
Rumah besar milik Daffa hari ini telah dipenuhi dekorasi untuk acara ulang tahun anak pertamanya, Sahara yang meminta untuk dirayakan dengan nuansa yang dipenuhi warna pink serta ungi dan karakter hello kitty kesukaannya. Menggunakan gaun berwarna pink Sahara terlihat begitu cantik dan menggemaskan dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari bibir mungilnya.
Sesuai dengan permintaannya kedua adiknya yang kini telah menginjak usia empat bulan juga dipakaikan baju berwarna pink, Vina menggunakan gaun yang begitu kecil dan menggemaskan sedangkan Vano menggunakan kemeja. Kedua bayi itu terlihat begitu lucu membuat Sahara terus memandanginya sebelum acara perayaan ulang tahunnya dimulai.
"Mommy nanti adik bayinya di kasih kue ulang tahun punya Ara boleh tidak?" Tanya Sahara sambil mendongak dan menatap Fahisa dengan wajah polosnya
Menggelengkan kepalanya pelan Fahisa membuat anak itu mengerucutkan bibirnya dengan wajah sedih.
"Tidak boleh Ara adiknya kan masih kecil jadi belum boleh makan kue." Kata Fahisa
"Jadi tidak boleh?" Tanya Sahara lagi
"Tidak sayang." Kata Fahisa yang membuat anaknya itu menghela nafasnya pelan lalu mengangguk lesu
"Yasudah"
"Jangan sedih sayang sebagai gantinya besok kita jalan-jalan sama Vano dan Vina ya?" Kata Fahisa berusaha mengembalikan senyuman anaknya
Dan benar Sahara langsung tersenyum lalu mengangguk dengan semangat.
Bersamaan dengan itu juga pintu utama terbuka dan membawa keluarga Wijaya yang baru saja sampai langsung menghampiri Sahara, tapi sebelum itu Sahara sudah lebih dulu berlari menghampiri mereka. Menyunggingkan senyum manisnya Fahisa ikut menghampiri keluarga besar suaminya dan meninggalkan sebentar bayi kembarnya yang masih tertidur pulas.
"Omaaa"
Memeluk Tania dengan sangat erat Sahara telah membuat wanita paruh baya itu tersenyum lebar dan langsung menunduk untuk membalas pelukan cucunya serta menciumi wajah menggemaskan Sahara.
"Selamat ulang tahun cucu kesayangan Oma." Kata Tania yang dijawab dengan anggukan oleh cucunya
"Oma Ara sudah cantik belum? Bagus tidak bajunya? Kemarin Daddy belikan ini untuk Ara." Kata Sahara dengan begitu semangat
"Bagus sekali sayang, cucu oma terlihat sangat cantik memakainya." Kata Tania
Setelah melepaskan pelukannya Sahara beralih menghampiri Dara dan melakukan hal yang sama.
"Fahisa dimana Daffa?" Tanya Tania yang sejak tadi tidak melihat anaknya
Belum sempat menjawab Daffa sudah muncul dan langsung memeluk wanita paruh baya itu cukup lama.
"Mami rindu sama Daffa ya?" Tanya Daffa dengan penuh percaya diri
Menatap anaknya dengan kesal Tania memukul pelan pundak Daffa.
"Tentu saja, anak Mami sekarang cukup sombong dia sudah sangat jarang berkunjung ke rumah Mami." Keluh Tania yang membuat Daffa juga Fahisa jadi merasa tidak enak
"Maaf Mi kamu sibuk sekali akhir-akhir ini." Kata Daffa
Tersenyum kecil Tania mengangguk faham lagipula dia juga sering berkunjung ke rumah Daffa untuk menengok cucu kembarnya.
"Mana si kembar?" Tanya Dara yang membuat Fahisa menoleh kearahnya
"Mereka tidur Kak." Kata Fahisa sambil menunjuk ranjang bayi yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri
Tersenyum lebar dengan penuh semangat Dara menghampiri keponakannya diikuti dengan Fahisa dibelakangnya.
Saat melihat bayi berusia empat bulan yang kini sudah terlihat semakin berisi dengan pipi yang semakin tembam membuat Dara berseru senang.
"Hey kenapa mereka sudah sebesar ini?" Tanya Dara dengan begitu heboh
Bersamaan dengan terdengarnya suara itu kedua bayi mungil itu terbangun dan menangis membuat Fahisa langsung menggendong salah satunya dan disusul dengan Daffa yang melakukan hal yang sama.
