
"Louise, bagaimana keadaan para penduduk yang mengungsi? Laporkan segala yang dilaporkan Ryan padamu" Ucap Raka.
"Ah, semua penduduk kota yang mengungsi kini berada di kota Ryent. Mereka sudah tiba sejam yang lalu, meskipun ada beberapa hambatan dan penyerangan dari para traitor yang menyerang. Kabar baiknya, pasukan rahasia anda mampu menghalaunya, itulah laporan dari Ryan"
"Oh? Syukurlah.. kalau begitu berapa banyak yang terluka dan meninggal dari pihak kita dalam pertarungan ini?"
"Eh? Ah, soal itu ada 3 orang yang gugur dalam pertarungan, salah satunya adalah jendral Mortan. Dan kemudian ada sekitar 183 warga, 1258 orang prajurit departmen, serta 74 orang berasal dari prajurit pribadi anda, tuanku"
"Saat ini mereka sedang berada di markas pusat dalam rangka penyembuhan.."
"Oh? Syukurlah, jika keadaannya begitu"
"Hmm? Tapi maafkan jika berkenan, saya ingin bertanya,"
"Oh? Apa kau ingin bertanya soal alasanku melarang sebagian organis bertarung?"
a"Eh? Ah iya"
"Itu karena hari ini bukan pertarungan yang sebenarnya. Tapi besoklah puncaknya, akan sangat berbahaya besok, jadi mungkin aku hanya akan mengajak mereka yang siap bertarung hidup dan mati atas nama Ghost Monarchy, itu saja"
Mendengar ucapan tuan mereka, mereka sontak terkejut.
"Tuan! izinkan kami bertarung atas nama tuan!" Ucap keempat orang secara bersamaan dengan setengah membungkuk memberi hormat.
"Oh? Terimakasih,, angkat kepala kalian" ucap Raka dengan tersenyum.
Mereka berempat kemudian kembali menegakkan kepala mereka dan tersenyum tatkala melihat pemimpin kecil mereka tersenyum dan berterimakasih.
"Hah, anda selalu saja begini, sebuah kehormatan bagi kami untuk melayani tuan,," ucap Edward penuh kepatuhan.
Raka tersentak saat mendengarnya.
"Ah, terserahlah,, tapi bukan suatu hal yang baik jika kalian semua pergi, ya kan?" Tanya Raka dengan polos.
"Haeh, anda tidak perlu mengkhawatirkan yang lainnya. Yang jelas, mungkin tubuh tuaku tidak akan bisa mengikuti kelincahan anda lagi, tuanku" Ucap Edward dengan tulus.
"Oh? Baiklah, kurasa kau dan Louise tidak perlu ikut,, bagaimanapun, anda akan bertanggung jawab soal keamanan kota dari luar dan dalam, jika tak dipertahankan dengan benar, kota ini bisa diserang dan dikuasai pihak lain, dan aku tak menginginkan itu" Ucap Raka dengan tegas.
"Dan Louise, aku berharap kau bertahan disini agar kau tetap bisa mengatur jalus perdagangan dengan baik, ini adalah perang.. tapi kota Qrystial harus terus berbisnis tak peduli apapun yang terjadi, atur logistik dan berbagai keperluan para penduduk yang mengungsidengan baik, mereka mengungsi, tapi aku tak ingin mereka jadi terlalu bergantung,, serta jaga pula logistik dan obat obatan bagi para tentara yang sakit.."
"Bukannya aku serakah dalam hal ini, tapi jangan sampai bisnis kota Qrystial terhenti dan mereka yang berada diluar kota Qrystial dan kota Ryent tahu jika Qrystial diserang, jika tidak kita akan terancam"
"Baik tuanku," ucap Louise dan Edward bersamaan.
"Baik, master"
"Dan Alice, kau akan berada digaris belakang peperangan untuk menghindari sesuatu yang buruk terjadi, dalam hal ini tugasmu adalah bersiap untuk mengobati para prajurit yang terluka, bawalah juga beberapa ahli medis lainnya untuk mendampingimu."
"Perintahmu adalah tugasku, yang mulia"
"Dan Bartolomeo, Selesaikan tugasmu"
"Siap yang mulia! Saya! Bartolomeo Egleywin, berterimakasih kepada yang mulia Raka Azalea Putra Arcnight,, dan juga, Saya! Bartolomeo Egleywin akan memberikan semua kepercayaan serta seluruh jiwa dan raga saya atas kehendak yang mulia," Ucap Bartolomeo dengan berlutut.
"Berdirilah dan angkat wajahmu" Ucao Raka tegas sembari berbalik kearah pasukannya.
Begitu menyadari akan keberadaan Raka dihadapan mereka, para pasukan secara spontan berlutut dan menundukkan wajahnya tanda penghormatan.
"Hormat kepada Yang mulia Diablo! Penguasa Qrystial!" Ucap para prajurit secara serempak.
"Berdiri! Angkat wajah kalian!" Ucap Raka tegas
"Siap!"
"Dengarkan aku, aku tidak tahu apa yang akan kukatakan saat ini, semuanya terjadi begitu saja tanpa adanya aba aba, atau mungkin aku yang terlalu lengah."
"Melindungi tanah dan pemikiran kita adalah suatu kewajiban!"
"Mari kita berperang! Angkat senjata kita kepada para pengkhianat! Jangan biarkan mereka menang sedikitpun! Tidak akan pernah! Tunjukkan semangat kalian para Ghost Monarchy! Kalian adalah kriminal! Tapi kalian lebih terhormat dari para kriminal lainnya!"
"Yaaa!" Ucap para prajurit dengan hawa membunuh yang mulai liar.
"Dan satu hal lagi, tidak ada satupun dari bawahanku yang akan mati demi para traitor! Perintahku adalah mutlak! Dan aku, Diablo! Memberi perintah! Tidak ada yg boleh mati demi para traitor! Jika ada, maka akan ku seret dia daro neraka! Akan kucabik cabik tubuh dan jiwanya!" Ucap Raka dengan tatapan sadis, matanya yang semula berwarna biru, berubah menjadi merah darah melambangkan amarah dan obsesi
"...."
Para prajurit terkejut tapi tak berselang lama mereka tertawa dengan tatapan sadis mereka.
"Tsk. Biar kutegaskan sekali lagi! Kalian adalah kriminal! Tak satu inchi pun dari hati kalian yang baik! Karena itu, luapkan emosi kalian! Terjang mereka! Bunuh semua! Ini adalah perintah mutlak! Dan lagi, aku tidak menerima pengabdian selain membunuh" Ucap Raka masih dengan ekspresi sadis dan haus akan darahnya.
"Ya!!! Kita adalah penjahat!" Ucap semua prajurut secara serentak dan dengan semangat berkobar.
Ya, mereka adalah para penjahat terhormat. Mereka adalah orang yang menjadi jahat demi melindungi apa yang ditakdirkan untuk mereka, tak terkecuali pemimpin mereka, Diablo.
Menghadapi semangat para prajurit yang menjadi lebih baik sesaat setelah pidato panjangnya, Raka menurunkan wajahnya sejenak dan menghela nafasnya panjang. Keringat bercucuran dari pelipis dan sekujur tubuhnya yang tertutup zirah.
Meskipun itu terdengar seperti pidato biasa, pada kenyataannya Raka menuangkan sedikit mananya untuk memberi dukungan penuh terhadap para prajuritnya.