
Sudah satu bulan sejak pernikahan berlangsung dan keluarga kecil itu selalu di penuhi kebahagiaan setiap harinya. Hari ini adalah hari dimana di sekolah Sahara akan diadakan acara dimana anak menggemaskan itu akan menari bersama teman-temannya.
Sejak pagi Sahara sudah bersiap anak itu di dandani dan juga mengenakan salah satu pakaian tradisional, dia terlihat sangat cantik juga menggemaskan. Saat anak itu menghampiri kedua orang tuanya setelah selesai didandani Fahisa terus saja memotret Sahara dari berbagai sisi, cantik sekali.
"Ara cantik sekali." Kata Fahisa sambil mencium pipinya gemas
Sahara tersenyum lebar, "Nanti Mommy sama Daddy duduknya yang paling depan ya?"
"Hmm kami akan duduk di depan untuk melihat Ara, semangat ya kesayangannya Momny." Kata Fahisa sambil mengepalkan tangannya dan mengangkat ke atas
Sahara tersenyum lalu mengacungkan jempolnya dan setelahnya dia berlari ke belakang panggung menemui teman-temannya yang lain.
"Dia lucu sekali." Kata Daffa sambil tertawa kecil
Membawa tangan Fahisa kedalam genggamannya Daffa mengajaknya untuk duduk di bangku terdepan sesuai permintaan anaknya dan beruntungnya masih ada tempat kosong disana. Acara kali ini sangat meriah berbeda sekali dengan tahun lalu tidak tau kenapa, tapi Fahisa merasa bahagia sekali jantungnya juga berdebar-debar.
"Aku tidak sabar melihat Sahara." Kata Fahisa membuat Daffa terkekeh mendengarnya
"Kamu sudah mengatakan hal itu sejak kita berangkat Fahisa." Kata Daffa
"Tapi, aku memang tidak sabar." Kata Fahisa dengan bibir mengerucut
Tidak lama kemudian acara di mulai dan ada beberapa kegiatan sebelum Sahara juga teman-temannya tampil. Acara ini di awali dengan bernyanyi, membaca puisi, dan drama yang semuanya di mainkan oleh anak-anak.
Di tempatnya Fahisa sangat antusias melihatnya apalagi ketika anaknya itu akan tampil wajahnya berbinar dan senyumnya mengembang dengan sangat lebar. Menoleh ke arah suaminya Fahisa menepuk-nepuk pundak Daffa dengan penuh semangat.
"Lihat Mas Ara udah mau tampil sama teman-temannya." Kata Fahisa semangat
Sama senangnya Daffa juga sangat antusias dia melambaikan tangannya ketika Sahara melihat mereka dan sebelum tampil Sahara tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Tersenyum lebar Daffa ikut mengacungkan jempolnya kepada Sahara membuat anak itu semakin merasa bersemangat.
"Ara cantik sekali dia sangat menggemaskan"
"Lihat deh Mas tangan Ara gemulai banget kayaknya dia cocok deh jadi penari"
"Seneng banget deh lihatnya"
"Nanti kita foto sama Sahara ya? Aku mau foto waktu Sahara pakai baju itu"
Selama Sahara tampil Fahisa terus berbicara membuat Daffa tertawa melihatnya, dia sangat bersemangat sekali. Tanpa Fahisa minta tentu saja mereka harus berfoto nanti dia juga ingin berfoto bersama anaknya ketika dia menggunakan baju tradisional.
Bahagia sekali dia sudah memiliki Fahisa sekarang kebahagiaan anaknya semakin bertambah begitu juga dengan kebahagiaannya. Meskipun Fahisa adalah orang yang pemalu, tapi sekarang istrinya itu sudah mulai terbuka dan terbiasa dengan keluarga kecilnya.
"Sahara pasti bahagia sekali mempunyai Mommy seperti kamu Hisa"
¤¤¤¤
Selesai acara mereka langsung kembali ke rumah dan selama perjalanan Sahara terus bercerita, tapi kali ini ada yang berbeda Fahisa ikut berbicara dan sesekali kedua orang itu tertawa bahagia. Menjadi pendengar karena sedang fokus menyetir Daffa tersenyum senang melihat keduanya yang sangat bahagia.
Berada di pangkuan Mommy nya Sahara yang sekarang sudah berpakaian seperti biasa itu mulai memainkan pipi Fahisa dengan gemas. Anak itu menusuk-nusuk pipi berlubang Fahisa dengan jari telunjuknya, merasa gemas karena ketika Mommy nya tersenyum pipi itu berlubang.