Saat digendong kedua bayi mungil itu terdiam dan kembali tenang meskipun matanya tidak kembali menutup untuk tidur.
"Mereka takut sama Kakak." Kata Daffa yang niatnya ingin bercanda
Tapi, Dara malah melotot sambil menatap adiknya dengan wajah yang terlihat begitu menakutkan dimata Daffa.
Belum sempat Daffa menjawab Farhan sang Kakak ipar sudah memberikan saran yang membuatnya langsung membulatkan mata karena terkejut.
"Jangan ganggu ibu hamil Daf." Kata Farhan
"Kakak hamil? Wahhh sepertinya anakku akan punya keponakan baru." Kata Daffa sambil mencium pipi anaknya yang sedang ia gendong
"Benarkah Kak? Sejak kapan?" Tanya Fahisa dengan tidak sabaran
Wajah yang tadinya penuh kekesalan itu kini berubah dengan dipenuhi senyuman yang begitu lebar.
"Satu minggu yang lalu." Kata Dara
"Wah Gibran kamu akan jadi seorang Kakak seperti Ara." Kata Daffa membuat Gibran mengangguk dengan penuh semangat
"Mami akan punya banyak cucu itu sangat membahagiakan"
Ya, Tania merasa begitu bahagia karena dia akan kembali mendapatkan seorang cucu.
Di hari tua ini Tania ingin dikelilingi dengan anak, menantu, dan cucu-cucunya karena dia sudah lama hidup sendirian tanpa suaminya.
"Selamat malam semuanyaaa!"
Seruan itu membuat mereka semua menoleh dan mendapati Keenan yang memasuki ruangan bersama dengan Hana disampingnya.
"Ada yang sudah punya pasangan sekarang hmm?" Kata Tania saat Keenan sudah berada dihadapannya
"Iya dong Mi biar anak-anak Mami gak akan ledekin aku lagi." Kata Keenan sambil menatap ke arah Daffa
"Paman Keenan"
Menundukkan kepalanya Keenan tersenyum kepada Sahara yang kini menatapnya dengan senyuman lebar dan wajah polosnya.
"Hai cantik selamat ulang tahun ya"
Mengangguk singkat Sahara mengulurkan tangannya di depan Keenan.
"Hadiah untuk Ara mana?" Tanya Sahara
"Nanti dong sayang kan acaranya belum dimulai." Kata Keenan
Di sisi lain Hana kini menghampiri Fahisa yang berdiri tidak jauh dihadapannya dan senyumnya mengembang ketika melihat anak Fahisa yang masih belum tertidur.
"Dia lucu sekali Sa." Kata Hana sambil mengusap lembut pipi Vano
"Hmm aku saja gemas, ngomong-ngomong kamu sama Kak Keenan sudah sampai mana?" Tanya Fahisa yang membuat teman baiknya itu salah tingkah
"Sampai mana apanya?" Tanya Hana seolah tidak mengerti
"Hubungannya"
Fahisa sudah sedikit tertular suaminya.
¤¤¤¤
Dulu Sahara memang selalu merayakan ulang tahunnya, tapi tetap saja berbeda karena dulu tidak ada sosok Fahisa disampingnya dan Daffa juga hanya akan menemaninya seharian lalu kembali bekerja keesokan harinya.
Dan sekarang Sahara sangat bahagia bisa merasakan ini semua.
"Nah sekarang Ara mau kasih kesiapa suapan pertama kue nya?"
Pertanyaan itu membuat Sahara tersenyum dan menoleh ke arah Fahisa.
"Mommy"
"Ya kenapa tidak untuk Daddy?" Tanya Daffa yang mengundah tawa kecil dari keluarganya
Tidak memperdulikan perkataan Daffa anak itu menyuapi Fahisa dengan penuh kebahagiaan dan Fahisa juga melakukan hal yang sama lalu Sahara juga menyuapi Daffa.
Malam ini begitu sempurna untuk Sahara.
Selesai acara potong kue kini Sahara bermain bersama teman-temannya dan Fahisa kini hanya duduk diam sambil menjaga kedua anaknya yang sudah kembali tertidur dengan nyenyak.
"Hai Fahisa"
Mendudukkan dirinya disamping wanita itu Keenan tersenyum senang, dia ingin bercerita dengan istri sahabatnya baiknya.
"Kak Keenan dimana Hana?" Tanya Fahisa
Menunjuk ke tempat dimana Sahara berada ternyats Hana menemani anak-anak itu bermain, dia jadi teringat dengan TK kalau begini.
