika melihat mangkuk yang masih menyisahkan beberapa potong es batu di dalamnya


Bukan Fahisa, tapi Tania yang menjawabnya disertai dengan kekehan ketika mengatakannya.


"Dia makan dua mangkuk es batu Daffa." Kata Tania membuat Daffa menghela nafasnya panjang


Merasa ditatap oleh suaminya Faisa hanya menatapnya dengan wajah polos, dia kan tidak salah.


"Kenapa? Es batu itu enak apalagi cuaca lagi panas begini"


Ya, tentu saja Daffa tidak bisa melawan perkataan dari istri kesayangannya.


¤¤¤¤


Sedikit aku panjangin dehh sampe anaknya lahir dan sudah sedikit besar😂


Hehe makasih banyak yang sudah baca cerita ini❤