"Kenapa pipi Mommy bisa begini?" Tanya Sahara sambil menatap Fahisa dengan wajah polosnya
"Tidak tau sayang, dia muncul dengan sendirinya." Kata Fahisa
"Ara juga mau pipinya kayak Mommy." Kata Sahara sambil terus menusuk-nusuk lesung pipit Fahisa dengan pelan
"Kenapa Ara mau punya lesung pipit juga?" Tanya Fahisa
Tersenyum lebar Sahara mencubit kedua pipi Fahisa.
Tertawa kecil Fahisa mencium pipi anak itu dengan gemas lalu menangkup kedua pipi tembam Sahara.
"Ara juga cantik kok, apalagi pipinya tembam begini." Kata Fahisa sambil mencubit pipi tembam anaknya
"Ya kan Mas? Ara juga cantik kan?" Tanya Fahisa sambil menoleh kepada suaminya
"Anak Daddy yang paling cantik." Kata Daffa tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan
Sahara memeluk erat tubuh Fahisa membuat dia sedikit terkejut karena gerakan tiba-tiba anaknya.
"Ara sayang sekali sama Mommy"
¤¤¤¤
Mungkin karena merasa sangat lelah Sahara tertidur di pelukan Fahisa membuat wanita itu tersenyum penuh arti, saat akan turun Daffa langsung mengambil alih Sahara membawa anak itu kedalam gendongannya. Membawa Sahara ke dalam kamarnya Daffa langsung menyelimuti anak itu dan mencium keningnya cukup lama lalu pergi keluar untuk menghampiri Fahisa.
Saat ini Fahisa sedang berada di dapur dia mengambil ice cream dari dalam kulkas lalu membawanya ke ruang tengah. Sedang menonton tv tiba-tiba Daffa datang dan duduk di sebelahnya membuat Fahisa menoleh, tersenyum manis setelahnya Fahisa kembali mengalihkan pandangannya ke tv dan menyendokkan ice cream coklat ke mulutnya.
"Fahisa"
Menolehkan kepalanya Fahisa melihat suaminya itu membuka mulut dan meminta untuk disuapi lalu dengan senyum manisnya Fahisa menyuapi Daffa ice cream coklat yang sedang ia makan.
"Hmm Fahisa aku mau coba." Kata Daffa tiba-tiba
"Coba apa?" Tanya Fahisa sambil menyendokkan ice cream ke mulutnya
Beberapa detik kemudian Fahisa di buat melotot karena Daffa yang menarik tengkuknya dan menciumnya dengan begitu lembut. Ikut memejamkan matanya Fahisa membiarkan Daffa menciumnya semakin dalam.
Dan saat ciuman itu terlepas Daffa menatap wajah Fahisa yang sekarang sedang menatapnya dengan bingung.
Tapi, beberapa detik setelahnya dia dibuat terkejut ketika Fahisa tersenyum dan berbicara.
"Manis dan dingin"
Daffa apa yang sudah kamu lakukan kepada istrimu yang polos?
¤¤¤¤
Saat sore hari menjelang tiba-tiba saja Daffa mendapat telfon dari kantor membuat dia harus pergi ke kantornya untuk mengurusi beberapa hal. Saat Daffa pergi Sahara masih tertidur dengan pulas sedangkan Fahisa masih sama, dia masih menonton tv sambil memakan beberapa cemilan.
"Aku berangkat ya Fahisa hanya sebentar mungkin dua atau tiga jam." Kata Daffa saat Fahisa mengantarnya sampai depan
Fahisa mengangguk singkat dia mencium punggung tangan suaminya lalu tersenyum ketika pria itu mengusap rambut hitamnya lembut.
"Hati-hati"
Mangangguk singkat Daffa bergegas menuju mobilnya dan langsung berangkat menuju kantor. Setelah mobil Daffa menghilang dari pandangannya Fahisa kembali masuk ke dalam rumah.
Saat tengah asik menonton tv tiba-tiba ponselnya berdering beberapa kali yang langsung Fahisa ambil dan lihat siapa yang menghubunginya.
Tapi, ternyata itu adalah pesan masuk dari nomor yang tidak dia simpan.
Meskipun agak ragu Fahisa tetap membukanya dan ketika membaca kalimat yang tertera disana Fahisa diam dengan jantung yang berdetak sangat cepat.
'Semua itu tidak benar kan?'