"Fahisa apa yang paling Hana sukai?" Tanya Keenan tanpa berbasa-basi
"Hana? Pantai dia suka pantai dan sunset karena dia suka memotret pemandangan-pemandangan indah." Kata Fahisa membuat Keenan langsung tersenyum senang
"Aku ingin melamarnya, bagaimana menurut kamu?" Tanya Keenan yang langsung disambut dengan tatapan tidak percaya Fahisa
"Melamar Hana? Tentu saja itu ide yang sangat bagus Kak." Kata Fahisa dengan wajah yang begitu semangat
"Bagus kan? Aku sudah memikirkannya Fahisa karena sekarang ada seorang pria yang mencoba mendekati dia!" Kata Keenan kesal
"Benarkah? Kalau begitu Kakak harus cepat." Kata Fahisa
"Iya aku akan mempersiapkan semuanya." Kata Keenan dengan penuh percaya diri
Mendekatkan wajahnya Fahisa membisikkan sesuatu kepada Keenan.
"Beri dia kata-kata yang manis agar luluh"
Dan belum sempat menjawab suara Daffa sudah menghentikan semuanya.
"Apa yang kalian bicarakan sampai berbisik-bisik begitu?!"
Daffa dan sikap cemburunya telah muncul.
¤¤¤¤
Saat sudah selesai acara kini Sahara berada di kamar bersama keluarga kecilnya untuk membuka setiap kado yang didapatkan. Senyuman Sahara tidak pernah luntur ketika dia membuka setiap hadiah yang diterima.
"Punya Mommy mana? Ara mau buka hadiah dari Mommy." Kata Sahara
Mengambil salah satu kotak yang berukuran tidak terlalu kecil Fahisa memberikannya kepada Sahara dan anak itu langsung membukanya.
"Kalung! Mommy pakaikan." Kata Sahara dengan semangat
Dengan penuh kebahagiaan Fahisa memakaikan kalung yang sudah dibelinya ke leher Sahara dan kalung itu terlihat begitu pas ketika dipakai Sahara.
"Ara cantik tidak pakai ini?" Tanya Sahara
Mencium kening anaknya cukup lama Fahisa menangkup kedua pipi Sahara dengan gemas, anak itu bukan hanya cantik, tapi juga terlihat sangat lucu.
"Cantik sekali sayang"
"Sekarang punya Daddy! Mana hadiah dari Daddy? Ara mau buka hadiah Daddy!" Kata Sahara
Tersenyum penuh arti Daffa memberikan sebuah kotak yang cukup besar kepada Sahara yang langsung anak itu buka.
"Boneka beruang sama baju juga!" Seru Sahara
Melihat kebahagiaan Sahara membuat Daffa merasa begitu bahagia dan menyesal disaat yang bersamaan dan dia mulai berandai-andai.
Seandainya sejak dulu dia memberikan perhatian kepada Sahara.
Seandainya dulu dia banyak meluangkan waktu untuk Sahara.
Seandainya dia tidak sibuk dengan duanianya pasti Daffa akan melihat kebahagiaan ini sejak dulu.
Dan entah kenapa mata Daffa berubah begitu sendu.
Lalu dengan tiba-tiba Daffa memeluk erat Sahara membuat Fahisa dan anak itu merasa kaget ketika melihatnya.
"Daddy?"
Memejamkan matanya Daffa semakin merasa bersalah dan dengan senyuman penuh arti dia melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah anaknya dan mencium lembut keningnya.
"Selamat ulang tahun ya anak Daddy"
Melihat apa yang dilakukan sang suami membuat Fahisa tersenyum haru.
"Daddy sayang sekali sama Ara"
Tersenyum lebar Sahara memeluk Daffa dengan erat dan membalas perkataan yang sama.
"Ara juga sayang sekali sama Daddy"
Tersenyum kecil Daffa meminta Fahisa untuk bergabung dan dengan penuh kebahagiaan dia ikut memeluk keduanya dengan erat.
Sejak malam itu Daffa berjanji akan meluangkan banyak waktu untuk keluarganya.
¤¤¤¤
Yeeee selesaiii😙😙😙
Tinggal extra part yaaa😂
Untuk sequelnya sedang dalam proses di tunggu yaaa😂
Makasih banyak yaa yang udah mau ikutin cerita ini sampai sejauh sekarang😊 Aku seneng bangettt bangettt bangett karena cerita ini dapat banyak dukungan😭
Saranghaeeee😙